Pertengkaran Cinta

Pertengkaran Cinta
pertunangan


__ADS_3

"ya Tuhan....mimpi apa gue semalam,kok bisa gue di jodohin di saat kayak gini" gumam Nina.


.


.


keesokan paginya


seperti biasa Nina bangun jam 4 untuk membuat sarapan sekeluarg,karna Nina tau kalau jam segini ibu masih ngantuk karna semalaman nemenin adek-adeknya belajar sampe tengah malam.jdi Nina memutuskan untuk memasak sarapan sendiri.


setelah memasak Nina pun langsung menyiapkannya di meja makan.


setelah menyelesaikan tugasnya di dapur,Nina langsung pergi kemar untuk siap-siap ke kantor.


setelah siap-siap,Nina pun pergi ke meja makan yang mana semua anggota keluarga sudah duduk di tempat duduknya masing-masing.Nina memutuskan duduk di dekat ibunya.


"hmm....Nin....kamu mau kemna?"tanya ayah yang heran dengan anak nya.


"mau ke kantor lah yah......"jawab Nina santai dan mulai menyantap makan yang ada di atas piringnya.


"he?...kok ke kantor?kan hari ini kamu mau ketemu sama calon kamu sayang,dan hari ini kamu juga akan bertunangan" omongan ayah membuat Nina tiba-tiba tersedak..


hhuukkk....huuukkk...huukkk...


ibu Nina pun langsung menyodorkan segelas air minum kepada anaknya"ni airnya sayang......kalau makan itu pelan-pelan sayang" sambil mengelus-elus punggung anak nya itu.

__ADS_1


"ia bu..."


"aku lupa kalau mau bertemu dengan calon suamiku yah....tpi kenapa ayah gak bilang kalau hari ini juga mau bertunangan,kalau ayah bilang Nina pasti ngundang teman-teman Nina yah.."


"ayah lupa memberi tahumu kalau hari ini kamu juga akan bertunangan,dan sekarang lebih baik kamu menghubungi teman sekantormu untuk meminta izin pada hari ini" lagi-lagi Nina tidak bisa berbuat apa-apa,kalau sudah datang perintah dari ayah,Nina pasti langsung mengerjakannya tanpa menunda-nunda.


"baik ayah,Nina izin nlvn dulu ya..." ayah Nina cuma mengangguk dan Nina langsung pergi ke kamar untuk menelvon kak Satria.


"hallo kk..."


"ia...kenapa Nin?"


"aku minta izin hari ini ya kak,soalnya aku lagi ada urusan keluarga dan acarnya pun mendadak kak"


"oohhh...ya udah nanti saya akan sampaikan kepada pihak HRD"


"sama-sama Nin"


telvon pun terputus,Nina pun kembali ke meja makan dan memberi tahu ayahnya kalau Nina di bolehkan untuk izin pada hari ini.Nina pun melanjutkan sarapannya yang tertunda tadi.selesai sarapan Nina pun pergi ke kamar untuk bersiap-siap,karna kata ayah Nina calon suaminya akan datang sebentar lagi.


.


.


"Niiiinnnn...ayuk keluar....calon suamimu sudah datang...."panggil ibu Nina dari depan pintu Nina.

__ADS_1


"ia bu...dikit lagi selesai" setelah selesai memoleskan make up natural di wajahnya itu,Nina pun segera keluar.


"ayuk bu....Nina dah siap" ajak Nina kepada ibunya yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


"kamu cantik sekali sayang....yuk" ibu pun menggandeng tangan Nina.setelah sampai di ruang tamu Nina cuma menunduk dan tidak mau memandang calonnya itu karna dia takut kalau calonnya itu aki-aki.


"perkenalkan ini anak saya Nina,dia anak perempuan satu-satunya" dengan mendengar ucapan ayah nya tersebut Nina pun langsung menyalami kedua calon ibu mertua dan ayah mertuanya,tanpa di sengaja Nina melirik orang yang ada di sebelah sahabat ayahnya tersebut,dia cuma tersenyum kepada laki-laki tersebut.


"anak mu cantik dan sopan Pram" ujar sahabat ayah kepada ayah Nina.


"trima kasih.....oh ya,Nina ini ibu desi dan ini pak andi sahabat nya papa dan ini....calon suami kamu Dimas......."ucap kepada Nina.Nina cuma bisa tersenyum.


"ai,kenalin saya Nina" ucap Nina kepada Dimas sambil menglurkan tangannya kepada pria yang akan menjadi calon suaminya tersebut.


"Dimas" jawab Dimas dingin.


"ni cewek lumayan juga,tapi gue udah punya kekasih.jadi lu cuma jadi tempat pelampiasan tidur gue doang.....heheheh"gumam Dimas di dalam hatinya.


.


.


.


di tunggu up selanjutnya ya..

__ADS_1


jangan lupa komennya


__ADS_2