Please, Don'T Go. Baby!

Please, Don'T Go. Baby!
CH 4 ~Tiba-tiba datang


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Jennie, saatnya untuk menyiram tanaman.


"Na..na..na.. La..la..la.." Jennie bersenandung riang sambil berjalan lenggak-lenggok menuju taman bunga. Menyiram bunga, adalah kegemaran Jennie. Beberapa bulan terakhir ia tidak pernah lagi menyiram bunga, dan sekarang ia bisa melakukan hobi nya lagi, yaitu menyiram berbagai bunga-bunga cantik di sekeliling taman. Taman bunga tersebut milik orang tua Rayen. Berkat menikah dengan Rayen lah ia bisa melakukan hobinya kembali. Banyaknya bunga-bunga di taman tersebut membuat Jennie semakin bersemangat.


Jennie menyirami bunga-bunga cantik itu sembari terus bersenandung, hatinya begitu bahagia. Pandangan dan pikirannya terkunci pada satu kelopak bunga yang begitu indah.


"Hai, cantik. Sedang apa kau disini? ini bukan tempat yang tepat untuk gadis cantik sepertimu"


Jennie terbelalak kaget, mencoba menerka-nerka siapa orang yang ada di belakangnya itu. Namun pandangannya tetap terfokus pada kelopak bunga tersebut.


Ya tuhan, tolong beritahu aku siapa dia? sungguh aku tidak ingin membalikkan badanku hanya untuk menatapnya. Batin Jennie.


Pria itu mendekati Jennie. Satu langkah.. Dua langkah.. Tiga langkah.. Mendekat.. dan semakin mendekat.


Jennie semakin penasaran dengan pria asing itu. Hingga ia memberanikan diri membalikkan badannya menatap pria itu.


OMG! Betapa terkejutnya ia saat tahu bahwa ternyata pria itu adalah Reyhan, kakak dari Rayen yang sangat terkenal di jejaring sosial media. Banyak netizen yang bilang bahwa Reyhan itu sangat tampan. Ternyata benar, dia memang sangat tampan. Batin Jennie.


"Ma.. mau apa kamu ke sini?" tanya Jennie gugup.


"Tentu saja mau menemanimu, cantik."


"Ja..jangan macam-macam kamu!" Tubuh Jennie mulai gemetar-gemetar takut, ia mencoba mundur, mundur dan terus mundur, hingga menabrak pagar kayu pembatas taman, pikirannya semakin panik.


"Tenang, aku tidak akan macam-macam denganmu. Aku hanya tertarik dengan aroma tubuhmu. Akan ku pastikan kau akan segera menjadi milikku sebentar lagi." Ucap Reyhan dengan senyum simpul di bibirnya.


Pria bernama Reyhan itu semakin tertarik dengan istri adiknya yang tidak biasa, walau sebenarnya ia belum mengetahui bahwa gadis di hadapannya itu merupakan istri sah adiknya sendiri. Sepertinya rumah ini akan menjadi ramai. Ada cinta segitiga tersembunyi yang tidak di ketahui Rayen. Tapi percayalah, sebentar lagi pasti Rayen akan segera mengetahuinya.

__ADS_1


Reyhan memberanikan diri untuk memeluk Jennie dan mengutarakan perasaannya. Memeluk secara tiba-tiba dan hampir membuat jantung Jennie nyaris lepas dari tempatnya.


"Berani sekali kamu memelukku!"


Reyhan tidak memperdulikan ucapan Jennie, ia malah semakin mengeratkan pelukannya saat Jennie mulai memberontak.


Plakkk ........!


Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Reyhan. "Ini balasan karena kamu telah berani memelukku sembarangan!"


Demi apapun, Reyhan sama sekali tidak peduli dengan tamparan keras yang baru saja mengenai pipi mulusnya. Ia malah menatap kedua mata Jennie dengan tatapan binar, seperti ada sesuatu yang harus di katakan saat ini juga.


Duhh. Kenapa dia malah menatapku seperti itu. Bikin salah tingkah saja. Apa tamparan tadi belum cukup untuk membuatnya jera? Batin Jennie.


Kenapa jantungku berdetak lebih kencang saat menatap gadis ini? ada perasaan membingungkan yang tersirat di hatiku ketika di dekatnya. Apa inikah yang di nama kan cinta? Batin Reyhan.


Ada jeda sesaat selama adegan tatap menatap itu berlangsung. Jennie segera menyadari dan mengalihkan tatapannya ke lain arah. Ia mulai salah tingkah, namun mencoba bersikap biasa saja.


"Beautiful girl, ada yang ingin aku bicarakan padamu sekarang juga" sepasang mata nya kembali menatap Jennie.


"Aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu, meskipun ini adalah awal pertemuan kita. Tapi aku benar-benar mencintaimu" Lanjutnya. Tangan nya mulai berayun akan merengkuh tubuh mungil Jennie kembali. Namun segera di tepis oleh Jennie secepat kilat.


"Tidak. Aku sudah punya suami. Maaf." Ucap Jennie tegas. Meskipun di hati nya juga mulai mencintai Reyhan.


"Kamu serius dengan ucapan mu itu? Apa kau benar-benar sudah menikah?" Beautiful girl, katakan tidak. Tolong katakan itu bohong. Aku yakin kau juga menyimpan perasaan untuk ku. Gumam Reyhan dalam hati nya.


"Aku memang sudah menikah. Menikah dengan adikmu sendiri. Sayang nya kau tidak hadir saat pernikahan kami."

__ADS_1


Reyhan terbelalak, terkejut dan hampir tidak percaya dengan ucapan gadis di hadapan nya itu.


Mungkin aku akan menangis jika kamu datang. Mungkin aku akan membatalkan pernikahan itu dan meminta dirimu untuk menggantikan posisi Rayen. Aku juga memiliki perasaan yang sama seperti mu, Rey.


"Jadi kamu benar melakukan perbuatan itu dengan adik ku?" Tanya Reyhan. Meskipun ia tidak tahu tentang pernikahan adik nya, tapi ia tahu persis siapa gadis yang bersama adik nya di foto yang sudah tersebar luas itu.


Tiba-tiba Rayen datang, membuat pembicaraan mereka berdua terhenti karena kehadiran nya.


Kebetulan sekali kau datang, Ray. Selamatkan aku, please.


"Ya ampun, kakak. Kakak sudah pulang? Kapan pulang nya kak? Kenapa nggak masuk ke rumah dulu?" Rayen langsung memberikan pertanyaan secara beruntun begitu melihat kakaknya. Ia langsung memeluk kakaknya dan menciumi wajah kakak nya. Secara mereka kan sudah lama tidak bertemu, jadi maklumin saja ya.


*Yaaa....! Kenapa kau tidak menolongku, Rayen!! Kenapa malah jadi cium ciuman sama kakak nya segala, sih. Bikin geli aja.


Mataku sakit melihat kemesraan kalian, tahu. Lebih baik aku pergi saja*.


Saat hendak beranjak pergi, seseorang menggenggam dan menarik tangan Jennie. Seolah tidak membiarkannya pergi.


"Beautiful girl, mau kemana? Bukankah kita belum selesai berciuman tadi? Ayo lakukan yang sempat tertunda tadi."


Hah? Bahkan dia masih berani memanggilku beautiful girl di depan adik nya? Eh, apa yang barusan dia katakan, berciuman? Hey, apa kau mau mati di tangan adikmu sendiri? Sepertinya pria ini sudah gila.


"Apa? Ciuman? Jennie!" Rayen menatap tajam ke arah Jennie. Jennie sontak kaget mendengar bentakan Rayen yang suara nya kira-kira terdengar sampai ke planet sebelah.


Tanpa berpikir panjang, Rayen menarik tangan Jennie dan membawa Jennie ke dalam rumah. Sementara Reyhan masih berdiri mematung di taman memikirkan ucapan gila yang baru saja ia katakan.


*****

__ADS_1


Jangan pelit pelit dong like nya😁. Supaya cerita ini bisa di UP terus.. Yang udah like saya ucapkan terimakasih, dan yang belum like silahkan like dulu😉.


Terimakasih..


__ADS_2