POTRET

POTRET
BONUS PART 4


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


“I miss you” ujar Kenza, tak bisa membendung lagi rasa rindunya.


“miss you to” jawab Zahra ia mendongak seraya tersenyum indah, senyum secerah mentari kata Kenza yang selalu mampu membuat hatinya bergetar hingga sekarang. Saat Kenza hendak mencium kening Zahra, Bintang tak tinggal diam, dia memukul pipi ayahnya sebagai bentuk protes membuat Zahra terkekeh.


“kok pelit sih nak.. abi kangen ummi ini” rajuk Kenza, Binntang menggeleng.


“mimmi” rengeknya lalu Zahra mengambil Bintang yang minta digendong olehnya.


“uh dasar anak ummi”, hingga Zahra terkejut dengan kehadiran dua manusia berbeda gender.


“masyaallah ada tamu, abi kok gak bilang” protesnya lembut.


“he..he.. kepalang kangen sama kamu dan dia yang” jawabnya dengan tersenyum konyol.


“yaallah maaf ya kak.. mari silahkan duduk..” ajak Zahra ramah, “ eh kak Levin”


“assalamu’alaikum dek”


“waalaikumsalam.. udah lama ya kakak gak main kesini”


“gimana gak lama.. lah jadwal suamimu sama kakak aja samaan” jawabnya membuat Zahra mengangguk maklum, Kenza dicuekin, ia langsung mencium pipi istrinya, membuat Zahra terkejut.


“abi.” Desisnya tertahan,’ dia gak malu apa, ada tamu’ pikirnya gemas alhasil Bintang kembali memukul abinya yang usil itu.


“rasain lo..” ledek Levin

__ADS_1


“udah sana abi ganti baju dulu..” titah Zahra sebelum kedua sahabat itu saling beradu mulut.


“eh mau minum apa kak?” Tanya Zahra pada keduanya.


“apa aja dek.. oh ya kenalin ini Monica, temen kakak dia seorang pramugari”


“heum.. temen apa temen” ucap Zahra seraya tersenyum penuh arti, Monica berdecak ia tak menyangka istrinya Kenza orang yang ramah dan supel dia pikir orang yang berpakaian seperti Zahra sulit didekati dengan orang seperti dirinya yang bisa dibilang tidak terlalu taat itu dan orang yang tertutup.


“doain ajalah dek”


“kak Monica emang mau gitu sama Kak Levin” ledeknya , membuat Monica tergelak.


“bener ya.. dek.. aku pikir orang seperti kamu tertutup dan sulit didekati ternyata gak ya” ucap Monica akhirnya.


“tergantung orangnyalah Nic” jawab Levin membuat Monica sebal sendiri.


“tenang aja dek.. sini si baby sama om.. yang tampan lebih tampan dari abimu” Zahra terkekeh, ia mendudukkan bintang yang sibuk sendiri dengan mainan peswat ditangannya di pangkuan Levin, bintang memang tidak pilih-pilih orang artinya mauan cuman Bintang paling tidak suka dicium ataupun pipinya dicubit jika dilakukan otomatis bayi embul itu akan menangis, kecuali oleh keluarganya sendri.


Zahra yang kedapur Bintang menjadi rebutan oleh Levin yang masih belum puas bermain dengan Bintang yang tertawa renyah karna hal lucu yang ia buat membuat Monica juga ingin menggendong bayi lucu itu, alhasil bayi itu menangis karna om dan tantenya berdebat memperebutkan dirinya.


“hey kalian apakan putraku” ucap Kenza yang sudah ada disana, mengambil alih sang putra yang sudah berhenti menangis dalam gendongannya, KEnzapun duduk disofa dengan menatap tajam keduanya, bapak posesif.


“ininih Monica, si embul asik maen sama omnya eh malah merebut” adunya.


“ih gak gitu.. akukan juga pengen gendong Za.. soalnya Bintang gemesin banget tapi dia.. itu malah pelit banget” belanya tak terima, membuat bintang tergelak melihat pertengkaran om dan tantenya, otomatis ketiga orang dewasa itupun ikut tertawa.


Zahra datang dengan membawa gorengan bakwan dan tahu isi ada petis juga yang ia buat sendiri serta bibi membawa nampan berisi minuman jeruk nipis dingin plus teko yang memang satu paket dengan gelasnya.

__ADS_1


“maaf lama”


“wah… gorengan bikinan Zahra.. yang selalu bikin nagih” decak kagum Levin, gorengan Zahra memang enak.


“bayar lo kalo mau makan” ucap Kenza, namun Levin tak menggubris buktinya ia sudah mengambil satu bakwan lalu ia cocol dengan petis.


“oh ya kak monica.. mau pudding aja.. takut..


“aku gak anti makanan kayak gini dek.. malahan aku doyan” ucapnya, memang benar Monic lebih suka makanan seperti ini yang para perempuan hindari ini lebih enak dari pudding.


“Alhamdulillah kalo gitu ayo dimakan” ucap Zahra “ abi mau?” tawarnya pada sang suami.


“ia dong sugar..” Zahra memakaikan baju pada anaknya dulu baru mengambil satu tahu isi dan menyuapkan pada sang suami, keempatnya saling berbincang-bincang hangat, seperti saudara lama yang baru bertemu disitulah Monica sadar bahwa istri Kenza ini lebih darinya, orang yang ramah, friendly bahkan Monic merasa bukan teman baru tapi saudara dengan Zahra apalagi ini kali pertama melihat Kenza yang hangat yang ia yakin hanya diperlihatkan pada keluarganya Zahra mampu melakukan hal itu, dia cantik walau tak setinggi dirinya, bukan hanya wajah namun hatinya ‘ yaallah hamba ingin berubah.. seperti dirinya’ ucapnya dalam hati.


TAMAT


Terimakasih...😊


Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..


dibaca kalian udah alhamdulillah...


With love....💖💖


s___------------------------___----------------------------____---


Alhamdulillah tamat juga......

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian semua....😇😇


__ADS_2