Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek

Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek
Menemanimu


__ADS_3

Sang pria sudah sampai di pantai, mencari mantan kekasihnya yang katanya ada di sana.


Berulang kali sang bos menelepon nomor ponsel sang mantan, tapi tidak bisa menyambung.


Dia memilih untuk keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pantai.


"Dimana dia?" ucap Mateo sambil menyusuri sepanjang pantai untuk mencari Diara.


Gadis itu, biasanya sangat senang naik jetski, apalagi dalam kondisi yang patah hati seperti ini.


Apa yang dia pikirkan, ada benarnya, si gadis emang sedang naik jetski dan bersenang-senang.


"Astaga, di dalam panggilan telepon dia sangat mengkhawatirkan tetapi sudah ketemu di dunia nyata sungguh berbeda, dia sangat cantik dengan senyum yang menawan."


Sang pria lalu melambaikan tangan ke arah Diara.


Diara yang tahu keberadaan Mateo, juga melambaikan tangannya, dia segera turun dari jetski untuk bergabung dengan mantan kekasih.


.


.


.


Pantai pasir putih itu terlihat sangat indah.


Mateo dan Diara berada di atasnya sambil mengobrol.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan oleh Aldo memang sangat menyebalkan tetapi aku begitu sedih, Aldo sudah lama menjomblo dan mendapatkan kekasih tetapi justru wanita itu meninggalkan Aldo dengan cara yang sangat buruk, apa pendapatmu mengenai ini?" tanya Diara.


Dia mencoba untuk menutupi rasa sakitnya karena selama ini dia juga tidak terlalu serius, tapi setidaknya dia masih bersama dengan Nicko.


"Kau tanyakan hal itu pada dirimu sendiri karena kalian berdua sama."


"Bagaimana maksudnya?"


"Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin kau berada di dalam satu kondisi yang sangat menyenangkan."


"Haha, kau sangat pandai mengejek dan aku tidak suka!"


"Kau sangat pandai menutupi segalanya aku tidak suka!"


Kedua orang itu saling bertatapan, Mateo lihat gulir yang akan jatuh dari sudut mata mantan kekasihnya.


"Kau sebenarnya ingin menangis tapi malu denganku kan? menangis saja jangan ditahan-tahan!"


"Aku paham, hanya saja aku abaikan."


Sang gadis menangis dan Mateo segera memeluk pundaknya, ini begitu romantis.


Mateo sangat pandai memberikan dukungan di saat yang sangat penting seperti sebelumnya.


"Kau, kenapa hanya kau yang ada di dalam hidupku ketika kesedihan ini? aku sangat membencimu dan kau sama sekali tidak memahaminya? kenapa aku menelponmu disaat aku sedih? saat aku tidak berdaya kenapa aku membutuhkan! hiks. Katakan padaku Mateo, apa yang harus aku lakukan setelah ini?"


Diara menahan rasa sedihnya dengan tangis yang menyayat hati, perlahan sang kadis mengusap air mata itu, yang jatuh tak terbendung lagi.

__ADS_1


Sang pria, senyum dan memahami apa yang ada di dalam hati gadis yang selama ini berada di dalam hatinya tanpa henti untuk mengganggu.


"Oh, kau baru paham hanya aku yang ada di hatimu selama ini?"


"Iya, aku paham, kau adalah teman yang baik selama ini tapi aku mengabaikannya, maaf ya?"


"Jadi kau mau berteman denganku lagi?"


Mateo harap-harap cemas karena jika pertemanan ini diterima pasti akan mendapatkan keuntungan yang lebih yaitu bisa mendekati ke dalam hati mantan kekasihnya yang sarat akan kasih sayang.


"Aku rasa bisa, mari kita menjadi teman yang baik lalu berikan kenangan termanis untukku!"


"Apa?"


Cup!


"Ini!"


"Kau?"


"Haha, mau marah?"


"Tidak."


"Kenapa?"


"Aku mengusap ingusku di jas mahalmu."

__ADS_1


"Ih jorok kau Diara!!"


*****


__ADS_2