Please, Don'T Go. Baby!

Please, Don'T Go. Baby!
CH 6 ~Manja


__ADS_3

Sore hari, seperti biasa sepasang suami istri itu sedang bermain-main di kolam renang belakang rumah nya, ada canda tawa di setiap kegiatan mereka. Seperti yang kalian lihat, sudah ada perubahan drastis pada mereka berdua, yang dulunya masih saling cuek-cuek bebek, sekarang sudah mulai peduli satu sama lain.


"Sayang, nanti malam aku minta jatah nya ya." Ucap Rayen malu-malu. Ia merasa bahwa hasratnya sudah tidak bisa di tahan lagi, meskipun dulu ia selalu menolak dan tidak pernah mengharapkan jatah malam pertamanya. Tapi kini hasrat itu tiba-tiba muncul. Sekarang ia sudah benar-benar menjadi laki. Maksud nya yang dulu nya Rayen masih polos, sekarang sudah tidak terlalu polos-polos amat.


Yah, bagaimana ini? Rayen sayang, asal kau tahu aku ini sebenarnya belum siap melakukan itu, apalagi usia kita yang masih terlalu dini. Batin Jennie. Ingin sekali ia mengutarakan semua kata-katanya itu secara langsung pada Rayen, tetapi takut Rayen akan kecewa. Dan pasti sasaran utamanya adalah Reyhan, Kakaknya sendiri. Siapa lagi jika bukan dia. Dia lah biang kerok pertama yang sudah mengusik tingkat kesabaran adiknya sendiri, padahal sangat berbahaya jika sampai Rayen marah. Anak bungsu kesayangan Luna itu sangat menyeramkan jika marah, ia bisa saja menjadi psikopat dadakan. Berawal dari menyakiti diri sendiri, hingga sampai menyakiti orang lain, orang yang ia sayang sekalipun.


"Sayang ....." Panggil Jennie.


"Iya, kenapa sayang?"


"Apa kamu sudah mulai mencintaiku?" Tanya Jennie sambil bergelayut manja di pelukan Rayen.


"Tentu saja sudah, Sayang. Tapi jika kau masih berani mendekati kakak ku, akan aku pastikan cintaku padamu hilang seketika. Apalagi jika sampai aku melihat kalian bermesraan di hadapan ku, dapat di pastikan juga tidak akan ada yang selamat di antara kalian berdua. Bersiaplah." Ancam Rayen sambil menyunggingkan senyum licik di bibir nya.


Yaaaaa .......! Benarkah itu? Tidak akan ada yang selamat? Maksudnya kau akan membunuhku? Teori dari mana itu? Sejak kapan kau berubah menjadi psikopat begini, Ray.


"Yakin kau akan membunuhku juga?" Tanya Jennie memastikan.


Tidak. Tolong katakan tidak, Rayen. Tidak mungkin kan kau membunuh gadis tak berdosa sepertiku? Gumam Jennie dalam hati.


"Tidak akan ada yang selamat. Coba saja langgar ucapanku, besoknya kau tidak akan bisa melihat dunia ini lagi."


Wahh, menyeramkan sekali. Apa kau yakin dengan ucapanmu itu Rayen?


"Hahaha. Baiklah, baiklah, wahai pangeran tampanku." Jennie tergelak kencang setelah mendengar ancaman kedua Rayen.


"Sayang, aku mengantuk. Kita ke kamar, yuk." Ajak Jennie manja.


"Ini masih sore, sayang. Apa yang akan kita lakukan di kamar? Aku kan menagih itu nanti malam, kenapa jadi kamu yang tidak sabaran begini?" Tanya Rayen sambil menyerngitkan dahi nya.


Jennie jadi termakan ucapan nya sendiri, ia malu dengan ucapan nya. Seketika wajah nya berubah menjadi seperti kepiting rebus, merah merona di bagian pipi karena menahan malu.

__ADS_1


"Sudah,jangan menyembunyikan malu begitu Malu ya tetap malu, di sembunyikan seperti apapun juga tetap akan terlihat." Ucap Rayen terkekeh.


Rayen, kenapa kau terus menggodaku. Wajahku bahkan bisa bertambah lebih merah dua kali lipat dari ini jika kau selalu menggodaku. Batin Jennie.


"Sayang, ayo kita ke kamar sekarang. Aku sudah bosan berendam terus seperti ini. Apa kau tidak lihat tanganku sudah mulai keriput begini?" Kata Jennie sambil memanyunkan bibir nya, tanda pengen dimanja. Ingat itu.


Tidak membutuhkan waktu lama, Rayen langsung menggendong tubuh mungil istri nya ke kamar.


"Sebelum itu, gantilah pakaianmu menggunakan lingerie yang sudah aku beli dari luar negeri." Bisik Rayen di telinga Jennie. Hembusan napas nya menusuki pori-pori kulit leher Jennie.


Hah? Apa itu lingerie? Semacam pakaian india, kah?


Tanpa menjawab, Jennie berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya


***


Beberapa menit kemudian.


"Iya?" Rayen terlonjak kaget dan langsung bergegas berjalan ke arah sumber suara.


"Tolong ambilkan handuk, aku lupa membawa handuk." Ucap Jennie malu-malu.


Dengan segera, Rayen mengambil handuk istrinya di atas lemari.


"Nih." Sambil memberikan handuk itu.


Jennie hanya menjulurkan tangannya untuk menerima handuk itu tanpa mengeluarkan kepala nya.


***


Jennie keluar dari kamar mandi hanya menggunakan sehelai kain handuk yang melilit di tubuh nya. Rayen berusaha menelan Saliva nya sendiri dengan susah payah karena melihat paha mulus nan putih istri nya.

__ADS_1


Jennie mencari-cari piama tidurnya di lemari pakaian, namun tidak ada. Aku selalu menaruh piama tidurku disini, kenapa tiba-tiba hilang? Batin Jennie.


"Malam ini pakailah lingerie ini. Piama tidurmu sedang di cuci oleh bibi." Ucap Rayen sambil memberikan lingerie transparan pada Jennie. Jelas Jennie tidak menyukainya.


Pakaian apa ini? Apakah pakaian ini di desain hanya untuk mempermalukan kaum wanita? Warna transparan begini percuma kalau di pakai jika seluruh bagian tubuh masih terlihat jelas. Siapa orangnya yang sudah mendesain pakaian konyol tidak berguna seperti ini? Akan ku pastikan orang itu tidak akan selamat! Jennie terus mengutuki desainer lingerie itu, tanpa sadar ia telah meng-coppy kata-kata konyol suami nya.


"Aku tidak mau pakai ini." Tolak Jennie. Sudah bisa di terka sebelum nya kalau Jennie pasti akan menolak nya.


"Ah, ayolah. Untuk malam ini saja, sayang. Kita akan bermain-main di ranjang malam ini. Kita akan melakukan kegiatan yang sangat nikmat dan menyenangkan yang belum kita lakukan di malam pertama." Ucap Rayen. Ia terus merayu Jennie agar mau memakai lingerie transparan itu.


"Aku tidak tahu cara memakai nya."


Hei.. Jennie! Jujur sekali mulut kamu. Sialan sekali kamu Jennie. Jennie tak henti-hentinya mengutuki dirinya sendiri, sebelumnya ia telah mengutuki si desainer lingerie, dan sekarang ia malah mengutuki dirinya sendiri.


"Ya sudah, sini aku pakaikan." Rayen mendekatkan dirinya menghampiri Jennie dengan senyum licik di bibirnya.


"Eh, tidak usah. Ak akan memakai ini di dalam kamar mandi saja. Tunggu lah di sini." Tolak Jennie malu-malu. Lalu ia pun pergi ke kamar mandi dengan membawa lingerie itu.


Rayen tahu persis isi otak Jennie saat ini. Ia membiarkan Jennie mamakai lingerie itu di dalam kamar mandi. Yang penting malam ini tetap Cusss..


****


***Maaf jika ada kesalahan kata atau ejaan🙇🏻‍♀.


Jangan Lupa like nya yaa😊


kasih semangat buat author biar semangat nulis nya💪🏽.


Btw, maaf kalau kelanjutan ceritanya lama UP nya. Di sini author sedang banyak sekali kendala, salah satunya jaringan yang kurang menjangkau. Mohon perhatiannya sekali lagi :)


Terimakasih..

__ADS_1


Salam Author : Lusiana Marcelia***


__ADS_2