Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek

Pesona Mantan Bikin Klepek-klepek
Bertemu Nicko


__ADS_3

Diara berjalan mendekati pria yang ia lihat sebagai Nicko, pria itu terlihat berjalan keluar bar.


Sang gadis tak mau kehilangan momen ini dan terus saja mengikuti sosok yang dia anggap sebagai Nicko.


.


.


.


Di dalam mobil ...


Kedua orang itu masuk ke dalam mobil, lalu sang gadis juga mengikuti.


Hingga sang gadis merasa bahwa itu bukan Nicko, sehingga mengakhiri rasa penasarannya dengan masuk ke dalam bar menemui Aldo.


.


.


.


"Do?" panggil Diara.


"Ya, ada apa? bukannya kau sudah keluar dari bar ini? aku mengira kau pulang," jawab Aldo.


Sang pemilik bar, sebenarnya sedang memberikan minuman kepada salah satu pelanggan tetap, karena ada Diara, si Aldo langsung menghampiri sang gadis dan memintanya untuk duduk kembali di tempat yang sama.


"Apa ada masalah dengan mantan kekasihmu?" tanya Aldo dengan nada yang mengejek.


"Haha, apakah kau memuji aku yang sangat bodoh ini?" jawab Diara.


Sang gadis benar-benar dalam kondisi tidak memungkinkan untuk mengatakan apa yang sudah mereka sepakati di lantai 2.


Dia memilih untuk diam dan memberikan hal yang lebih positif dari sebelumnya untuk Aldo.


"Yah, Aku kira kau ingin kembali dengan mantanmu, kau sangat cerah ceria!"


"Haha, tidak ada di kampus untuk kembali padanya jadi jangan terlalu berharap ya?"


"Wkwkwkwk, kenapa dulu kau harus dengan Mateo? denganku saja juga lebih baik kan?"


"Haha, Kok hampir menikung hubungan kami dan akhirnya pergi begitu saja tanpa kabar. Hingga kau tiba-tiba ada di sini membuka bar."


"Iya, itu hanya masa lalu dan aku tidak akan mungkinnya hanya untuk membuat kau senang."


"Itu salahmu karena telah menjadikan aku merana. Temanmu, terlalu banyak bicara dan membuatku kesal. Kau pahamkan tentang apa yang aku katakan."


Diara mencoba untuk tetap tenang dan tidak melakukan apapun yang sekiranya bisa membuat dirinya lebih down dari sebelumnya.


Perasaan cinta sudah semakin hilang menurutnya, hanya saja lebaran jatuh itu tak memberikan waktu untuk Diara mendapatkan ketenangan dalam hidup ini.


Diara takut jika hal yang selama ini ia berdampak justru melihat ke permukaan.


Seorang Diara mana bisa terluka untuk kedua kali ini seperti itu bukan suatu hal yang berpengaruh di dalam kehidupannya.


.

__ADS_1


.


.


Perbincangan antara dua orang itu semakin tidak terkendali lagi karena, Mateo menjadi aktor pertama yang mendominasi pembahasan.


"Dia adalah seorang pria yang baik hanya saja kehilanganmu menjadikan jiwanya hancur, nggak perlu melihat dari sisi yang lain."


Aldo, tetap mencoba untuk memberikan kesempatan kepada Diara agar bisa berteman dengan Mateo, soal Nicko, nanti bisa dibicarakan lagi.


"Cih, mana bisa aku mempercayai apa yang sebelumnya aku benci! dia telah meninggalkanku, dan ini menyakitkan!"


Diara sangat memahami dirinya sendiri yang tidak akan pernah menjadi orang lain meskipun Aldo, akan membuatnya stress dengan mengatakan kepada Nicko mengenai hubungan Mateo dan Diara.


"Pria yang menjadi kekasihmu itu sering kemari, dia bersama dengan seorang gadis yang terlihat lebih muda darinya, aku baru bisa mengatakan ini karena kau sudah bertemu dengan Mateo. Dia tidak boleh tahu mengenai hal ini karena akan terjadi perang dunia ke-10. Mateo masih memiliki perasaan terhadapmu, jagalah hati Nicko, agar tidak menjadi satu masalah di kemudian hari."


Aldo selalu memberikan dukungan kepada sahabatnya, teman yang selama ini selalu berada di sampingnya meskipun ada permasalahan mengenai perebutan hati Diara.


Kini, Aldo sudah memiliki kekasih dan tidak akan terpengaruh akan kehadiran Diara.


"Jadi, aku harus melakukan apa? apa harus jungkir balik atau mengatakan kepada semua orang jika Nicko tidak sebaik yang aku kira?"


"Maksudnya?"


"Tadi aku melihat ada Nicko bersama dengan seorang gadis yang lebih muda, keduanya masuk ke dalam mobil entah apa yang mereka dilakukan."


"Haha, kau kembalilah pada pilihanmu yang utama, dia bukan pria yang baik untukmu."


"Aku merasa kekasihku adalah dia yang baik dan tidak berbohong seperti Mateo, dia adalah seorang pria kaya raya dan aku orang biasa, situasi yang tidak memungkinkan ini, apakah aku bisa menjadi pendamping hidup selamanya?"


Diara memiliki satu pemikiran yang sangat realistis mengenai perasaan cinta yang dirasakan olehnya kepada Mateo, jika ingin menjadi orang yang baik, pasti harus membuat baik kepada semua orang tetapi kali ini tidak, Diara akan bertindak tegas untuk menanyakan mengenai keberadaan Nicko.


"Nick, apakah ada di bar?"


"Aku ada di rumah bersama ibuku, apa yang terjadi?"


"Tidak ada, aku mendapatkan informasi dari teman sesama kantor, jika kau sedang berduaan dengan seorang gadis di bar."


"Tidak, aku tidak melakukan itu."


"Oh, oke. Bye sayang."


"Ya."


Panggilan telepon itu akhirnya usai, Aldo, sangat terkenal dengan apa yang dikatakan oleh Nicko.


"Bagus jika dia memang tidak ada di sini, setidaknya kau memiliki perasaan yang lebih baik lagi."


Diara terlihat berpamitan kepada temannya itu dan berjalan keluar dari bar tetapi Aldo mencegahnya.


"Menginaplah, aku tidak akan melepaskanmu jika temanku menjadi tidak waras!"


"Aku ingin pulang dan kau tak perlu mencegah!"


.


.

__ADS_1


.


Di depan bar ...


Ada beberapa orang yang berjalan masuk ke dalam bentuk, tapi ada lima pria yang sengaja menghadang langkah Diara.


"Nona cantik, siapa yang punya?"


"Yang pasti bukan bapak kau!"


Diara menjawab orang-orang itu dengan sangat ketus, sehingga membuat pemuda itu agak kesal.


Aldo datang dan ingin menyelamatkan si dari godaan pria-pria itu.


Tidak butuh lama, Aldo bisa mengusir semua pemuda dengan mudah.


"Kau baik-baik saja kan?"


"Iya, aku baik. Terimakasih."


"Bagaimana jika aku mengantarmu?"


"Tidak, kau di sini saja. Kau jaga Mateo."


Aldo memberikan contoh tentang kehancuran hati Diara karena harus meninggalkan Mateo dalam keadaan seperti ini.


"Kau paham kan dengan apa yang aku katakan? aku akan pulang."


Mateo yang berada di lantai dua, tiba-tiba menelpon Aldo.


Dia ingin berbicara dengan Diara.


"Kau bicaralah."


Sang gadis tidak mau melakukannya, Aldo memaksa.


Hingga Diara mau menjawab panggilan telepon itu.


"Ada apa?"


"Aku ingin kau datang padaku, kau datanglah! di acara ulang tahunku."


"Iya, aku tahu, kenapa sih?"


"Ada hal yang akan aku sampaikan padamu di sana, mengenai perasaanku."


"Kau jangan aneh-aneh."


"Aku tidak melakukan hal yang aneh-aneh, jadi tidak perlu merasa takut."


Aldo menahan tawanya, dia tidak menyangka jika Mateo bisa berkata seperti itu pada Diara.


Padahal dua orang itu, sangat sulit untuk di satukan.


"Aku menunggu kehadiranmu."


Sang gadis mulai cemas, dia tak akan mendengar pengakuan Mateo, tapi ini sangat mencurigakan, alhasil, Diara terpaksa mengikuti apa yang dikatakan oleh Mateo.

__ADS_1


*****


__ADS_2