pesona istri kontrak

pesona istri kontrak
identitas ibu


__ADS_3

"An-anda? T-tuan Nathan Richard?" Tanya Aluna dengan wajah yang masih terkejut.


Dia benar-benar tidak menyangka, jika pria yang kini telah menjadi suaminya itu adalah pengusaha tersohor di negara ini. Suaminya adalah seorang Nathan Richard? Hah mimpi apa dia semalam. Bahkan dalam mimpinya sekalipun, dia tidak pernah bertemu dengan seorang Nathan.


Nathan Richard adalah seorang pengusaha batu bara yang kekayaannya menduduki angka ke dua se-asia, bahkan bisnis itu juga sudah merambah sampai ke manca negara. Nathan juga adalah putra sekaligus pewaris tunggal, dari rumah sakit tempat Aluna bekerja.


Banyak sekali wanita di luaran sana yang berlomba-lomba ingin mendekati Nathan, termasuk dari kalangan model, atau bahkan artis taraf internasional juga mengejarnya. Tak sedikit pula, para rekan bisnisnya yang memintanya untuk di jadikan menantu. Tentu saja hal itu karena ketampanannya, bukan hanya tampan, Nathan juga telah menjadi seorang pebisnis muda yang banyak di gilai oleh para pebisnis lain untuk menjalin kerja sama. Karena setiap pebisnis yang berhasil bekerja sama dengan perusahaan Nathan, pastinya akan sangat untung besar.


Terakhir kali gosip terdengar, Nathan memiliki seorang kekasih yang bernama Jesica Wilson, kekasihnya itu berprofesi sebagai seorang model. Pada saat Nathan menghadiri acara-acara penting, pasti Jesica akan selalu berada di samping Nathan. Oleh karena itu, semua orang tahu kalau mereka berdua menjalin hubungan spesial.


Namun akhir-akhir ini gosip terdengar kembali, bahwa Nathan dan Jesica telah putus. Di karenakan Jesica yang memilih pergi mengejar karirnya yang sebagai model di Paris. Jesica memiliki obsesi ingin menjadi satu-satunya brand ambasador dari Luis Vuitton. Dan demi mengejar obsesinya itu, dia rela meninggalkan seorang Nathan Richard. Padahal Nathan bisa saja memenuhi semua kebutuhannya tanpa harus capek-capek bekerja.


Sebagian orang tahu jika Nathan adalah seorang Casanova, karena kerap kali bergonta ganti pasangan. Tidak sulit baginya untuk mendapatkan wanita-wanita kalangan atas, tanpa harus lelah mengejar, wanita itu akan dengan sendirinya datang menawarkan diri padanya. Namun semenjak kabar putusnya hubungannya dengan Jesica, Nathan menutup rapat hal pribadinya.


"Wah tuan Nathan, sepertinya istri anda sangat terpesona dengan ketampanan anda." Celetuk pak penghulu yang sukses membuat kesadaran Aluna kembali. Dia sejak tadi melamun memperhatikan wajah suaminya itu dan sibuk berdialog dalam hatinya.


"E-eh maaf tuan."


Aluna langsung mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangan suaminya, sebagai tanda bakti seorang istri. Begitupun sebaliknya, Nathan pun ikut mengulurkan tangannya membalas uluran tangan Aluna. Setelah selesai, kini Nathan mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Ibu Lina yang melihat anak dan menantunya pun, merasa sangat bahagia. Dia merasa senang sekaligus lega, karena putranya telah menikah dengan wanita yang tepat. Dia juga berharap semoga keduanya akan segera saling mencintai, dan aluna bisa menggantikan posisi Jesica di hati nathan. Kini dirinya hanya harus pergi untuk menjalani pengobatan, agar dirinya cepat sembuh dan bisa bermain dengan cucunya kelak.


Aluna mengalihkan pandangannya, dia menoleh ke arah Bu Lina.


'Jadi, ibu adalah Lina rosmalia Richard? Dan ibu, adalah pemilik dari rumah sakit tempat aku bekerja? Kenapa aku begitu bodoh tidak menyadarinya, kemana saja aku selama ini? Hah, sudahlah aku tidak tau akan jadi seperti apa kehidupanku kedepannya nanti.'


Ya, Bu Lina adalah pemilik rumah sakit tempat Aluna bekerja. Selama ini hanya sedikit orang yang tahu tentang identitas aslinya, karena Bu Lina tidak menyematkan nama Richard di belakang namanya. Selama Aluna mengenal Bu Lina, yang Aluna tahu ibu hanyalah seorang dokter senior di sana. Dia tidak pernah menduga ini sebelumnya, tentu saja sangat syok.


Setelah acara selesai, kini di ruangan hanya ada, sepasang pengantin, ibu dan Jo saja. Penghulu dan satu orang saksi sudah pergi, Nathan sedang sibuk entah membahas apa dengan Jo. Ibu menatap haru menantunya itu.


"Sayang, selamat yah akhirnya kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Ibu senang sekali. Kamu pasti terkejut dengan semua ini kan? Inilah identitas ibu yang sebenarnya, ibu memang sengaja tidak pernah menggunakan nama Richard saat di luar, karena ibu ingin hidup tenang."


"Bu, aku memang sangat terkejut dengan semua ini, aku juga masih syok. Tapi ibu tidak usah pikirkan itu dulu, kita bisa membahas ini nanti setelah ibu sembuh. Sekarang, aku ingin menagih janji ibu. Kapan ibu akan pergi ke negara cina untuk menjalani pengobatan?" Tanya Aluna pada ibu mertuanya itu.


"Kamu tenang saja sayang, ibu pasti akan menepati janji ibu untuk pergi berobat. Ibu akan berangkat ke negara cina besok, Nathan telah memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengurus ini. Jadi besok ibu bisa langsung berangkat. Doakan ibu ya sayang, semoga pengobatannya berjalan dengan lancar. Agar ibu bisa kembali sehat, ibu sudah tidak sabar ingin menggendong cucu ibu nanti." Ujar Bu Lina dengan wajah antusias.


Aluna yang lagi-lagi mendengar kata cucu itu pun hanya bisa tersenyum miris, biarkan saja Bu Lina dengan keinginannya itu. Asalkan ibu mau pergi menjalani pengobatan sekarang, yah begitu pikir Aluna, karena yang terpenting baginya hanya itu.


"Tentu saja aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk ibu, ibu sering-sering kabari Luna tentang perkembangan pengobatan ibu ya." Pinta Aluna.

__ADS_1


Ibu Lina mengangguk mengiyakan. Saat mereka sedang asik berbincang, Nathan menghampiri mereka berdua, Nathan telah selesai membahas urusannya dengan Jo.


"Bu." Panggil Nathan.


"Nathan, sekarang Aluna sudah menjadi tanggung jawab kamu. Jadilah suami yang baik untuknya, jangan pernah sakiti dia. Perlakukan dia dengan baik, sama seperti kamu memperlakukan ibu ya. Ibu akan sedih jika sampai Aluna bersedih." Ujar Bu Lita memberi petuah.


Nathan geram mendengarnya, dia mengepalkan tangannya. Namun dia tetap berusaha tersenyum tipis di depan ibunya.


"Baik Bu, ibu tenang saja. Sesuai janjiku jika ibu mau pergi menjalani pengobatan, maka Nathan akan melakukan apapun untuk ibu." Timpal Nathan.


Ibu tersenyum mendengar ucapan putranya itu, "ya sudah, kalau begitu sekarang bawa istrimu ke kamar. Ajak dia istirahat, dia pasti lelah."


"Ayo." Ajak Nathan pada istrinya yang hanya diam saja sejak saat kedatangannya tadi.


"Bu, Luna ke kamar dulu ya." Ujar Luna berpamitan.


"Iya sayang, selamat istirahat ya."


Mereka kemudian berjalan menuju ke kamar mereka, dengan Nathan yang memimpin berada di depan, sedangkan aluna mengekor di belakangnya.

__ADS_1


__ADS_2