Please, Don'T Go. Baby!

Please, Don'T Go. Baby!
CH 16 ~Lisa & Reyhan


__ADS_3

Di balik sana, Reyhan sedang mengerjakan semua dokumen-dokumen dari Papinya. Tiba-tiba datang seorang gadis yang tidak Reyhan tidak ketahui identitasnya. Gadis itu langsung masuk ke ruangan Reyhan tanpa mengetuk pintu.


"Siapa kau?" Tanya Reyhan dingin


"Dimana sahabatku?" Tanya gadis itu. Pertanyaan itu membuat Reyhan kebingungan. Siapa sahabat yang dimaksud gadis itu.


"Setelah beberapa hari lalu aku melihat adikmu bertengkar dengan sahabatku, sekarang aku tidak pernah melihat sahabatku lagi. Cepat katakan dimana dia? Dimana adikmu menyembunyikan sahabatku?" Tanya gadis itu dengan volume tinggi. Sekarang Reyhan mengerti siapa sahabat yang dimaksud gadis itu. Tidak lain adalah Jennie, sang istri tercinta adik konyol nya.


"Siapa kau?" Reyhan mengulangi pertanyaan yang belum terjawab.


"Aku Lisa. Aku sedang mencemaskan sahabatku. Sudah tiga hari ini dia tidak ada kabar. Nomornya tidak bisa dihubungi. Dimana dia?" Tanya gadis itu lagi.


"Aku tidak tahu." Jawab Reyhan dingin. Ia masih sibuk mengerjakan dokumen-dokumen itu tanpa mengalihkan pandangannya kepada gadis di hadapannya.


"Bohong!" Lisa tahu itu bohong. Tidak mungkin Reyhan tidak tahu dengan keberadaan adiknya sendiri.


Reyhan pun akhirnya memberitahu Lisa tentang keberadaan adiknya bersama Jennie.


"Rayen dan Jennie sedang berlibur ke London. Besok mereka akan pulang, jadi kau tidak perlu khawatir." Ucap Reyhan.


"Kenapa kau tidak ikut mengawasi mereka? Bukankah sangat berbahaya jika pasangan muda di bawah umur pergi keluar? , apalagi sampai ke luar negeri." Tanya Lisa lagi


"Aku sibuk. Tidak ada gunanya aku mengawasi mereka. Aku tidak tahan mendengar ocehan konyol adikku. Lagi pula Papi sudah mengirimkan seseorang untuk mengawasi mereka." Jawab Reyhan dengan pandangan yang masih tertuju pada layar laptopnya.


"Siapa orang yang di kirimkan Papi mu untuk mengawasi mereka?" Tanya Lisa penasaran.


"Justin. Sebelum Justin datang, mereka sudah di awasi beberapa Bodyguard dan juga Bibi." Jawab Reyhan.


"Hah? Justin juga ada disana?" Lisa terkejut.


"Iya. Dia dikirim Papi ke sana untuk mengawasi mereka berdua. Berjaga-jaga takut mereka berbuat mesum." Wah, lagi-lagi Lisa terkejut mendengar penjelasan Pria konyol di hadapannya ini. Bagaimana bisa otaknya berpikiran sejauh itu? Mau melakukan apapun juga boleh kan, toh mereka juga sudah menikah, harusnya sudah sah dong. Otak konyol Reyhan tidak jauh dari adiknya.


"Ya sudah, jika kau tidak ada kepentingan lagi, silahkan keluar." Usir Reyhan. Lisa diam tak menjawab. Ia malah duduk di kursi menghadap Reyhan.


Reyhan dibuat bingung dengan gadis aneh yang mengaku sebagai sahabat Beautiful girl nya ini. Reyhan tetap fokus pada layar laptop. Sesekali melirik Lisa yang sedang menatapnya.

__ADS_1


"Kau tampan sekali. Apa tugasmu di sini? Apa kau seorang CEO?" Beraninya Lisa bertanya lancang seperti itu.


"Bukan. Aku hanya membantu Papi disini. Aku bukan CEO, bukan juga Boss." Jawab Reyhan dengan santai. Kini matanya sudah beralih menatap Lisa. Siapa sangka, pria tampan yang dikenal dingin itu merespon pertanyaan tidak masuk akal dari seorang gadis yang bahkan ia sendiri tidak mengenalnya.


Mereka berdua kini saling tatap.


Kenapa jantung ku mendadak tidak normal begini karena menatap pria tampan yang begitu menawan ini? Batin Lisa.


Kenapa jantung ku berdetak lebih kencang jika menatap gadis ini? Batin Reyhan.


Saat adegan saling tatap itu masih berlangsung, Papi Farhan tiba-tiba masuk ke ruangan itu. Ia begitu terkejut melihat adegan putra sulung nya yang sedang menatap seorang gadis cantik di hadapan nya.


"Hey." Farhan menepuk bahu Reyhan. Sepertinya kedua manusia itu tidak sadar kalau Papi Farhan masuk ke ruangan ini.


Reyhan langsung kaget bukan main melihat sosok Papi nya yang tiba-tiba ada di sampingnya. Ia bahkan sontak melompat dari duduknya. Begitu juga dengan Lisa yang langsung memerah pipi nya karena malu.


"Eh, Papi.." Reyhan gugup.


"Lanjutkan saja tatap-tatapannya." Ucap Papi Farhan sambil tersenyum. Ia meletakkan sebuah berkas ke meja Reyhan.


"Hey, sebaiknya kau pergi dari sini. Sebelum Papi ku mengira kita ada apa-apa." Ucap Reyhan dengan maksud mengusir gadis itu dari ruangannya.


"Apa kau tidak kesepian jika aku tinggal pergi?" Lisa kembali melayangkan pertanyaan konyol yang sangat tidak masuk akal.


Seketika Reyhan termenung, entah kenapa rasanya berat sekali membiarkan gadis itu pergi. Padahal dia sendiri yang mengusir gadis itu.


"Baiklah, terserah kau saja." Reyhan pasrah. Sebenarnya ia tidak ingin gadis itu pergi dari ruangannya. Ia ingin mengenal gadis itu lebih dekat. Secara kan dia sahabat Beautiful girl nya. Setidaknya jika tidak bisa merebut Beautiful girl nya dari tangan Rayen, ia harus bisa mendapatkan gadis ini sebagai penggantinya.


"Hey, siapa namamu? Kan kita belum berkenalan." Tanya Reyhan.


"Aku Lisa." Jawab Lisa sambil mengulurkan tangannya pada Reyhan. Reyhan pun membalas uluran tangan itu.


"Aku Reyhan."


"Ya, aku sudah tahu." Ucap Lisa sedikit ketus.

__ADS_1


"Tahu dari mana? Apa selama ini kau mencari tahu tentang ku?" Tanya Reyhan dengan PD nya.


"Kau itu sudah terkenal di seluruh sosial media. Jadi siapapun akan mengenalmu tanpa harus berkenalan." Penjelasan Lisa membuat Reyhan merasa malu sendiri.


"Apa kau masih single?" Pertanyaan konyol ala Reyhan mulai bertaburan dimana-mana.


Lisa memutar otaknya, mencoba mencerna pertanyaan Reyhan yang kadar konyol nya melebihi Rayen.


"Kenapa bertanya seperti itu?" Tanya Lisa heran.


Jujur, karena baru kali ini Lisa mendapatkan pertanyaan seperti itu.


"Kau cantik sekali." Pujian konyol ala Reyhan juga keluar. Perlu di ingat, itu hanyalah pujian modus.


Lisa tersenyum malu mendengar pujian Reyhan. Sungguh, ini kali pertamanya juga ia mendapat pujian seperti itu.


"Kau juga sangat tampan." Wah, Lisa malah memuji Reyhan. Cowok itu langsung girang bukan main mendengar pujian manis dari bibir Lisa.


Mereka kembali saling tatap. Ada sekitar setengah jam sepertinya adegan saling tatap itu kembali berlangsung. Aura bucin tercium jelas jika siapapun berada di dekat mereka. Abaikan.


"Apa boleh kita berteman dekat mulai sekarang?" Tanya Reyhan. Modus level dua, ingat itu. Yakinlah, keinginan Reyhan sebenarnya bukan hanya sekadar teman.


"Boleh." Jawab Lisa lagi. Tentunya dengan senang hati ia menerima Pria tampan itu sebagai teman dekatnya.


"Bolehkah aku meminta nomor ponselmu?" Reyhan menatap binar gadis itu, berharap gadis itu mau memberikan nomor ponselnya.


Tanpa diminta, Reyhan langsung memberikan ponselnya pada Lisa. Gadis itu menerimanya dan mengetik kan nomornya di ponsel Reyhan. Ia memberikan ponsel itu kembali.


Sudah bisa ditebak, mereka berdua memiliki perasaan lebih dark sekadar teman sekarang.


******


***Maaf guys, kalau kalian bingung dengan alur cerita ini. Pasti dari kalian ada yang bertanya-tanya, 'Kenapa tiba-tiba malah bahas Lisa dan Reyhan?' , 'Dimana tokoh utamanya?', 'Kenapa ceritanya tidak nyambung begini?' . Yang namanya novel memang seperti ini. Tidak hanya membahas tokoh utama saja, melainkan tokoh lain juga harus di selipkan di beberapa episode. Jadi tolong di mengerti ya guys😊


Semoga kalian menyukai cerita ku*** ..

__ADS_1


__ADS_2