
Setelah menemui bos Mateo, dia Kembali ke tempat dimana sang kekasih sedang menunggunya.
"Sayang, kau darimana saja?" tanya Nicko.
"Aku dari toilet kan?" jawab sang kekasih sambil duduk di hadapan Nicko.
"Kok lama? apa antri?"
Nicko merasa bosan di sana.
Dia kesepian, meski banyak orang yang menjadi pengunjung di tempat itu.
"Hasyah, lama bagaimana? kau terlalu berlebihan. Oh iya, aku merasa jika orang yang selama ini menjadi bosmu menjadi penguntit."
"Siapa? bos Mateo?"
"Iya, siapa lagi?"
"Oh, bos Mateo memang suka jalan-jalan, jika kau tidak sengaja bertemu dengannya di jalan, berarti dia memang sedang suntuk."
"Kenapa kau sangat senang membelanya, bukannya kau menjadi budak selama ini?"
Diara kesal dengan apa yang dikatakan oleh Nicko, dia merasa jika Nicko terlalu baik, hingga mudah untuk di peralat.
"Aku tidak merasa bos melakukan hal seperti itu terhadapku, dia itu sebenarnya seorang pria dengan kesepian yang nyata. Kau tahu jika wajah bos bersih dan tampan, tetapi memilih untuk tetap sendiri. Kau tahu karena apa?"
"Apa?"
"Dia masih menyayangi mantan kekasihnya. Bos selalu curhat ketika dia merasa kesepian, katanya mantan kekasih menjadi begitu penting ketika sudah pergi meninggalkannya."
Deg!
Pikiran Diara pergi ke masa lalu dimana dia dan sang mantan masih bersama.
Flash back :
__ADS_1
"Kau suka makan apa baby?"
"Aku suka makan burger, kau makan apa?"
"Aku sate kambing saja."
"Loh, kok tumben?"
"Iya, aku memang suka sate."
"Tapi bukan sate kambing kan?"
Seketika itu juga sang kekasih memberikan opsi lain, sebab Mateo memang begitu alergi dengan kambing, beberapa waktu yang lalu, Mateo bahkan gatal-gatal.
Jika makan sate kambing, Diara tidak mau susah.
"Ayahku suka, aku juga harus suka."
"Astaga, haha. Jangan seperti itu, makan sate yang lain saja."
"Pokoknya saat kau berada dalam kesusahan, itu urusanmu ya?"
"Oke."
Diara membiarkan kekasih tercinta makan sate kambing.
Sang gadis masa bodoh, hingga satu kesempatan membuat Mateo harus menderita gatal yang membabi buta, hal ini membuat Diara tertawa.
"Haha, sukurin!"
Flashback : off
"Diara, kau kenapa?" tanya Nicko yang merasa jika kekasihnya bertingkah aneh hari ini.
"Gak apa-apa, aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?"
__ADS_1
"Kau tertawa, tiba-tiba saja tertawa lebih tepatnya."
"Oh, iyakah?"
Sang gadis merasa senang karena hari ini mendapatkan banyak hiburan, terutama dari seorang Mateo yang Diara rasa makin manis saja setiap hari meskipun sangat menyebalkan.
"Astaga, kenapa aku merubah pandanganku terhadap pria itu, huft! aku tidak boleh menjadi orang yang banyak pertimbangan lagi soal hubunganku dengan Nicko, sudah sangat jelas jika pria itu lebih baik dari Mateo. Ya, aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan," batin sang gadis.
Dia merasa bahwa Nicko adalah pria terbaik yang pernah ia kenal, entah siapapun jodohnya kelak, dia hanya inginkan Nicko saja.
.
.
.
Satu jam berlalu ...
Keduanya telah makan dan minum dengan di selingi candaan yang membuat pasangan itu makin mencintai hati masing-masing.
Rasanya sangat menyenangkan.
"Kita pulang saja yuk?" pinta Nicko.
"Jangan, lihat sunset dulu."
"Oh oke."
Keduanya sepakat untuk berada di sana beberapa jam lagi sampai petang.
Rasanya tak terkira kebahagiaan ini.
"Gadisku memang sangat manis," batin Nicko.
Ia berjanji akan selalu bersama sang gadis kapanpun.
__ADS_1
*****