PETUALANGAN CINTA

PETUALANGAN CINTA
Episode 10


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 22.45 malam, acara resepsi yang digelar dan berjalan begitu lancar pun sudah berakhir.


"Ara sayang, bunda sama ayah pulang yaa, selamat menjalani kehidupan baru, ingat apa yang bunda pesan dulu jadilah istri yang baik buat suami mu ya sayang" ucap Nyonya Dira sambil memeluk Ara. Ayah Anggara pun melakukan yang sama mengelus rambut putrinya dan memeluknya penuh sayang, lalu beralih menatap menantunya.


"Arslan ayah titip putri ayah yaa, tolong jaga dia, kalau putri ayah melakukan kesalahan kamu tegur dia, ajari dia jadi istri yang baik" ucap Tuan Anggara pada menantunya yang hanya dibalas senyuman dan anggukan oleh Arslan.


"Mantu kesayangan mama, mama sama papa juga pulang ya, kalian harus rukun-rukun. Kalau Arslan macem-macem sama kamu, kamu harus langsung bilang sama mama oke?" ucap Nyonya Ratih. "Iya mah, mama tenang aja" balas Ara sambil mengedipkan matanya.


"Arslan jaga istrimu baik-baik, dia tanggung jawabmu mulai hari ini, belajarlah buat menerima Ara, ingat jangan sampai nyakitin mantu papa." ucap ayah Andhi pada Arslan saat hendak pamitan, yang membuat Arslan menelan salivanya dengan kasar.


Setelah memastikan kedua orang tua mereka pulang, Arslan dan Ara pun beranjak ke kamar pengantin. Ara yang terlihat sangat gugup, sedangkan Arslan tersenyum penuh maksud.


Di kamar pengantin yang penuh dengan dekorasi indah itu, apakah sepasang pengantin ini akan melakukan ritualnya? heem


"Arslan jaga istrimu baik-baik, dia tanggung jawabmu mulai hari ini, belajarlah buat menerima Ara, ingat jangan sampai nyakitin mantu papa." ucap ayah Andhi pada Arslan saat hendak pamitan, yang membuat Arslan menelan salivanya dengan kasar.


Setelah memastikan kedua orang tua mereka pulang, Arslan dan Ara pun beranjak ke kamar pengantin. Ara yang terlihat sangat gugup, sedangkan Arslan tersenyum penuh maksud.


.


.

__ADS_1


Setelah mereka berdua sampai di dalam kamar pengantin. Ara pun meminta agar Arslan mandi lebih dulu, tapi tiba-tiba Arslan menuju arah meja ia meletakan berkas dan memberikannya pada Ara.


"Tanda tangani perjanjian ini, kita hanya akan menikah selama satu tahun dan selama itu jaga sikapmu dan jangan campuri urusanku" perintah Arslan pada Ara.


Ara yang tidak menyangka hal ini pun kaget, setelah bisa menguasai hatinya, ia pun menatap suaminya itu "Apa ada hal yang kamu tidak suka dariku mas? aku janji aku akan mengubahnya, pernikahan kita bukan untuk mainan mas" ucap Ara dengan nada sedikit takut.


"Hei, kau hanyalah gadis pembayar utang! jangan melewati batasanmu! ingat jangan bermimpi kalau aku akan mencintaimu apa lagi menyentuhmu, aku mencintai perempuan lain dan cepat tanda tangani itu!" perintah Arslan yang melemparkan pena ke arah Ara lalu melenggang pergi ke kamar mandi.


"Apakah ini yang dirasakan oleh parah tokoh novel pernikahan kontrak yang sering gue baca itu haha" ucap Ara dengan nada getir dan sesak di hati. Ara membaca baik-baik isi kontrak tersebut dan menandatangani berkas perjanjian. "Ahhh, belum apa-apa sudah seberat ini Tuhan" gerutu Ara.


Saat Ara keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama tidurnya yang menurut Arslan sangat seksi itu karena piyama yang dikenakan Ara cukup tipis dengan panjang di atas lutut yang menampakan kaki jenjang mulus milik Ara dan tanpa lengan, sejenak Arslan terpaku melihatnya terlebih saat melihat rambut Ara yang masih sedikit basah, tapi secepatnya ia tersadar saat melihat Ara akan ke tempat tidur.


"Hei bocah jangan tidur di kasurku, tidur di sofa sana!" ucap Arslan. "Mas Ra capek banget hari ini, boleh ya tidur di tempat tidur mas, lagian kan kasurnya juga luas, atau mas bisa batasin pakai guling saja ya" jawab Ara lembut. "Kamu tidur di Sofa!" bentak Arslan.


"Sabar Ra, sabar. Semangatt! bikin tuh kutub es biar jadi bucin nanti ke gue" gumam Ara yang sudah bersiap tidur.


Pagi menyapa, hari baru seharusnya diisi dengan semangat baru. Hal itu tidak berlaku untuk Ara sepanjang malam ia merasakan ketidaknyamanan, ia seperti kembali saat merasakan tidur hanya dengan selimut tipis di panti asuhan semasa kecil. Sebenarnya saat Arslan sudah tertidur Ara menaikan temperatur pendingin ruangan agar lebih hangat tapi entahlah saat Ara sadar temperaturnya kembali ke awal, karena malas harus bertengkar nantinya, akhirnya ia melewati malam dingin di malam pertama pernikahannya.


Ara yang sudah bangun lebih awal pun setelah berendam air hangat untuk menyegarkan tubuhnya berinisiatif untuk memesan beberapa menu sarapan, meskipun suaminya menolak dia tapi Ara harus tetap memerhatikan suaminya itu.


"Mas bangun Sarapan yuk" ujar Ara yang berusaha membangunkan suaminya.

__ADS_1


"Ganggu aja, sarapan aja sendiri" jawab Arslan sambil mengibaskan tangan Ara yang mencoba menyentuhnya.


"Mas sudah pukul 10 loh, katanya mau ke apartemen, kita kan harus ke rumah ayah bunda dulu buat ambil baju-baju Ra dulu mas, Ra juga udah siapin air buat kamu mandi" bujuk Ara. Melihat Ara yang terus menerus berisik membuat Arslan kesal dan langsung menuju ke kamar mandi.


Setelah menghabiskan sarapan mereka berdua pun langsung pergi mengambil baju Ara dan segera ke apartemen Arslan.


Saat Ara memasuki apartemen yang akan menjadi tempatnya tinggalnya mulai sekarang ia pun mulai melihat-lihat isinya.


"Wah apartemen kamu bagus mas desainnya, ada dua kamar, ruang tamu, dapur dan balkon buat duduk-duduk juga ya" ucap Ara penuh semangat.


"Tentu bagus, yang mendesain tempat ini wanita yang aku cinta tentu aja seleranya tinggi" balas Arslan cuek.


Ara yang mendengarnya pun hanya membuang napas secara kasar, bohong kalau dia baik-baik saja, hatinya merasa amat sesak, tapi dia hanya bisa memperlihatkan senyum manisnya.


"Kau, tidur di kamar itu" tunjuk Arslan pada Ara.


"Dan jangan masuk ke kamarku tanpa izin dariku terlebih memindahkan barang-barang milikku" sambung Arslan. Arslan pun masuk ke dalam kamarnya, yang ternyata dipenuhi oleh foto mantan kekasihnya.


Di dalam kamar, Ara mulai menata semua keperluannya, sambil sesekali menyeka air matanya. ia berusaha untuk menenangkan gejolak di hatinya.


"Ya tidak apa-apa, semoga nanti yang terbaik yang akan terjadi. Sekarang ayo semangat Ara, jangan mau kalah sama si kutub es ngeselin itu! selesaikan semua pekerjaan, mandi dan beristirahat" ujar Ara menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Saat ini Arslan dan Ara sedang menikmati makan malamnya, ya karena lelah dan belum menyiapkan bahan makanan akhirnya ia memutuskan untuk delivery order di restoran langganannya.


__ADS_2