
Ini merupakan hari ke tiga mereka di London. Tentu saja Jennie ingin menghabiskan waktu terakhirnya dengan bermain-main di pantai. Mereka hanya mendapat izin tiga hari untuk mengunjungi London, yang artinya mereka harus kembali ke indonesia besok. Rencana nya besok mereka akan berangkat lebih awal. Menggunakan helikopter pribadi dari sini menuju bandara, karena pesawat pribadi mereka tinggalkan di sana. Sang pilot yang merupakan bodyguard Farhan sudah menunggu disana sejak jam delapan malam tadi.
***
"Jennnieeeeeeee ....!"
Gadis itu menoleh kesana kemari. Dilihat nya Rayen sedang berlari dari kejauhan menuju diri nya. Jennie langsung terbelalak saat langkah kaki Rayen semakin mendekat. Cowok itu tidak memakai baju, hanya boxer sebatas paha berwarna hitam yang menggantung di tubuh nya.
OMG!
Jennie mengalihkan pandangan nya. Gadis itu pura-pura menunduk bermain pasir. Jelas saja, tubuh itu terlalu bagus untuk di pandang mata gadis mesum seperti Jennie. Rayen terus mendekat ke arah nya.
"Kamu lagi apa?" Tanya Rayen. Ia duduk di samping Jennie.
"Lagi main pasir." Jawab Jennie masih menundukkan kepala nya.
"Pagi-pagi begini udah main pasir, pantesan aku cari-cari tadi nggak ada."
Jennie sudah tidak tahan lagi melihat suami seksi nya, ingin rasa nya ia menerkam Rayen habis-habisan sekarang juga. Tapi takut Rayen nanti nya malah minta jatah Honeymoon , bagaimanapun juga kan Jennie belum siap. Belum siap hamil maksudnya.
"Kita mandi bareng, yuk." Ajak Jennie tiba-tiba. Seketika Rayen tercengang mendengar ajakan istri nya yang tidak biasa. Jennie segera menutup mulut nya. Aduh, bisa-bisanya mulutku ngomong gini. Kenapa otakku jadi mesum begini sih. Gara-gara ngeliat dada mulus Rayen jadinya sampai keceplosan kan. Batin Jennie mengutuki diri nya sendiri.
__ADS_1
"Apa? Tadi kamu nggak salah bicara kan?" Tanya Rayen memastikan.
Jennie langsung gelagapan. Ini semua bukan salah aku ya. Otak mesum ku nggak pantas di salahkan. Ini salah kamu, kenapa coba kesini cuma pakai boxer begitu. Siapapun pasti juga ngiler ngeliat nya. Batin Jennie. Ia terus mengumpati Rayen dalam hatinya. Padahal Rayen tidak bersalah, kan.
Jennie masih tetap melamun. Tidak menjawab pertanyaan suami nya. Ia menundukkan kepala nya karena malu dengan ajakan konyol nya tadi.
"Ayo" Ucap Rayen langsung menarik tangan Jennie, ingin membawa nya terjun ke air yang ada di depan mata nya.
"Eh, enggak." Jennie berusaha memberontak sekuat tenaga.
"Loh, kenapa? Bukannya tadi kamu ngajak mandi bareng ya?" Tanya Rayen dengan senyum licik.
"Enggak. Tadi salah bicara. Udah, lupain aja." Jawab Jennie gugup sambil melepaskan tangan nya dari genggaman kuat Rayen.
"Yaudah kalau gitu, aku mandi sendiri aja." Ucap Rayen. Tanpa aba-aba ia langsung nyebur ke pantai. Jennie semakin tergoda melihat tubuh Rayen yang terlihat lebih seksi karena basah.
Kenapa ya, cowok terlihat menggoda kalau tubuh nya basah seperti itu? Aku jadi nggak tahan ngeliat nya. Batin Jennie, otak nya mulai Travelling kemana-mana.
Jennie terus memandang tubuh seksi suami nya yang begitu menggoda. Rayen menyadari bahwa sedari tadi istri nya sedang memandangi nya tanpa henti. Ia sengaja membuat istrinya semakin tergoda dengan tubuh nya. Cowok itu memasukan kepala nya ke dalam air, lalu mengibas-ngibaskan nya di hadapan Jennie. Tentu saja trik konyol ala Rayen itu berhasil membuat gadis mesum seperti Jennie tergoda. Ia semakin memandangi tubuh suami nya tanpa mengedipkan mata nya sekalipun.
Hari semakin panas, matahari juga semakin terik. Jennie melihat jam tangan nya sudah menunjukan pukul dua belas siang. Merasa tidak kuat karena di terpa teriknya matahari, Jennie pun memutuskan untuk masuk ke dalam villa dan menyudahi acara bermain di pantai nya. Melihat Jennie pergi begitu saja, Rayen merasa kecewa. Trik yang ia buat malah membuat istri nya pergi.
__ADS_1
Rayen langsung menyusul istri nya masuk ke dalam villa.
***
"Jus-tin." Jennie terkejut melihat Justin duduk di ranjang nya. "Ke-kenapa kamu ada di kamar ini? Cepat keluar. Jika Rayen tahu ia pasti marah."
"Bukannya Rayen nggak keberatan kalau aku disini? Kemarin saja dia diam melihat kita bercanda tawa berdua." Ucap Justin dengan santai nya.
"Itu karena dia sedang menahan amarah. Lagian nggak mungkin kan dia marah-marah disini. Kamu tahu kan ini dimana? Ada banyak penjaga diluar, dan ada bibi juga di dalam. Tentu nggak mungkin banget kan kalau Rayen harus marah-marah di depan bibi dan para bodyguard nya." Jelas Jennie panjang lebar sambil menatap tajam mata Justin.
Justin diam tak bergeming. Ia tak kunjung bangkit dari ranjang. Tingkah nya membuat Jennie semakin emosi. Dengan emosi yang sudah membakar jiwa, Jennie mendekati Justin dengan maksud untuk mengusir nya. Namun Justin malah menarik tangan Jennie hingga terjatuh di ranjang dengan posisi terlentang. Kemudian di susul Justin yang menindih tubuh Jennie. Kaki Justin tersandung kaki Jennie sehingga ia jatuh menimpa Jennie. Mereka saling menatap dengan posisi tumpang tindih. Rayen tiba-tiba masuk ke kamar dan amat sangat terkejut melihat Justin yang sedang menindih istri nya.
"Hey! Apa-apaan kalian!" Teriak Rayen. Ia benar-benar sudah tidak bisa menahan amarah nya. Kemarin ia berusaha sabar ketika melihat istrinya bercanda tawa dengan Justin, dan sekarang ia bahkan melihat adegan yang lebih gila dari itu.
"Kalian. Ternyata di belakang ku kalian seperti ini." Rayen benar-benar emosi. Ia segera menarik kerah baju Justin dan membanting tubuh nya kasar ke lantai. Justin terlempar ke sudut tembok hingga dirinya meringis kesakitan. Jennie sontak terkejut melihat kekasaran suami nya. Tidak di sangka sebelum nya bahwa ternyata Rayen sekasar itu.
***
Setelah perkelahian itu berakhir, akhirnya mereka memutuskan untuk membuang ego nya jauh-jauh. Rayen meminta maaf atas kelakuan nya pada Justin. Begitu juga dengan Justin yang sebaliknya meminta maaf pada Rayen karena perbuatannya pada Jennie. Setelah mendengar penjelasan dari Justin, Rayen kembali memendam amarah nya dan mencoba memaafkan Justin. Ternyata ia hanya salah paham. Sementara Jennie bahagia melihat kedua pria itu saling memaafkan dan kembali akur. Gadis itu dengan berani memeluk Justin dan juga Rayen. Dengan berat hati, Rayen terpaksa merelakan istrinya memeluk pria lain. Sebenarnya hatinya mencebik kesakitan. Tapi ya apa boleh buat. Ego tidak akan menyelesaikan masalah.
***
__ADS_1
Maaf baru sempet UP guys. 😊