pesona istri kontrak

pesona istri kontrak
perkumpulan


__ADS_3

Nathan lagi-lagi menghela napas panjang, dengan terpaksa dia harus menceritakan semuanya pada para sahabatnya.


"aku di jodohkan, dan wanita yang sekarang berstatus istriku itu adalah wanita pilihan ibu. sebenarnya aku menolak perjodohan konyol ini, tentu saja karena aku hanya ingin menikah dengan Jesica. hanya saja ibu mengancam tidak akan mau pergi menjalani pengobatan, jika aku tidak menikah dengan wanita pilihannya." jelas Nathan.


"jadi, kau benar-benar sudah menikah nath? aku jadi penasaran dengan istri mu itu, apa yang dia miliki sehingga ibumu begitu keras ingin menjadikannya menantu." ujar Bram.


"aku rasa wanita itu memiliki keistimewaan tersendiri, jika di lihat ibumu pasti tidak akan mungkin sembarangan memilih wanita. apa lagi yang aku tahu, ibumu tidak menyukai hubunganmu dan Jesica." timpal Rayan.


"yang pasti si udik itu memiliki tujuan, yaitu memeras hartaku. secara kan dia miskin, jadi dia mengambil jalan pintas dengan menikahi pria kaya agar tidak perlu capek-capek bekerja. dan sebelum itu semua terjadi, aku sudah mengantisipasinya dengan kontrak pernikahan." ujar Nathan.


"hah? kontrak?" bingung Bima.


"jadi kau mau mempermainkan pernikahan? kau tidak takut, pernikahan itu hal sakral. bahkan kau sudah mengucap janji pada tuhan saat menikahinya, seharusnya kau mencoba menerimanya." nasehat Bram.


ya walaupun Bram sering tidur dengan banyak wanita, hanya saja jika pernikahan dia tidak mungkin mempermainkannya. mau cinta atau tidak, jika sudah menjadi istri ya harus mencoba membuka hati, begitulah prinsip Bram.


"wah, tumben kau pintar." ejek Bima.


"ck, kau baru tahu ya kalau temanmu ini pintar, kemana saja kau kemarin?" ketus Bram menyombongkan diri.


"memangnya apa yang membuat kau yakin, jika wanita itu hanya ingin merampas harta mu? aku yakin jika ibumu pasti memilihkan wanita yang tepat untuk bersanding denganmu, jadi dari mana kau bisa mendapat pikiran seperti itu?" tanya Rayan.


"ck, kalian ini apa-apaan sih? kenapa kalian malah membela si udik itu? pokoknya apa pun itu, aku sudah hapal dengan taktik murahan seperti itu." kesal Nathan.


"kita bukannya membela dia nath, tapi apa yang Rayan ucapkan itu ada benarnya juga. kenapa kau tidak mencoba menerima dan membuka hati." sahut Bima yang sejak tadi hanya menjadi pendengar.


"kalau saja Jesica yang ibu jodohkan denganku, tentu saja aku akan dengan senang hati menerimanya. lah ini sudah udik, tidak jelas asal-usulnya pula."


"kau tidak bisa sembarangan menilai orang nath, walau pun dia miskin belum tentu dia mengincar hartamu." sahut Bram.

__ADS_1


"walaupun dia miskin, tapi aku rasa wanita itu kaya." timpal Bima tidak jelas.


"ck, apa maksudmu Bodoh? miskin tapi kaya, dasar tidak jelas." gerutu Rayan.


"maksudku, dia memang miskin materi. tapi dia kaya ilmu dan attitude, orang seperti itu biasanya baik hati. berbeda dengan gadis kaya, karena saking terbiasanya mereka dengan kemewahan, mereka bahkan rela menjadi wanita simpanan hanya untuk mendapatkan apa yang dia mau." jelas Bima.


Rayan dan Bram mengangguk setuju.


"seharusnya kau bersyukur, nath." ujar Bram.


"ck, sudahlah. kita lihat saja nanti, aku yakin cepat atau lambat topengnya akan segera terbuka." sanggah Nathan tetap pada pemikirannya sendiri.


"jadi, kau sekarang tinggal berdua dengan wanita itu? kau sudah ini belum?" tanya Bram dengan memainkan ke-dua jari telunjuknya, berharap yang lain mengerti maksud dari ucapannya.


"ck, tidak akan pernah. itu tidak akan pernah terjadi, aku hanya akan melakukannya dengan Jesica." ketus Nathan.


"apa segitu buruknya istrimu hingga kau terlihat jijik? apa dia hitam? apa dia burik, atau bagaimana?" tanya Bram.


"hey, lagi-lagi kau membandingkan istrimu dengan Jesica. apa lagi yang kau harapkan dari Jesica? bukankah wanita itu sudah membuang mu hanya karena ingin mengejar obsesi tidak jelasnya itu. buka matamu lebar-lebar, wanita seperti Jesica tidak pantas di banggakan." ujar Rayan yang kesal sendiri dengan tingkah sahabatnya itu.


Rayan kesal sendiri saat mendengar Nathan terus saja membanggakan Jesica, padahal sudah jelas-jelas wanita itu memilih pergi meninggalkan Nathan. dia heran dengan jalan pikiran Nathan, yang sudah seperti di butakan oleh cinta.


"sudahlah, berhenti membahas wanita. kita di sini untuk bersenang-senang, mumpung anggota lengkap, kapan lagi ada si Bima." sahut Bram mencairkan suasana dengan mengajak mereka bersulang.


dan hal itu mampu membuat mood Nathan kembali membaik, "kalian harus merahasiakan masalah ini!" tegas nathan.


"aman bos." sahut mereka bertiga.


mereka akhirnya melanjutkan acara mereka dengan minum-minum, dan sedikit hiburan dari penari klub itu.

__ADS_1


sementara di kursi pengunjung yang tidak jauh dari mereka, Jo sedang duduk dengan tenang sendirian. dia memang selalu mengawal kemanapun bosnya itu pergi. dia hanya bisa menghela napas saat mendengar ucapan bosnya, ya walaupun samar samar Jo masih bisa mendengarnya. dia merasa kasihan dengan nasib nyonya mudanya, dia yakin jika Aluna adalah wanita baik-baik. tapi apa lah daya, mata hati tuannya itu sudah tertutup dari semua hal. karena tuannya itu sudah di butakan oleh Jesica, isi otaknya itu hanya penuh dengan nama Jesica.


...*****...


pukul dua dini hari, Nathan melangkahkan kakinya memasuki apartemennya, Jo hanya mengantarkan sampai pintu saja tadi. Nathan agak sedikit mabuk, mungkin karena terlalu banyak minum tadi.


saat Nathan hendak memutar handle pintu kamarnya, dia sekilas melihat lampu dapur masih menyala.


"apa wanita itu belum tidur? ini bahkan sudah hampir pagi, sedang apa dia di dapur?"


karena penasaran Nathan pun melangkahkan kakinya menuju ke dapur, saat sampai di dapur dia tidak melihat siapapun. dia hanya melihat pintu kulkas yang sedikit terbuka, dia berjalan mendekati kulkas untuk memastikan sesuatu. dan ternyata wanita itu sedang berjongkok di depan kulkas yang terbuka, dengan satu buah apel di tangannya.


"sedang apa kau?" tanya Nathan mengagetkan.


"hah, setan!" pekik Aluna kaget, dan reflek buah apel itu terlempar begitu saja. sialnya lagi, apel itu malah mengenai kening Nathan, membuat sang empunya meringis.


"ck, sialan! apa-apaan kau ini." semprot Nathan dengan mengusap keningnya yang sedikit berdenyut.


Aluna langsung berdiri saat mendengar suara Nathan, dia kemudian menutup pintu kulkas.


"tuan Nathan, ini anda?" tanya aluna.


Nathan terpaku memperhatikan penampilan Aluna, wanita itu memakai gaun tidur dengan model tali spaghetti berbahan satin. agak tipis, dan itu membuat Nathan bisa melihat lekuk tubuh Aluna. pinggang yang ramping, leher yang jenjang dan kulit putih bersih mulus.


glup! Nathan menelan salivanya dengan susah payah, jiwa kelelakiannya tiba-tiba bangkit.


'ck, sial! hanya melihat dia seperti ini saja aku sudah panas dingin, bagaimana jika kami... s**t, tidak-tidak apa yang aku pikirkan ini.'


Nathan menggelengkan kepalanya guna mengembalikan kesadarannya.

__ADS_1


"tuan." panggil Aluna lagi, Karena sejak tadi Nathan memperhatikan penampilannya, dia jadi risih. jika tahu Nathan akan kembali, dia juga tidak mungkin keluar kamar hanya mengenakan gaun tidur seperti ini.


__ADS_2