Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek

Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek
Kena Ceramaah


__ADS_3

Dua jam kemudian ...


Di rumah Diara ...


Baru juga pulang, sang ibu sudah mengomel.


"Kau dari mana saja? tengah malam begini baru pulang, kau adalah seorang gadis! tidak sepatutnya keluar malam!"


"Hm, aku paham tentang apa yang akan Ibu katakan tetapi setelah ini aku ingin tidur, besok aku tidak mau kerja, aku mau tidur sampai malam lagi."


Diara sangat mengantuk tetapi ibunya sama sekali tidak menggubris, karena yang ada di pikirannya hanyalah sang anak harus mendapatkan hukuman sebab pergi terlalu lama dan membuat khawatir kakak dan sang ibu.


"Heh, kau itu adalah satu-satunya harapan keluarga, kenapa begitu tega melakukan hal ini? aku sudah mendesak kakakmu untuk berbicara, bagaimana bisa kembali kepada Mateo? bagaimana bisa seperti itu?"


"Bu, aku dan Mateo tidak melakukan banyak hal, kami hanya pergi ke bukit Bintang lalu makan es krim, aku bekerja dengannya, ibu pikir deh, bagaimana bisa aku menolak? aku pasti mematuhi apa yang dia katakan sebagai bos selain kata cinta."


"Ya, apa yang kau katakan memang benar adanya tetapi jika seorang pria sudah menyukai seorang gadis pasti akan dengan gencar serta perjuangan yang penuh untuk mendapatkan cinta itu jadi kau harus berhati-hati jangan sampai CLBK!"


Sang ibu, rasanya memang sangat mengantuk, tapi saat anak gadisnya pulang larut malam, sang ibu langsung memberikan ultimatum tanpa henti.


Ini merupakan satu hal yang tidak boleh di lewatkan.


"Ibu sudah selesai mengomelnya?"


"Hm."


"Aku tidur ya?"


"Ya."


Kedua orang bersih tegang masing-masing berjalan menuju kamar, mata anak dan ibu itu sudah dihantui ngantuk yang mendalam.


.


.


.


Di dalam kamar Diara ...


Sang gadis berada di dalam kondisi yang sangat memprihatikan.


Matanya tidak bisa dipaksa lagi untuk bangun.


Akhirnya dia memilih untuk tidur saja daripada bermain ponsel seperti sebelumnya.


.


.


.


Pagi hari pukul 05.00 ...


Anak gadis yang jarang memasak ikan, kali ini mengolah banyak makanan menjadi satu, paling utama adalah ikan laut.


Dia melakukan semua itu karena di dalam kulkas hanya ada menu ikan laut.


"Hoam, tumben masak."


"Memangnya tidak boleh?"


"Ya boleh saja, aku kan sedang berada dalam situasi yang alergi ikan laut, jadi aku tidak mau makan."


"Ya Tuhan, aku rencanakan semua ini dengan sangat matang, kau tahu kan aku susah bangun pagi. Ah kakak!"


"Berikan masakan pada Mateo, dia suka ikan laut."


"Hm, kenapa harus dia?"


"Nicko alergi juga."

__ADS_1


"Sok tahu."


"Loh bener lah."


"Aku lupa saat kita makan bersama di pantai, kau memaksanya untuk makan ikan laut, alhasil kulitnya bentol-bentol."


Diara mengingat akan semua itu, tapi pada dasarnya, bukan soal Nicko, tapi ingatannya selalu bersama dengan Mateo.


...


Pukul 09.00 ...


Sang gadis segera pergi dari rumahnya, dia berniat ingin membawa makanan ini untuk Mateo, tapi dengan nama samaran.


Kakak dan ibunya sudah makan, meski sedikit pedas, tak apalah daripada Diara marah.


Sepanjang perjalanan menuju kantor Mateo, dia menyamar sebagai petugas delivery order.


Penampilannya sangat mengesankan, sehingga dalam kehidupan yang akan datang, Diara pasti bisa menjadi aktris karena pandai berakting.


.


.


.


Kantor Mateo ...


Baru juga parkir, Mateo sudah ada di sampingnya.


"Heh, aku karyawan kantor ini bukan? kenapa memakai baju seperti itu?" tanya Mateo galak.


"Ini untuk bos, dari teman lama bos," jawab Diara.


"Siapa?"


"Diara, dia memberikan ini padamu."


Diara naik pitam karena mendapatkan ejekan seperti itu, namun, kembali menenangkan diri sebab dia berada dalam penyamaran yang cukup ketat, jadi tak bisa di kenali.


"Mungkin saja. Aku pulang dulu."


"Oke, terima kasih!"


Sang gadis menyerahkan dua box ikan bakar madu dan ikan santan pedas, semua masakan itu memang kesukaan Mateo.


.


.


.


Di ruangan Mateo ...


Sang bos merasa rambutnya sangat bagus hari ini karena mendapatkan kiriman makanan dari mantan kekasihnya, meskipun tidak ada nasi, dia bisa menyuruh anak buahnya.


Saat nasi sudah ada, Mateo segera makan menu nasi itu.


Namun, ada satu hal yang berbeda. Kenapa Diara tidak masuk kerja.


"Aku harus makan bersamanya."


Mateo menelepon Diara.


"Heh, kenapa kau tidak masuk kerja, tetapi justru memberikanku makanan ini?"


"Aku hanya ingin saja."


"Kenapa harus kurir yang mengantarkan? aku tidak mengerti? kau bisa datang dan memberikan sendiri makanan ini, apakah kau gengsi? atau merasa jika aku begitu menawan untuk dijadikan seorang kekasih kembali?"


"Tidak ada hal semacam itu di dunia ini, aku hanya ingin kau menjadi orang yang menghargai seorang kurir, aku dengar kau mengatai aku jelek?"

__ADS_1


"Iya, kau orang jelek dan kucel, tapi sangat manis. Kau paham kan?"


"Aku ingin tidur, kau jangan ganggu aku, kirim bekas wadah makanan itu pada kurir, aku akan sangat berterimakasih."


"Aku akan mengembalikan ke rumahmu, aku tahu?"


"Jangan aneh-aneh."


"Hahaha, aku akan memecatmu, kembalilah pada bosmu."


"Benarkah?"


"Iya, aku tidak ingin memaksamu, aku bahagia saat tidak ada aku di dalam hidupmu. Terima kasih atas semua yang kau lakukan padaku, semuanya, aku sangat terkesan. Ini membuktikan bahwa aku memang yang bersalah, tidak baik menyalahkanmu terlalu lama."


"Oh, kau sadar. Oke deh, aku akan menjadi orang yang senang padamu."


"Kau datang besok ke kantor."


"Tidak sekarang?"


"Katanya kau malas?"


"Hm, oke besok saja."


.


.


.


Sang pria berada dalam renungan yang cukup dalam mengenai seorang Diara, dalam waktu dekat, dia akan berada dalam kondisi ini.


Penyesalan yang menyakitkan.


Dia tahu jika Diara sangat mencintainya, hanya saja Mateo selalu menyakiti Diara, ini adalah hal pasti yang harus Mateo lakukan, meninggalkan Diara secepatnya.


..


Di rumah Nicko, hari ini Nicko izin tidak masuk kerja karena demam.


Sang kekasih tak tahu hal ini, jadi Diara menelepon Nicko dengan posisi Diara masih di kantor Mateo.


"Sayang? kau tidak kerja?"


"Maaf aku baru mengalami flu, serta pusing. Jadi tak bisa datang untuk bekerja. Apalagi meneleponmu, meraih ponsel di atas meja rasanya lemas."


"Apa perlu aku masak untukmu?"


"Datang saja kemari, aku punya banyak bahan makanan di sini."


"Oke deh."


.


.


.


Sang gadis yang masih berada di kantor, langsung on the way ke rumah sang kekasih yang kebetulan tidak jauh dari kantor.


Dia berharap setelah adanya sang gadis, bisa membuat suasana baru yang lebih akrab dari sebelumnya.


Namun, kehadiran Aldo membuat segalanya gagal.


"Aku tahu kau adalah Diara, turun dari motormu! aku ingin datang ke rumahmu, tapi kakakmu mengatakan kau ada di sini."


"Apa maumu?"


"Aku ingin kau tahu jika Nicko telah berselingkuh."


"Aku tidak percaya denganmu!"

__ADS_1


*****


__ADS_2