Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek

Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek
Bertemu ibu Diara


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah Diara ...


Kedua orang itu masih ada di mobil dalam mobil. Sepertinya Diara agak ragu untuk membawa Mateo masih ke dalam rumahnya.


"Kau tidak mengajakku masuk?"


"Iya, sebentar, aku ingin melihat situasi. Jika ada ibu dan kakakku, kau akan habis di makan oleh mereka."


"Itu yang aku cari, tidak masalah."


"Benarkah?"


"Iya, benar."


Diara sepertinya enggan untuk membawa sang mantan kekasih masuk ke dalam rumah.


Ini di sebabkan oleh rasa cemasnya yang berlebihan hingga sang gadis menunda waktu yang cukup lama.


"Kau sangat nekat, kau bawa motorku ke bengkel, bahkan menggendongku. Parah kali kau ini," ucapnya kesal.


Sang gadis merasa bahwa Mateo sedang memberikannya pelajaran. Padahal selama ini tidak ada hal semacam itu.


Sejak dulu, Mateo orangnya selalu baik tanpa keluhan. Jadi saat seperti ini menjadi pembuktian jika Mateo masih baik, semua sifat menyebalkan sudah banyak berkurang.


Ini salah satu cara untuk Mateo mendapatkan hati Diara kembali. Meskipun perasaannya sangat hancur ketika mengetahui jika Diara sudah memiliki kekasih.


"Iya, aku tahu kau akan lelah jika harus berjalan sampai ke tempat parkir, kau paham kan?"


"Tapi caranya jangan seperti itu, sangat menyakiti hatiku."


"Loh, kok bisa."


"Kau membuatku putus dari Nicko, aku sedang sedih dan kau sok romantis, ini adalah satu hal yang aku benci."


"Haha, bisa ya seperti itu."


"Bisa saja, apalagi kau adalah mantan kekasihku. Sudah cukup untukku mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya."


"Ngawur, banyak alasan."


Sang mantan memahami akal bulus Diara yang sangat pandai membuatnya kesal.


Ia segera memaksa Diara keluar dari mobil, sebab waktunya sangat tepat untuk menjelaskan dan meminta maaf.

__ADS_1


.


.


.


Depan pintu rumah Diara ...


Kini Diara dan Mateo berada di depan pintu, sang gadis merasa ide si Mateo salah besar.


Ibu tercinta, tidak akan memberikan restu dengan mudah.


"Mateo, kau pulang saja ya? sepertinya ibuku sedang tidak di rumah."


Diara malas ribut, dia mencoba mencegah pertemuan ini.


"Janganlah, kenapa kau seperti orang takut?"


"Hehe, aku yakin, ibuku akan marah."


Klek!


Terdengar suara pintu terbuka.


Di sana ada sang ibu yang sedang menatap Mateo dan Diara.


"Bu, aku bisa menjelaskan semua ini."


Diara ingin menjelaskan alasan mengapa dia membawa Mateo ke rumah.


Namun, Mateo dengan mudahnya menyerobot.


"Aku datang kemari karena alasanku sendiri. Ibu, aku ingin meminta maaf akan segala kesalahanku. Aku tahu jika dulu salah, tidak pernah bisa membuat kekasihku bahagia. Tapi kau adalah wanita yang paling memahami seberapa besar cintaku pada Diara."


"Aku tidak tahu apa tujuanmu kemari, tapi kau dan keluargamu dari kasta yang berbeda. Pulanglah!"


Sang pria tidak menyerah begitu saja, Mateo bersimpuh di hadapan ibu Diara.


"Aku telah memahami semua keadaan ini, Edward bukan pria yang baik karena dia telah menyakiti hati anakmu, ibu! berikan kesempatan kedua untukku!"


"Kau pulanglah ke rumahmu, aku tidak ingin mendengar apapun darimu!"


Sang ibu menarik lengan sang putri, lalu menutup pintu rapat.

__ADS_1


Mateo mencoba untuk meminta kesempatan, tapi ibu Diara masa bodoh, pada intinya Mateo telah membuat sakit hati dirinya.


.


.


.


Dua jam berlalu ...


Diara dan sang ibu memantau Mateo yang masih ada di luar.


"Bu, berikan kesempatan kepadanya."


"Ih, tidak mau. Aku akan tetap pada pendirianku."


"Ibu!"


"Diam kau Diara! ibu yang paling memahami penderitaanmu, kenapa kau sangat senang membantu Mateo? Dia orang yang sudah membuatmu menderita. Kedua orang tuanya benar-benar merendahkan harga dirimu! kau dulu cinta buta, kenapa sekarang masih sama? dia tidak pantas di bela!"


"Nicko adalah pria yang baik, tetapi sangat jahat! Nicko berselingkuh dengan pacarnya Aldo. Apa ibu tahu? aku melihatnya sendiri, aku yang meminta bantuan Mateo. Ibu tidak tahu apa-apa!"


Sang ibu lalu segera memeluk tubuh sang putri.


"Apa yang kau katakan itu benar?"


"Iya, aku datang ke rumah Nicko, tapi pemandangan itu sangat nyata!"


Saat perasaan sedih itu masuk ke dalam hatinya, panggilan telepon dari Nicko, Diara abaikan.


DIa sudah malas.


Namun, sang ibu masih ingin tahu kebenarannya.


Sang ibu menjawab panggilan telepon itu dan mendengar sebuah pengakuan.


"Sayang? kenapa kau lama sekali menjawabku. Maaf aku yang salah, aku khilaf, saat ini aku merasa kau tidak tulus mencintaiku, kau lebih dekat dengan pria lain. Kau selalu membuatku cemas dengan segala tingkahmu. Aku selalu takut kehilanganmu, selalu merindukanmu, tetapi kau tidak pernah sekalipun tahu."


Ibu Diara kesal dengan kata-kata Nicko, seketika sang ibu berkata," Kau adalah pria paling tidak masuk akal, kau bisa saja menghindari ini semua, tetapi kau memilih untuk menduakan anakku, mencari hiburan lain. Jangan pernah datang lagi ke rumah, atau bermimpi menikahi putriku, aku tidak sudi memberikan restu!"


Pernyataan tegas sang ibu membawa sebuah kebahagian bagi Diara.


Namun semuanya dibantahkan oleh sang ibu.

__ADS_1


"Kau jangan merasa senang. Aku tidak menerima Nicko, bukan berarti aku akan mempertimbangkan Mateo. Jadi biarkan pria itu ada di sana."


*****


__ADS_2