
“Ada apa, Mang? Mau ikut tanya juga tentang saya dan beliau?” Ardy mengusap dadanya yang masih terkaget-kaget.
Mang Sapri menunjukan jarinya ke arah reruntuhan bangunan, “Bukan, Den! Maksudnya itu ... “
Semua mata mengikuti arah telunjuk Mang Sapri pada sisa reruntuhan bangunan yang telah hancur dan mulai mengobarkan api.
“Hhhmm ... “ Mbah Suko bergumam, “rupanya Iblis itu benar-benar tak akan menyisakan harta terlarang yang telah mereka berikan pada Karyadi!”
Api semakin membesar melahap seisi bangunan. Termasuk jasad Tuan Karyadi dan Nyonya Amanda yang masih tergeletak di antara reruntuhan bangunan itu.
“Sebaiknya kita segera pergi dari sini ... “ ujar Mbah Suko sambil menarik lengan Ardy yang masih terpana melihat kobaran api yang membesar.
Mang Sapri, Mbok Inah dan Sri Kemuning mengikuti dari belakang, meninggalkan tempat yang masih menebarkan aura yang menyeramkan tersebut.
Sementara itu peristiwa aneh lainnya juga terjadi di semua tempat usaha dan aset kekayaan milik Tuan Karyadi. Dalam waktu bersamaan, seluruh gedung kantor dan bangunan lainnya tiba-tiba diamuk si jago merah hingga habis tak tersisa.
Harta warisan Tuan Karyadi dari iblis sesat itu telah meninggalkan mimpi buruk. Termasuk satu di antaranya yang masih tersembunyi. Tak ada seorang pun yang mengetahui bahwa di dalam rahim seorang Sri Kemuning, tertanam benih manusia warisan Tuan Karyadi yang masih tersisa. Suatu saat, benih itu akan menciptakan teror dan petaka yang lebih mengerikan.
Sri bersikeras untuk tidak akan menggugurkan kandungannya, dengan alasan tak ingin menambah beban dosa yang telah diperbuat.
__ADS_1
“Sri akui, ini memang anak hasil perbuatan Tuan Karyadi dulu pada Sri, Bu,” ucap Sri suatu ketika saat didesak perihal kehamilannya yang mulai tampak membuncit.
“Mengapa dulu kamu tak berterus terang sama Ibu, Ndok? Setidaknya bayi itu ... “ Mbok Inah tidak meneruskan ucapannya.
“Digugurkan maksudnya, Bu?” tanya Sri sambil menggelengkan kepala, “tidak, Bu. Sri tidak akan pernah mau menggugurkan kandungan ini. Sri tidak ingin menambah dosa.”
Mbok Inah terdiam pasrah.
“Sri akan tetap menjaganya, melahirkan serta merawat bayi ini hingga dewasa.“
Padahal anak yang berada dalam kandungan Sri bersiap-siap menuntut balas, pada orang-orang yang telah mengalahkan iblis itu. Dan membuat Tuan Karyadi menderita, di bawah kekuasaan iblis berkepala anjing
yang telah memperbudaknya.
TAMAT
Bonus tambahan :
“Papah!”
__ADS_1
Satu suara memanggil Tuan Karyadi di sebuah ruangan yang dipenuhi oleh makhluk-makhluk mengerikan, begitu Tuan Karyadi dan Nyonya Amanda tiba di sebuah tempat asing, busuk dan lembab.
“Rezky? Nola?” seru Tuan Karyadi berbarengan dengan Nyonya Amanda.
Mereka berdua tidak mampu berjalan cepat karena kedua kakinya dirantai kuat dan diberi beban berat.
“Rezky! Nola!” teriak Nyonya Amanda memanggil kedua anaknya yang menjadi mainan makhluk-makhluk durjana itu.
“Diam! Tempatmu bukan di sini. Tapi di tempat lain bersama dengan anak-anak buahku!” bentak satu suara menggelegar sambil menarik paksa Nyonya Amanda ke sebuah tempat.
“Papah ... tolong!”
“Mamah!”
Tuan Karyadi tak mampu menolong istrinya yang diseret dengan kasar oleh makhluk-makhluk itu, menjauh darinya.
Sementara dari balik sebuah tempat jauh lainnya yang gelap, sesosok mata mengawasi mereka. Dari bayang kegelapan yang ada, tampak sosok itu berwujud seorang laki-laki tua berpakaian kumal, berjongkok dengan
penuh waspada memperhatikan tempat sekitar.
__ADS_1
Kemudian dia melesat pergi dan menghilang ditelan pekat yang menyelimuti area itu, bersama sapuan angin dingin yang menusuk tulang-belulang.
(Terima kasih kepada rekan-rekan yang selama ini telah berkenan mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir. Silakan ambil sisi positifnya dan jauhi kesan negatifnya. Cerita ini bersifat fiktif belaka)