Please, Don'T Go. Baby!

Please, Don'T Go. Baby!
CH 5 ~Menyebalkan


__ADS_3

Rayen membawa Jennie ke kamar nya dengan emosi yang masih menggebu-gebu.


***


"Apa benar yang di katakan kakak ku tadi? Kau dan dia .... Arrgghh!!" Rayen menggeram frustasi.


"Ray, aku bisa menjelaskan semua nya." Ucap Jennie gemetar-gemetar takut.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan!" Rayen berubah dingin seketika. Ia membanting tubuh nya kasar ke atas ranjang sambil memegangi pelipis nya yang mendadak sakit.


"Ray, tolong izinkan aku untuk menjelaskan semua ini terlebih dahulu. Setelah kau mendengarkan semua penjelasan ku, kau boleh marah ataupun memukulku, silahkan! Aku pasrah. Tapi tolong dengarkan aku dulu, Ray." Jennie berlutut di kaki suami nya sambil menangis, memohon, berharap Rayen mau mendengarkan penjelasan nya.


"Bicara lah" Rayen bangkit dan mendudukkan Jennie di samping nya. Bagaimana pun juga ia tidak tega melihat istri nya menangis, apalagi sampai berlutut di kaki nya.


Jennie tak kunjung membuka suara nya, rasa takut masih menyelimuti nya. Seluruh tubuh nya bergetar hebat menahan rasa takut. Rayen bisa melihat nya dengan jelas tangan Jennie yang tak henti-henti nya gemetar hingga berkeringat.


"Bicara lah, Sayang." Rayen melembutkan suara nya selembut mungkin, meski dalam hati nya di penuhi dengan amarah. Ia menggenggam lembut tangan Jennie yang penuh dengan keringat dingin.


Jujur saja, Jennie sangat takut melihat orang di sekeliling nya marah. Apalagi Rayen itu suami nya.


"Aku dan Reyhan ....." Ucapan nya terhenti. Pikiran nya mendadak buntu, mencoba mengingat apa yang terjadi di taman tadi saat bersama Reyhan, tapi otak nya tidak bisa mengingat semua nya. Sungguh ia tidak ingat sama sekali, karena tenaga nya terkuras habis setelah menangis tadi, cacing-cacing di perut nya juga sudah pada demo minta makan, ditambah lagi rasa takut nya terhadap Rayen.


"Apa? Lanjutkan!" Tegas Rayen. Darah nya kembali naik mendengarkan kata-kata Jennie yang terus terhenti.


Aduh. Kenapa aku jadi parno gini, sih. Apa yang harus aku katakan? Apa aku bilang aja yang sejujur nya bahwa aku mencintai Reyhan?


"Jennie!" Rayen memukul pelan pipi Jennie. Jennie segera tersadar dari lamunan nya.


"Mau di jelaskan apa tidak?" Tanya Rayen datar. Emosi nya kembali menyelimuti pikiran dan hati nya.


Menjelaskan begitu saja susah sekali. Pikir Rayen sambil menyerngitkan dahi nya.


"Aku mau makan, Ray. Lapar." Rajuk Jennie seperti anak kecil. Seketika Jennie berubah menjadi manja. Ia menyandarkan kepala nya di bahu Rayen dengan berbagai macam tingkah manja nya.

__ADS_1


Menyebalkan! Kenapa malah jadi minta makan, sih? Kapan semua misteri itu akan di jelaskan? Arrgghh!! Rayen menggusar kasar belakang rambut nya.


Jennie mengelus-eluskan kepala nya di dada Rayen, sambil memainkan kerah baju Rayen. Seperti kucing yang sedang merajuk meminta makan pada tuan nya.


Rayen tidak bisa berkata apa-apa lagi selain memberi makan istri manja nya itu.


"Ayo kita ke meja makan" Ajak Rayen pada Jennie. Sebenarnya ia masih sedikit kecewa, tapi bagaimana lagi. Tidak mungkin kan jika Rayen mengamuki istri nya di dalam kamar.


***


Jennie sontak terkejut melihat Reyhan yang ternyata juga ada di meja makan.


"Ray, kita ke kamar lagi aja yuk. Aku udah nggak lapar lagi" Lirih Jennie.


"Tadi katanya kamu lapar? Sudahlah, sekarang kamu makan dulu. Nanti baru kamu jelaskan persoalan yang tadi." Ucap Rayen sambil menuntun Jennie ke kursi makan.


Rayen mempersilahkan Jennie duduk, lalu ia juga duduk di samping nya. Meskipun tidak ada perasaan cinta, Rayen harus tetap menjaga istri nya dengan baik. Apalagi ia sudah berjanji akan berusaha untuk mencintai Jennie.


"Kamu mau makan apa, sayang? Semua makanan sudah tersedia di sini, tinggal pilih lalu makan lah sepuasmu" Ucap Rayen dengan nada super lembut. Tujuan nya agar kakak nya cemburu melihat keromantisan nya dengan Jennie. Tanpa di ragukan lagi, trik itu sukses membuat Reyhan berdecih. Yups, bisa di katakan kakak nya memang benar-benar cemburu.


Reyhan terus menatap Jennie, sengaja ia lakukan untuk membalas kejahilan adik nya yang berusaha membuat ia cemburu sebelumnya.


"Kak! Berhentilah menatap istriku!!" Bentak Rayen dengan volume suara tertinggi nya. Sudah jelas suara nya pasti terdengar sampai ke planet sebelah. Lupakan.


Uhukk..Uhukk..


Jennie tersedak mendengar bentakan keras suami nya itu secara tiba-tiba.


"Beautiful girl, kau tidak papa? Minumlah." Reyhan memberikan segelas air pada Jennie, Jennie menerima nya dan langsung meminum nya. Lagi-lagi adegan itu membuat adik nya semakin cemburu buta.


"Kakak!!" Rayen bangkit mendekati kakak nya dan menarik kerah baju kakak nya. Jennie yang melihat itu semakin ketakutan, hingga ia menyudahi acara makan nya, nafsu makan nya mendadak hilang, padahal sebelum nya si cacing meronta minta makan.


Jennie mencoba melerai perkelahian antar kakak adik itu dengan cara memeluk dan menarik paksa tubuh Rayen dari belakang.

__ADS_1


"Ray, sudah. Tolong berhenti menyakiti kakak mu sendiri."


Rayen malah semakin tidak terima, mungkin ia pikir istri nya itu sedang membela kakak nya mati-matian.


"Jen! Berhenti membela dia! Kau itu istriku!" Bentak Rayen emosi. Seperti nya ia akan melayangkan sebuah tamparan ke pipi Jennie. Secepat kilat Reyhan menghentikan aksi adik nya yang hendak menampar Jennie.


"Berhenti, bodoh! Apa kau sudah gila, hah? Aku tidak akan pernah rela jika kau sampai menyakiti beautiful girl ku!"


Kata-kata itu sukses membuat hati Rayen semakin hancur berkeping-keping. Ucapan Kakak nya begitu menyayat hati nya.


Tanpa aba-aba, Rayen menarik tangan Jennie dan membawa gadis itu ke kamar nya. Tanpa memperdulikan perut Jennie yang mungkin masih merasa lapar karena aktivitas makan nya terganggu oleh perdebatan mereka berdua.


Reyhan yang melihat adik nya menarik Jennie secara paksa hanya bisa mendesah frustasi. Mengacak-acak rambut nya sendiri.


Awas saja jika sampai terjadi sesuatu pada beautiful girl ku! Ucap Reyhan dalam hati sambil mendengus kesal den mengepalkan kedua tangan nya.


***


Rayen yang berada di kamar pun segera membanting tubuh Jennie ke atas ranjang, lalu menindih nya tanpa ampun.


"A..apa yang akan kau lakukan, Rayen." Lirih Jennie ketakutan.


"Aku akan membuatmu menjadi milikku seutuh nya, supaya kakak tidak bisa merebutmu dari tanganku." Jawab Rayen santai.


Jennie semakin ketakutan, ia berpikir bahwa Rayen akan segera melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami yang waktu itu belum di lakukan di malam pertama mereka.


"Jangan! Jangan lakukan itu! Aku belum siap. Hiks...hiks...hiks..." Jennie menjauhkan tubuhnya dari Rayen dan mulai terisak.


Rayen semakin tidak tega melihatnya. Hasrat yang selama ini sudah tidak tertahankan pun harus kembali ia pendam, demi menunggu persiapan dari istrinya itu. Yang entah kapan Jennie akan siap.


Jennie merasa lega sekali karena berhasil menghentikan aksi suaminya. Ia pikir awalnya Rayen akan memukulinya, tapi ternyata malah meminta jatah malam pertama yang sempat tertunda. Hufftt.


*******

__ADS_1


Jangan lupa like and rate nya ya guys😊.


__ADS_2