Please, Don'T Go. Baby!

Please, Don'T Go. Baby!
CH 3 ~Bertemu mertua


__ADS_3

Mobil Sport Jennie berhenti tepat di depan gerbang hitam tinggi yang menjulang. Mereka berdua pun turun dari mobil. Jennie menatap kagum rumah Rayen yang besarnya bagaikan sebuah istana, mungkin dua kali lipat dari rumahnya sendiri. Jennie melamun sejenak sambil memandangi keindahan rumah bak istana tersebut dari luar.


Luarnya saja sudah seindah ini, bagaimana dalamnya? Batin Jennie.


Rayen menyadari Jennie melamun langsung membuyarkan lamunan Jennie.


"Hey. Ayo masuk" Ajak Rayen sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Jennie.


"Eh. Iya." Jawab Jennie ketika tersadar dari lamunannya.


"Selamat datang di rumahku, wahai istri tercinta." Aura istana terasa sekali begitu Rayen membuka pintu rumahnya. Hampir semua barang-barang di rumah itu berwarna emas, dimana satu barangnya saja sudah di pastikan harganya milyaran.


Apa? Apa aku tidak salah dengar. Istri tercinta?


"Kok sepi?" Tanya Jennie.


"Mami sedang di ruang keluarga. Sedangkan Papi dan Kaka kerja di kantor. Jadi kalau siang hanya ada aku sama Mami. Sisanya para pekerja yang ada di rumah ini." Tutur Rayen menjelaskan pada Jennie. Lagi-lagi Jennie hanya mengangguk sebagai tanda mengerti.


"Ya sudah, kita langsung menemui Mami atau mau ke kamar aku dulu?" Tanya Rayen.


"Terserah" Satu jawaban andalan Jennie ketika ia sedang di landa bingung. Jujur saja, Jennie sebenarnya masih bingung dengan tata letak rumah Rayen yang bisa di katakan cukup rumit.


"Ya sudah, ayo sekarang kita temui Mami dulu." Ajak Rayen sembari menuntun Jennie ke ruang keluarga untuk menemui Mami nya.


***


"Hai, Mam." Sapa Rayen sambil mencium pipi Mami nya.


"Hai, sayang. Mami pikir besok kalian baru berkunjung kemari." Mami Rayen membalas ciuman putra bungsunya.


Jennie masih kebingungan, memandangi semua sudut ruangan itu dengan teliti, seakan seperti sedang mengabseni barang-barang antik di sana satu per satu.


"Jen, ayo duduk." Ajak Rayen. Jennie terperanjat tapi ia tidak membantah dan segera duduk di samping Rayen.


Duh. Mengganggu saja sih. Aku sedang asik melihat barang-barang antik di rumah ini, tahu! Gumam Jennie dalam hati.


"Jennie, kamu belum salaman loh sama Mami" Bisik Rayen.


Jennie baru sadar kalau ternyata sedari tadi ia belum menyalami ibu mertuanya.

__ADS_1


"Mam" Sapa Jennie sambil menyalami ibu mertuanya itu.


"Eh, iya nak Jennie. Masih bingung, ya? Dari tadi Mami lihat kamu memandangi seisi ruangan ini dengan sangat cermat dan teliti" Tanya mami Luna sambil tersenyum.


Mami Luna merupakan Mami dari Rayen, yang artinya itu ibu mertua Jennie.


"Eheheh. Iya, Mam." Jawab Jennie terkekeh. Pipinya mulai memerah menahan malu.


Sepertinya Luna sangat menyukai menantu barunya itu. Jennie memang gadis yang sangat cantik dan juga ramah. Rayen juga sepertinya sudah jatuh cinta dengannya.


Ketika manusia itu sedang berbincang-bincang sambil sesekali tertawa. Kebahagiaan kecil tersirat di wajah Jennie, karena tidak menyangka bahwa mertuanya ternyata sangat baik dan juga ramah, sama seperti dirinya.


Pernikahan yang sebenarnya tidak di sengaja dan tidak terpikirkan oleh Jennie sebelumnya ternyata akan se bahagia ini. Jennie senang memiliki Ibu mertua yang begitu baik. Tetapi entah seperti apa Ayah mertua nya. Dia belum sempat melihat Ayah mertuanya karena katanya Ayah dan Kaka Rayen sedang bekerja di kantor. Ia sungguh tidak sabar menanti kepulangan Ayah mertua dan Kaka iparnya itu.


Ada sekitar dua jam mereka ngobrol du ruang keluarga, rasanya Jennie sudah mulai akrab dengan ibu mertuanya. Ibu mertuanya juga sangat menyayangi Jennie, bahkan lebih dari ia menyayangi putra bungsunya yaitu Rayen.


Luna sangat menginginkan anak perempuan, mungkin itu sebabnya ia sangat menyukai Jennie. Reyhan dan Rayen merupakan kedua putra yang ia miliki. Kala itu, ia sudah berusaha keras melakukan apapun agar anak keduanya yang lahir perempuan, namun semua usahanya sia-sia. Anak kedua yang lahir setelah Reyhan adalah Rayen, anak berjenis kelamin laki-laki. Luna selalu menjaga buah hati bungsunya itu dengan sangat hati-hati, dan ia juga memperlakukan Rayen seperti perempuan. Maka dari itu sikap girly yang melekat kuat pada diri Rayen adalah manja. Bahkan ia juga di juluki sebagai cowo cupu di sekolahnya. Untungnya sekarang ia sudah tidak lagi bersekolah dan menyandang status baru yaitu menikah. Yang artinya Rayen sudah bebas terhindar dari serangan maut ulat pohon teman-temannya.


Jennie mulai lelah karena terus duduk di sofa. Ia mengajak suaminya ke kamar. Tetapi ia tidak mengucapkannya dengan lisan, hanya menggunakan kode melalui matanya. Berharap Rayen peka dengan kode yang di berikan Jennie tersebut.


"Mam, Rayen sama Jennie ke kamar dulu ya. Sudah lelah soalnya" Pamit Rayen malu-malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya sudah, sebaiknya kalian istirahat saja di kamar. Kasihan pengantin baru kan harus menghabiskan waktunya berdua di kamar" Usul Mami Luna sambil tergelak kencang. Jennie dengan sekuat tenaga menahan malu, seperti biasa pipinya sudah mulai memerah.


"Jangan meledek seperti itu, Mam. Jennie malu, nih." Ucap Rayen sambil melirik ke arah Jennie yang sedang menunduk menyembunyikan pipi merahnya.


Hahaha. Luna tertawa keras melihat tingkah lucu menantu nya itu.


Rayen langsung menggandeng tangan Jennie membawanya ke kamar, sebelum Mami nya semakin meledek istrinya itu.


***


"Sayang, maafkan Mami ya. Dia memang suka meledek seperti itu." Ucap Rayen seraya menggenggam tangan Jennie sambil duduk di ranjang mewahnya.


"Hah? Sayang? Kenapa manggilnya seperti itu?" Tanya Jennie bingung merasakan perbedaan suami nya. Otaknya terus berputar mengingat kejadian kemarin, dan hari ini. Sungguh sangat berbeda. Pikirnya.


Kemarin dia sepertinya tidak menyukaiku. Tapi kenapa sekarang dia memanggilku dengan sebutan Sayang?


"Kenapa? Kamu nggak suka aku panggil sayang? Kamu kan istriku, jadi wajar dong." Ucap Rayen dengan penuh penekanan di ucapan terakhirnya.

__ADS_1


"Bukan begitu. Hanya saja aku bingung kenapa tiba-tiba kamu memanggilku sayang? Apa kamu sudah mulai mencintaiku?" Tanya Jennie.


"Aku akan berusaha untuk mencintaimu, sayang. Dan aku juga akan berusaha untuk menjalankan tugasku sebagai seorang suami. Walau bagaimanapun juga kita ini kan sudah menikah" Jawab Rayen menggunakan logika waras nya.


"Terimakasih, aku juga akan mencoba untuk mencintaimu, suamiku" Jennie kembali memeluk Rayen.


Rayen pun akhirnya membalas pelukan Jennie dan mencium keningnya dengan lembut. Sepertinya sudah ada cinta di hati mereka.


***


#Visual tokoh


Pemeran Luna (ibu Rayen dan Reyhan)



Ibu yang berusia 36 tahun. Memiliki hobi membaca. Seorang ibu yang memiliki karakter baik dan ramah. Ia juga sangat menyukai menantunya (Jennie)


Pemeran Farhan (Ayah Rayen dan Reyhan)



Pria gagah seorang CEO di perusahaan PC sekaligus suami dari Luna. Memiliki dua anak yang tampan dan satunya imut, yaitu Reyhan dan Rayen. Usia Farhan saat ini menginjak 39 tahun.


Pemeran Reyhan (Kakak dari Rayen)



Pria tampan yang baru berusia 20 tahun. Hanya terpaut 4 tahun dengan adiknya yaitu Rayen. Pria ini sangat gagah dan berkharisma, membuat hampir seluruh wanita penduduk bumi jatuh cinta dengannya. Ia juga jatuh cinta dengan istri adiknya sendiri, yaitu Jennie. Dia sering membantu Papi nya bekerja di kantor, berbeda dengan Rayen yang hanya tidur saja kerjanya.


******


Maaf ya guys, di Visual tokoh utama nya nggak aku kasih deskripsi. Kemarin lupa karena saking banyaknya kerjaan. Harap di maklumi ya guys🙏. Sejujurnya aku ini masih seorang pelajar SMK, jadi banyak tugas sekolah yang harus aku kerjakan.


Jadi aku jelasin mengenai tokoh utamanya di sini saja yaa🙏


Rayen itu merupakan Pria imut yang berusia 16 tahun, dia baru saja akan lulus SMP. Namun semua cita-citanya hancur seketika karena kejadian fatal yang tidak terduga sebelumnya. Rayen memiliki hobi menggambar, meskipun dia laki-laki, tetapi hobi nya seperti perempuan. Kebiasaan terburuk nya adalah bermalas malasan di kamar, bahkan ia bisa tidur seharian di kamar tanpa keluar sekali pun.


Sedangkan Jennie merupakan gadis yang berusia 15 tahun, dia tidak lagi bersekolah karena dia memang tidak memiliki keinginan untuk sekolah. Ia hanya tamatan SD, namun otak pintarnya mengalahkan Rayen. Jennie memiliki hobi berenang. Dia memiliki beberapa sifat buruk, yang salah satunya adalah gampang emosi.

__ADS_1


*********


__ADS_2