PETUALANGAN CINTA

PETUALANGAN CINTA
Episode 15


__ADS_3

"Tidak mungkin aku tertarik dengan bocah itu, aku kesal karena bagaimana pun dia adalah istriku masih menjadi milikku, dan aku tidak suka milikku didekati, yaa itu benar ini bukan cemburu. Aku masih menunggu Veve pulang" gumam Arslan. Sebenarnya Arslan paham betul dia sedang cemburu hanya saja logikanya menolak kebenaran hatinya saat ini.


"Ahh, sebenarnya ada apa dengan mas Arslan, apa dia cemburu? apa dia tadi ke toko bunga? apa mas Arslan sudah mulai menerimaku? gumam Ara yang masih bingung dengan sikap labil suaminya itu.


"Semoga benar, semoga pernikahan ini akan baik-baik saja, dia mau membuka hati untukku. yaa semangat Ra, pasti bisa bikin dia jatuh cinta denganku" ucap Ara yang menyemangati dirinya sendiri.


*****


Pagi menyambut lagi, hari berganti, waktu terus berjalan, tidak peduli dengan rasa sakit atau kebahagian di hari kemarin, hari ini akan menjadi kenangan juga untuk esok hari. Di apartemen mewah itu sepasang suami istri yang kemarin bertengkar kecil kini sedang asyik menikmati sarapan.


"Mas, kamu masih marah? Ara minta maaf mas, kalau mas tidak suka, Ra akan jaga jarak kok" ucap Ara membuyarkan keheningan di antara mereka berduka


"Aku tidak marah, kau cukup menjaga sikapmu saja" jawab Arslan dengan nada dingin.


"Ahh dingin sekali sikapnya, aku harus memikirkan cara agar kami bisa menjadi pasangan normal seperti pasangan yang lainnya" gumam Ara pelan


"Emm, Mas kamu hari ini ada rencana apa?"


"Tidak ada." jawab Arslan


"Gimana kalau kita keluar jalan-jalan mas, kita bisa ke tempat permainan atau ke mall nonton film baru atau makan di luar. Mau ya mas, Ra bosan nih di apartemen mulu" ajak Ara sedikit memohon.

__ADS_1


"Kenapa aku harus mau, mending juga di apartemen aja." jawab Arslan malas.


"Lagi pula nih ya Mas, kita kan menikah paling enggak selama satu tahun kan, kita akan terus bersama di tempat yang sama, kita harus membiasakan diri dengan kehadiran satu sama lainnya mas, kalau kita terus - menerus bertengkar, saling asing nanti ketika kita harus bertemu dengan keluarga atau rekan bisnismu, kita akan sangat terlihat canggung mas." jawab Ara memberi rayuan. Yaa Ara sudah memikirkannya semalam, dia harus berusaha agar hubungan mereka bisa naik tahap.


"Itu hanya alasanmu saja kan, kau memang bosan saja di apartemen jadi membuat alasan itu, walaupun memang masuk akal, tapi aku gak mau tuh nemenin bocah" jawab Arslan santai yang asyik menonton tv.


"Ah yasudah kalau mas gak mau nemenin Ra, Ra akan meminta dosenku itu untuk menemaniku bermain seharian" jawab Ara dengan nada kesal dan pergi mengambil handphonenya berpura-pura akan menghubungi seseorang.


"Jangan coba-coba, aku akan menemanimu, bersiap-siaplah sekarang.!" jawab Arslan langsung, dan meninggalkan Ara dengan senyum di bibirnya.


"Ahh aku tahu mas, sebenarnya kamu sudah mulai menerima keberadaankukan. pelan-pelan saja mas aku akan bikin kamu menjatuhkan hatimu padaku dengan pesonaku, dan membuatmu nyaman saat berada di sampingku, meskipun aku belum pernah pacaran tapi demi pernikahan kita aku akan berusaha lebih hebat lagi mas hehe" gumam Ara dengan senyum merekah sambil melangkah kembali ke kamar dan bersiap-siap.


****


"Apa yang pertama ingin kau cari Ra?" tanya Arslan pada Ara, sebenarnya ia malas harus ke mall karena ia menduga Ara paling hanya merengek ingin membeli tas, baju branded seperti kebiasaan perempuan lainnya.


"heemm, gimana kalau kita akan bermain di area salju dulu mas." jawab Ara semangat dan langsung menggenggam tangan Arslan dan mengajaknya ke area permainan salju. sementara Arslan yang digenggam tangannya hanya tersenyum dan mengikuti langkah Ara.


"Wooow ini sangat indah, mari kita bersenang-senang mas" ajak Ara yang sudah asik dengan dunianya.


Plak plak. tiba-tiba dengan santai Ara melemparkan bulatan salju yang sudah digenggamnya ke arah Arslan dan tertawa cerah. Arslan yang melihat Ara tertawa lepas pun melakukan hal yang sama, setelah berperang salju mereka juga berman ski tidak lupa berfoto ria. Arslan dan Ara saat ini tampak seperti pasangan yang saling mencintai.

__ADS_1


"Kau sangat senang bermain salju ya" tanya Arslan saat ini mereka telah berjalan keluar area permainan.


"Yaa, aku sangat suka, sangking sukanya dulu saat aku ingin melanjutkan kuliah aku membujuk ayah dan bunda agar mengizinkan aku untuk kuliah di tempat yang ada saljunya, tapi sebulan membujuk tidak ada artinya ayah dan bunda bersikeras tidak mengizinkan aku kuliah jauh dari mereka. Katanya, di kota ini juga ada kampus yang bagus dan toko bungaku tidak ada yang mengurus" jawab Ara sambil mengerucutkan bibirnya, melihat itu Arslan pun merasa gemas dengan tingkah Ara


"Hahaha kau lucu sekali, memilih kampus yang negaranya bersalju, bukan yang ada idolanya seperti penyanyi atau boyband" jawab Arslan.


"ah sudah-sudah kau membuatku mengingat kebodohanku dulu." sergah Ara yang hanya di balas kekehan dari Arslan.


"Baiklah, kau ingin ke mana lagi sekarang?" tanya Arslan.


"Bagaimana kalau kita ke Worldzone, ayuk tempatnya satu lantai di bawah" ajak Ara.


saat mereka berdua sudah sampai dan menyiapkan koin permainan. Ara sudah langsung ke arah permainan capit boneka tapi seperti biasa ia selalu gagal.


"Kenapa aku tidak pernah berhasil memainkannya!" ujar Ara kesal


"Karena kau bodoh! lihat caraku memainkannya" jawab Arslan yang langsung mengambil alih permainan.


"Yeayy, kau sangat hebat!" ucap Ara girang saat melihat Arslan berhasil mengambil boneka dipermainan itu dan langsung memeluk bonekanya, saat boneka itu terbebas dari kurungan mesin permainan. Arslan yang melihat itu pun hanya terkekeh geli.


"Gadis ini bisa begitu bahagia hanya dengan permainan anak-anak seperti ini" pikir Arslan sambil mengulas senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Ayo kau ingin memainkan permainan apa lagi?" tanya Arslan yang sudah menggenggam tangan Ara dan mengajaknya ke area permainan lain.


Hatiku selembar daun yang menguning digugurnya musim dan cerita menyenangkan tentang kita.


__ADS_2