Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek

Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek
Bukti nyata


__ADS_3

Sang gadis tidak habis pikir dengan apa yang disampaikan oleh Aldo.


Orang itu sejak dulu memang sangat ingin kehancurannya.


"Kau tahu kan? aku malas berdebat? jadi, jangan pernah membuatku menjadi marah."


Saat sang gadis naik motor dan ingin pergi, Aldo mengatakan jika Nicko berselingkuh dengan kekasihnya.


"Kau salah sangka."


"Aku ada bukti, temanku yang mengatakannya. Putuskan saja hubunganmu itu, aku sudah melakukannya. Aku adalah teman Mateo, tidak ada orang yang lebih baik darinya, kau tidak akan mendapatkan pria sebaik dia. Kau tidak perlu datang ke rumah Nicko, pria kurang ajar macam Nicko pasti pandai untuk mengatakan banyak hal. Terutama mengenai kebohongan."


"Haha, aku paham dengan semua ini, jadi kau ingin menghancurkan aku lagi?"


"Terserah apa yang kau katakan, tapi aku berharap kau mau mempercayai kata-kataku."


"Oke! aku akan membuktikan padamu jika dia sedang sakit, tidak ada kekasihmu di sana."


.


.


.


Sang gadis langsung tancap gas menuju rumah Nicko, Diara ingin tahu, apa yang terjadi sebenarnya.


Sepanjang perjalanan, bayang-bayang perselingkuhan begitu nyata, membuatnya sangat muak.


Beberapa menit kemudian, dia sampai di depan rumah Nicko.

__ADS_1


Sang gadis merasa aneh ketika mendapati mobil warna pink berada di sana.


Tanpa pikir panjang, sang gadis langsung masuk ke dalam rumah itu.


Alangkah terkejutnya sang gadis bahwa ada Nicko dan gadis yang ia lihat di bar.


"Nicko, apa yang kau lakukan?" tanya sang kekasih.


Nicko dan wanita lain berada dalam satu pelukan dan baju berantakan, ini cukup membuat curiga.


"Katanya kau sakit? kau selingkuh di belakangku?"


"Aku bisa menjelaskannya!"


Sang gadis sudah tidak tahan lagi, dengan kesedihan yang mendalam, Diara langsung berlari dari rumah Nicko, hatinya remuk redam membayangkan semuanya.


Dia langsung menelepon Mateo.


"Apa yang kau katakan? kekasihmu berselingkuh?"


"Iya, dia telah menduakan aku."


"Kau ada dimana?"


"Aku akan pergi ke pantai, temani aku."


"Pantai seperti biasa?"


"Iya."

__ADS_1


"Oke, kau tunggu di sana. Aku akan segera menyusul."


.


.


.


Pantai pasir putih ...


Diara berada di tempat parkir pantai, dia membuka pakaian ala kurirnya lalu berjalan menuju pantai, dia berteriak di sana.


Dua jam perjalanan menuju pantai tidak terasa sebab rasa sakit hatinya berlari seperti ia meninggalkan masa lalu yang kelam itu.


.


.


.


Di saat yang sama, sang pria langsung gaspol menuju pantai, dia tidak memiliki pemikiran lagi selain ingin memeluk tubuh makan kekasihnya.


Mateo tidak menyangka jika seorang pria yang selama ini dianggap baik olehnya justru menyakiti seorang gadis yang selama ini ia dambakan.


Sungguh, dia begitu kesal seperti apa yang dirasakan oleh Diara.


"Aku tahu, jika dia saat sedih atas kelakuan salah satu karyawanku, tapi aku tidak menyangka jika Nicko melakukan semua ini terhadap Diara, aku berharap bisa mengerjai Diara tetapi pada akhirnya aku harus melepaskannya untuk pulang kembali ke tempatnya bekerja, tempat yang lebih bisa menerima semua prestasinya."


Mateo segera menghubungi seorang HRD dan langsung memberikan perintah agar memecat Nicko, petugas HRD itu adalah paman dari Nicko sendiri.

__ADS_1


Namun, dia mengurungkan semua rencananya karena tahu kehidupan salah satu karyawannya memang tak seberuntung dirinya, sang bos berniat untuk menyelesaikan segalanya dengan baik-baik tanpa ada kekerasan.


__ADS_2