pesona istri kontrak

pesona istri kontrak
surat perjanjian


__ADS_3

Ibu tersenyum melihat kepergian anak dan menantunya itu, ibu berharap Nathan akan berperilaku sesuai apa yang di harapkannya. Pasalnya saat awal ibu mengutarakan niatnya menjodohkan Nathan dengan Aluna, Nathan dengan tegas menolaknya dengan alasan dia masih mencintai mantan kekasihnya, Jesica.


Ibu dan Nathan bahkan sempat bersitegang karena masalah perjodohan ini, hal itulah yang membuat ibu serangan jantung, kemudian berakhir di larikan ke rumah sakit, dan untung nyawa ibu masih bisa di selamatkan. Hal itu membuat Nathan sangat merasa bersalah.


Dokter mewanti-wanti agar ibu tidak mendengar hal-hal yang bisa membuat jantungnya syok, karena itu sangat berbahaya untuk keselamatan ibu. Agar ibu sembuh total dari penyakitnya, dokter menyarankan agar Bu Lita pergi menjalani pengobatan ke negara cina. Karena di sana alat medis sudah serba lengkap, di tambah lagi di sana Bu Lina pasti di tangani oleh dokter spesialis jantung yang hebat. Dan karena itulah Nathan pun terpaksa menerima perjodohan yang di lakukan oleh ibunya itu.


Sesampainya mereka di kamar hotel, Nathan langsung duduk di sofa.


"Duduklah." Perintah Nathan sambil menatap kilas Aluna.


Aluna menurut saja walaupun tidak tahu apa yang akan di perbuat nathan, dia duduk di sofa seberang Nathan.


"Apa yang sudah kau lakukan hingga ibu sangat menyukaimu, bahkan ibu memaksaku menikahi mu?!" Tanya Nathan dengan dingin. Pandangan matanya menyalak tajam, tanda dia benar-benar tidak menyukai wanita itu.


Aluna sedikit tersentak dengan pertanyaan Nathan, terlebih pandangan matanya sangat tajam, membuat tubuhnya sedikit melemas. Namun dia mencoba untuk bersikap setenang mungkin.


Seperti yang aku duga, pria ini pasti tidak akan menyukai aku.


"Apa maksud anda, tuan? Saya tidak melakukan apapun. Saya bahkan kaget saat mendengar ibu anda meminta saya untuk menjadi menantunya, saya juga tidak tahu jika anak dari ibu itu adalah anda." Ujar Aluna dengan setenang mungkin.

__ADS_1


"Wah benarkah? Kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Gadis udik dan miskin sepertimu yang berlagak sok polos di depan ibuku, untuk menarik simpati ibuku. Sudahlah, aku sudah paham dengan sifat kebanyakan wanita sepertimu. Yang selalu menghalalkan segala cara agar bisa mencapai apa yang di inginkan, apa lagi selain kemewahan dan ketenaran. Kau hanya menginginkan hartaku saja kan, kau sudah bosan hidup miskin ya? Oke aku akui kau sangat pintar dan licik, kau berhasil memperdayai orang secerdas ibuku masuk ke dalam perangkap mu." Ketus Nathan menghina.


"Jaga ucapan anda tuan! Saya memang miskin dan udik, tapi saya tidak sehina itu hingga saya harus menjalankan hal keji untuk memenuhi kebutuhan hidup saya. tuduhan anda itu tidak mendasar tuan." Ujar Aluna yang kesal mendengar tuduhan Nathan padanya.


"Cih."


Nathan hanya berdecih, kemudian bangkit dari duduknya menuju nakas samping ranjang hotel, dia mengambil sebuah map yang ada di sana. Ya, pelakunya adalah Jo dialah yang meletakkan map itu di sana. Nathan kembali duduk di tempatnya tadi, dia melemparkan map itu pada Aluna.


"Baca dan tanda tangani lah!"


'Ya tuhan, apa lagi ini?'


"Surat kontrak pernikahan?" Tanya Aluna, pada Nathan yang duduk di depannya dengan tangannya yang terlipat di depan dada.


"Hem." Dehem Nathan.


"Anda ingin mempermainkan ikatan pernikahan ini ya?" Tanya Aluna lagi.


"Jika sejak awal anda memang tidak menginginkan pernikahan ini, kenapa anda tidak menolaknya? Anda sebagai anak kandungnya sudah pasti bisa membujuk ibu anda dan menolak nya kan? Asalkan anda tahu, jika bukan karena rasa balas Budi saya, saya juga tidak akan menerima perjodohan ini." Sambung Aluna merasa geram.

__ADS_1


"Tidak bisa! bagiku apapun perintah ibu adalah hal wajib yang harus aku laksanakan. Aku memang memenuhi perintah ibu, tapi aku tidak akan pernah benar-benar menjalani pernikahan ini. Pernikahan ini hanya akan berjalan selama enam bulan ke depan, dan setelah itu kita bercerai." Ujar Nathan santai seakan itu bukanlah masalah besar.


"Kenapa saya harus menuruti kemauan tuan? Di sini saya merasa yang paling di rugikan sebagai pihak perempuan. Lebih baik sedari sekarang saja kita batalkan pernikahan ini, toh juga kita baru menikah beberapa menit yang lalu."


Aluna bangkit dari duduknya, dia hendak keluar dari kamar untuk menemui Bu Lina. Dia akan mengatakan pada ibu, jika pernikahannya lebih baik di putuskan saja.


"Jika kau sampai berani keluar satu langkah pun dari kamar ini, maka aku akan membuat karirmu yang sebagai dokter hancur dalam sekejap mata. Kau tahukan aku siapa? Nathan Richard, aku bisa melakukan apapun yang aku mau hanya dengan jentikan jari saja." Ancam Nathan.


Aluna yang tadinya sudah mulai melangkahkan kakinya menuju pintu, langsung menghentikan langkahnya saat mendengar ancaman Nathan. Tentu saja dia tahu jika ancaman Nathan tidak mungkin main-main, apa lagi Nathan juga adalah anak dari pemilik rumah sakit tempat dia bekerja.


Tidak mudah baginya untuk mendapatkan gelar dokter itu, banyak sekali rintangan yang harus dia lalui hingga dia bisa mencapai titik ini. Dan hanya karena Nathan, karir yang dengan susah payah dia dapatkan hancur? Hah, dia tidak ingin jika itu sampai terjadi, menjadi seorang dokter adalah impiannya sejak kecil.


"Kalau bukan karena syarat yang ibu berikan, aku juga tidak akan Sudi menikah dengan gadis udik sepertimu!"


"Perlu kau ketahui gadis udik, kau tidak cocok jadi pendamping hidupku. Hanya Jesica yang pantas menyandang status istri dari Nathan Richard. Dan kau, kau tidak sebanding dengan dia. Aku tidak ingin membuang waktu untuk hidup dengan wanita udik sepertimu, karena pernikahan ini hanya akan berjalan enam bulan ke depan. Maka dari itu tanda tangani surat perjanjian itu sekarang!" Tegas nathan yang lagi-lagi di bubuhi hinaan di dalamnya.


Aluna yang mendengar hal itu pun merasa terhina, dia memang miskin tapi apakah seperti ini cara orang kaya berbicara. Kenapa harus ada hinaan? kenapa dia berbicara dengan sangat santai, seolah cacian itu adalah hal biasa, kenapa mulutnya sangat tidak berpendidikan, jauh sekali perbedaannya dengan Bu Lita yang penuh kelembutan.


Bukan pernikahan seperti ini yang Aluna impikan, dia hanya ingin keluarga kecil yang bahagia. Menikah dan memiliki anak kemudian hidup sederhana dengan bahagia, tidak perlu harta berlimpah cukup keluarga kecil yang harmonis, itulah impiannya. Seandainya itu yang terjadi di pernikahannya, betapa bahagianya dirinya.

__ADS_1


Jesica? Ya, Pasti yang dia maksud adalah Jesica kekasihnya yang model itu. batin Aluna.


__ADS_2