PETUALANGAN CINTA

PETUALANGAN CINTA
Episode 8


__ADS_3

Esok adalah hari pernikahan Ara, hari ini selama di rumah dia melakukan banyak perawatan sebelum hari pernikahan. Sisil juga datang ke rumah untuk membantu Ara agar tidak terlalu gugup dan tentu saja memberikan semangat terbaik sebagai seorang sahabat.


Ara sedang duduk di halaman belakang, menikmati sore yang sejuk dengan banyaknya bunga dan segelas orange jus. Dia hanya menatap kosong dengan napas yang sedikit berat. Semakin mendekati hari pernikahan Ara semakin gelisah, padahal dia sudah memantapkan hati menerima Arslan dan pernikahan ini setulus hati, tapi rasa sebentar lagi akan meninggalkan rumah orang tuanya membuatnya gelisah, bagaimana pun juga setelah menikah dia tidak mungkin akan setiap hari main ke rumah orang tuanya.


"Hei Ra, jangan melamun entar kalau ada setan lewat gak kelihatan" ucap Sisil yang menepuk pundak Ara lalu duduk di sebelahnya sambil memakan cemilan.


"Ya lu setannya Sil" jawab Ara menggerlingkan mata kirinya, yang hanya dibalas dengan lemparan kacang oleh Sisil.


"Apa yang lu pikirin Ra? lu udah gak sabar pengen lihat otot tuh si CEO ya?" goda sisil dengan nada genit. "Yang bener aja lu Sil, otak isinya mesum mulu" sergahnya. "Lah lihat aja entar kalau lu udah lihat roti sobeknya, entar otak lu juga traveling mulu" jawab Sisil sambil tertawa.


"Gue masih gak nyangka aja bakalan nikah dan pindah tempat tinggal secepat ini" ujar Ara dengan nada sendu setelah beberapa saat suasana hening.

__ADS_1


"Sabar Ra, mungkin ini cara Tuhan buat ngasih kebahagian yang lain lagi buat lu" jawab Sisil. "lu harus terus semangat seperti Ara yang gue kenal, tenang aja kalau tuh CEO macem-macem sama lu gue bakalan bikin perhitungan sama dia" ucap Sisil lagi berapi-api sambil mengacungkan genggaman tangannya.


"Emang lu berani Sil kasih dia perhitungan?" tanya Ara. "Kagak sih Ra, tapi tenang aja selalu ada jalan menuju roma, kalau gue gak bisa kasih pelajaran terang-terangan kan gue bisa cari dukun Ra, kita santet aja tuh orang Ra" ucap Sisil sambil tertawa. "Otak lu isinya apaan sih Sil" sergah Ara yang tertawa sambil melemparkan kacang ke kening Sisil.


Berbeda dengan Ara yang merasa gugup karena waktu berjalan cepat, Arslan malah asyik di ruang bacanya dengan tumpukkan berkas pekerjaannya.


"Arslan! oh ya Tuhan. Kamu itu besok mau nikah loh bukannya istirahat, masih aja kerja jam segini" bentak nyonya Ratih. "Iya mah bentar lagi Arslan istirhat kok" jawab Arslan. "Kamu ini yaa" geram nyonya Ratih.


"Iya mah, mama mau berapa kali sih ngomong begitu terus" jawab Arslan yang mulai jengah.


"Jangan kira mama gak tahu apa-apa ya Arslan soal kamu yang masih cari tahu kondisi mantan mu itu" ujar Nyonya Ratih ketus, yang hanya membuat Arslan diam. Setelah dirasa cukup, nyonya Ratih langsung keluar meninggalkan Arslan yang membuang napasnya dengan kasar.

__ADS_1


Jika Arslan habis diancam oleh sang mama, berbeda dengan Ara, karena esok hari di mana Ara bukan lagi menjadi tanggung jawab ayah dan bundanya, Nyonya dan Tuan Anggara sedang berada di kamar putri kesayangannya itu, untuk memberikan semangat dan juga petuahnya, berharap putri kecil mereka bisa menjalankan pernikahan yang normal meskipun belum didasari cinta, tapi mereka percaya pelan-pelan jika terus bersama cinta itu juga akan hadir.


"Ra Sayang, tanggung jawab ayah ke kamu akan berpindah ke suamimu. Setelah besok kamu harus patuh pada suamimu, apa pun yang menjadi keinginan suami kamu selama itu dalam hal kebaikan kamu harus dahulukan, bahkan jika kamu hanya ingin datang ke rumah ini kamu harus izin lebih dulu, jika Nak Arslan tidak mengizinkan maka jangan coba-coba melakukan sesuatu tanpa seiziin suamimu ya" ucap Tuan Anggara sambil mengelus kepala putrinya.


"Iya, Ara sayang. Setelah menikah nanti kalian adalah dua orang asing yang baru bertemu dan hidup di atap yang sama, tentu saja akan ada banyak perbedaan dari kebiasaan kalian, kamu harus bisa memakluminya, selalu menghormati suami, penuhi kebutuhannya, kalau nanti Ara dan Arslan bertemu masalah, Ara harus bisa lebih kuat dari masalah itu, kalau nanti Ara duluan yang cinta sama Arslan Ara harus bisa buat Arslan juga cinta sama Ara, untuk membuka dua hati yang tertutup salah satunya harus terbuka lebih dulukan? Jangan pernah takut Ayah dan Bunda akan selalu jadi pendukung kamu, meski kita berjauhan tapi doa ayah dan bunda selalu mendekap erat dirimu sayang" tambah Nyonya Ratih pada putrinya dengan senyum tulusnya.


"Ayah sama Bunda tenang aja, Ara janji Ara akan berusaha sebaik mungkin menjalani pernikahan Ara, Ara juga akan berusaha jadi istri yang baik buat Arslan sama kayak Ara selalu berusaha jadi anak yang baik buat ayah dan bunda. Lagi pula ayah dan bunda jangan lupa, Ara punya mertua yang sayang banget sama Ara" ucap Ara sambil menahan tawa, yang hanya dibalas gelengan kepala oleh orang tuanya, setelah sesi drama keluarga selesai Nyonya dan Tuan anggara pun meninggalkan kamar Ara dengan hati lega.


Yaa.. putrinya memang masih muda tapi pemikirannya lebih dewasa, tidak perlu ada yang dikhawatirkan, dia percaya putri baiknya itu akan bisa menyelesaikan apa pun permasalahannya, dan dia hanya akan mendukung dan memberikan petuah-petuah dari pengalaman hidupnya, agar putri kesayangannya itu akan tetap tegak berdiri meski diterpa kuatnya badai kehidupan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Setiap cinta akan menemukan rumahnya. Ada yang langsung bertemu, tapi ada juga yang harus singgah sebentar di rumah yang salah terlebih dahulu. Tidak apa, setiap rumah yang sempat salah harusnya bisa menjadi pelajaran untuk cinta di musim berikutnya, sehingga saat kamu yakin dia adalah rumah untuk seluruh hidupmu, kamu tidak akan melewatinya.


__ADS_2