
Selama di perjanan Toy atau pun Febby tidak mau mebuka suara untuk memulai percakapan mereka berdua.Hanya suara mesin mobil yang melaju yang terdengar.
Lima belas menit kemuadian Roy dan Febby pun dampai di rumah Febby.Seketika Febby membuka suara.
"makasih ya Roy dah mau nganterin aku..." ucap Febby.
"sama-sama" ucap Roy singkat.
Febby pun langsung turun dari mobil Roy dan menghampiri Roy yang berada di kursi pengemudi.
"mau masuk dulu?" ajak Febby yang sedikit malu.
"hmm....kayaknya gak usah lain kali saja" lalu Roy langsung menyalakan mesin mobilnya.
__ADS_1
Saat Roy mau menyalakan mesin ada suara yang berat seorang laki-laki yang datang menghampirinya.Pria paruh baya itu adalah Candra papanya Febby.
"kok langsung pulang?" tanys Candra kepada Roy yang masih diam di dalam mobilnya.
"katanya lain kali aja mau masuk pah," ucap Febby.
"ohh...masuk aja dulu bentar lagi juga udah mau magrib....di saat magrib gak baik untuk berada di luar atau lagi berkendara" ucap Candra yang mau mengajak teman anaknya ini ke dalam rumahnya.
"baik lah om..." Roy mengiyakan ucapan Candra lalu keluar dari mobilnya.
Roy dan Febby masuk ke dalam rumah secara beriringan.
"itu papamu Feb?" tanya Roy yang mengenal sosok Candra.
__ADS_1
"iy....emang kamu kenala dengan papa ku? tadi keliatannya kamu sangat nurut dengan ucapan papa ku?" Tanya Febby yang merasa Roy sangat lah akrab dengan papanya itu.
"papamu itu teman papi ku....waktu itu kami bertemu di waktu papi saya mengajak saya untuk pergi ke acara pesta temannya,karna papi sangat sibuk dengan teman-teman sehingga saya memilih untuk duduk di taman yang ada di tempat pesta itu....lalu om Candra menghampiri saya,awalnya saya merasa tidak suka dengan kahadiran om Candra,tapi om Candra malah ngajak saya ngobrol banyak sampe-sampe saya lupa kalau saya tidak memberi tau papi saya kalau saya itu pergi ke taman....sampe-sampe saya di omelin oleh papi karna pergi gak bilang-bilang tapi om Candra malah ngerangkul saya seperti teman dan om Candra juga menjelaskan kalau saya tadi duduk di taman berdua dengannya....sejak itu saya dan om Candra selalu bercerata banyak sampe-sampe saya lebih dekat dengan om Candra dari pada papi saya sendiri....dan itu sampe sekarang" penjelasan Roy membuan Febby terkejut karna selama ini tidak ada yang berani bercanda gurau dengan papanya selain keluarganya sendiri.
"Roy marik duduk....kita makan bersama di sini....lagian kita sudah lama tak berjumpa" ucap Candra yang memanggil Roy untuk duduk di sebelahnya.
"paa....anak papa itu Febby bukan Roy....masak Roy yang di ajak makan duluan bukannya Febby anak papa" ucap Febby yang telah memasang wajah cemberutnya karna ulah Candra yang tidak memperdulikan dirinya sejak kedatangan Roy.
Semua orang yang mendengar ucapan Febby hanya bisa geleng-geleng kepala,karna Febby itu anak kesayangan papanya sehingga wajar saja ia cemberut ketika tidak di perdulikan.
"sayang...maafkan papa yang tidak menghiraukan kehadiran mu....sini kamu duduk di samping papa juga" ucap Candra dengan wajah yang sendu karna tak ingin putri kesayangnnya itu ngambek terhadapnya.
.
__ADS_1
.