POTRET

POTRET
PART 15 SEBUAH KELUARGA SESUNGGUHNYA.


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


“terimakasih.. pak” ucap Kenzo pada pak dadang supir pribadi sang mommy dan juga kakak iparnya.


Benar kakak ipar dan kakaknya tinggal dirumah mommynya karna kanjeng mommy gak mau mereka pindah dari rumah itu apalagi sejak Kenza memilih tinggal sendiri diapartement yang jelas- jelas alot diberi izin, karna superhero yaitu daddynya yang mengerti, membujuk kanjeng mommy yang nurut sama suaminya itu jadilah ia dibolehkan tinggal disana.


Dan nanti ia kembali berdiskusi alot dengan sang kangjeng mommy Iriana karna akan mengajak menantunya keapartementnya.


“assalamu’alaikum” salam Kenza seraya mengegnggam tangan Zahra lembut namun erat.


“masyaallah waalaikum’salam putriku pulang.. aku punya putri lagi” ucapnya senang, dan yang membuat Kenza tercengang tak percaya bukan dia yang dipeluk dan dicium tapi istrinya.


“mom.. anak mommy ini Kenza apa istri Kenza”


“yah kamulah.. dan pastinya putri cantik mommy ini juga, ayo sayang masuk.. jangan sungkan- sungkan oke.. ini rumah kamu, keluarga kamu juga.. Kenza bawa kopernya kekamar kamu” suruh tegas nyonya Iriana. Kenzo mendekat dan terkekeh melihat ekspresi sang adik yang biasanya suka mengintimidasi dari tatapannya kini dia yang terintimidasi oleh nyonya Iriana.


“sabar ya bro.. nanti pasti istrimu itu juga bakal dimonopoli sama kanjeng mami, seperti Aqila dulu”


“hah benarakah” pekiknya terkejut dan tak terima.


“pastinya lihat saja nanti, nikmatin aja” kekehnya sebelum pergi ia tertawa terbahak melihat ekspresi berlebihan adiknya yang seakan ditinggal setahun sama istri. Lalu pergi dari sana.


++++++++


Malam harinya ketiga perempuan itu duduk dan bercerita ria, bahkan Zahra merasa seperti anak sendiri dan saudara disana, Aqila yang memperhatikan dirinya tutur katanya yang lembut beda dengan dirinya yang sedikit tidak lembut he..he..


“dedeknya yang disini sudah berapa bulan kak?”Tanya Zahra


“sudah 5 bulan dek, mau pegang?”tawarnya, mata Zahra berbinar.


“bolehkah?”tanyanya


“tentu saja” Aqila membimbing tangan Zahra kepurutnya, Zahra mengelusnya lembut bahkan sangat lembut, matanya berbinar sekaligus haru merasakan tendangan dari dalam sana.

__ADS_1


“masyaallah dedeknya bergerak.. kak” ucapnya parau sekarang air matanya meluncur bebas bertepatan para lelaki yang baru datang dari masjid.


“loh .. kamu kenapa nangis yang?”Tanya Kenza yang entah sejak kapan sudah berada disamping istrinya menyeka air mata sang istri.


“Uji.. Uja gak papa kok.. cuman terharu aja.. dedek didalam sana nendang perut ibunya… masyaallah”, jelasnya membuat Kenza malu sendiri sedangkan yang lain terkekikik.


“Ate..” sapa ceria Wira ia sudah meminta naik kepangkuan ate cantiknya itu.


“apa om iat-iat Wila”, ucapnya tatapannya mengintimidasi persis sang ayah.


“gak usah natap om gitu.. deh nyil.. lagian ngapain mau meluk ate.. atenya cuman punya om” ucapnya tak mau kalah, Wira memang cepat mengambil tindakan dari pada adu mulut ia langsung menginjak kaki omnya kuat-kuat lalu .


“lasain.. ate endong..”


“aduh.., nyil sakit tau..”


“bialin wle…” sontak semua terkekeh, perdebatan om dan keponakan itu memang sudah biasa, hanya Zahra yang baru pertama melihat tingkah suaminya persisi bocah.


“tadi Ate kenapa anis,,.. om jahatin Ate ya?” tanyanya lalu menatap tajam sang om, bicara manis pada Ate sangat manis persis saat ia bicara dengan ibu dan omanya, sedangkan dengan ayah, opa apalagi omnya jarang.


“moh… akak anteng yakan te”


“ya.. Wira ganteng.. tadi Ate nangis karna dedeknya Wira nendang perut mama, coba sapa dedeknya” Wira mengangguk semangat.


“assalaikum dedek akak Wila anteng.. lagi main ya dipelut mama.. oh ya kita punya Ate balu.. cantik.. banget dek.. doain Ate bial juga punya dedek bayi dipelutnya Ate ya.. sehat-sehat juga ya dedek disana emuah” kata-kata manis dan lembut walau sedikit belepotan namun semua orang mengerti diakhiri sebuah kecupan manis dan lama diberikan sang kakak pada bayi didalam perut ibunya.


“wah.. dedek pintel Ate dedek nendang” ucapnya senang.


“iakah..” Zahra mengelus perut Aqila lembut ia merasakan tendangan lebih keras dari yang tadi.


“aw..” deisis Aqila


“hey kenapa yang?”Tanya Kenzo

__ADS_1


“yaallah kakak ,kakak gak papa kak?”Tanya Zahra tak kalah panic, ia ikut mengelus perut kakaknya yang terasa cukup menegang.


“ha..ha.. gak papa kok mas.. dek.. biasa dedeknya lagi seneng berinteraksi sama ate dan akaknya” jelasnya membuat semua orang mendesah lega.


“sakit sekali ya kak?”Tanya Zahra penasaran


“eum.. gimana ya.. nanti kamu pasti ngerasain juga”


“aamiin yarab” jawab Zahra, entah kenapa ia merasa geli diperutnya, ia menunduk setelah sedikit menjauhkan Wira ia terkejut ternyata kelakukan suaminya.


“om apain elus pelut ate” sungut Wira tak terima.


“om lagi berdoa sama allah semoga dedek bayinya ada dipelut ate” jelasnya, tangannya masih disana.


“gitu ya om” Kenza mengangguk Wira juga ikut menyentuh perut Zahra, mengikuti gerakan omnya yang mengelus lembut disana setelahnya keduanya menengadah dan mengusap wajanya berbarengan dan


“aamiin” keduanya bertos dan saling mencium pipi mereka. Zahra memandang takjub keduanya, rasa haru pastinya.


Walau sering berdebat tapi mereka saling menyayangi, bahkan jika Kenza lama tak pulang wira akan menangis histeris karna om kesayangannya temannya berdebat tak pulang-pulang.


“aamiin.. yaallah..” lirihnya dalam hati, diam-diam semua anggota keluarga juga mengaminkan harapan dan doa kedua lelaki berbeda generasi itu.


Dilanjutkan oleh celotehan lucu Wira pasti diiambangi Kenzo


“yaallah ternyata suamiku ini orang yang lucu dan sangat hangat sama keluarga, masyaallah’ takjub batinnya. Mereka tertawa bersama bercerita berbagi kisah sesame, bahkan Zahra yang menjadi pusat pertanyaan mengenai kehidupannya, Zahra hanya menjawab yang harus ia jawab dan ia tidak menceritakan semua keburukan yang ia terima karna bagaimanapun itu aib keluarga yang harus ia simpan rapat-rapat hingga ia mati.


Walau Zahra sedikit menutupi semuanya bukan berarti keluarga ardiyansyah tidak tau, setelah kejadian lamaran itu David, Kenzo bahkan Kenza mencari seluk beluk keluarga itu, dan satu rahasia yang sepertinya Zahra sendiri tidak mengetahuinya. Hanya ketiga lelaki itu yang tau.


------------------------------------------------------------------------


Terimakasih...😊


Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..

__ADS_1


dibaca kalian udah alhamdulillah...


With love....💖💖


__ADS_2