
بسم الله الرحمن الرحيم
20 menit dari apartemen Kenza menuju rumah kedua orang tua Zahra sudah sampai. Kenza turun dan membukakan pintu untuk istrinya, sedangakn Resi mengepalkan tangan menahan emosi yang menjadi pelmapiasan emosinya adalah pintu mobil Kenza yang keren.
‘ seharusnya aku yang duduk disana, seharusnya aku yang diperlakukan begitu, seharusnya aku, bayi sialan.. ini bakalan jadi penghalang.. heh” geramnya dalam hati
“ayo kak” ajak Zahra dan Resi mengangguk. Ketiganya dipersilahkan masuk oleh bi Sara, Zahra berpelukan dengan bibi yang menyayanginya lalu ikut duduk disamping suaminya, tak lama kemudian ibu dan bapaknya duduk disana dihadapan Kenza dan Zahra sedangkan Resi duduk disamping ibunya tertunduk dengan tangan yang saling ia genggam.
“ada apa lagi?” Tanya Tina dengan nada ketus.
“menyampaikan suatu kabar yang akan mengguncangkan anda” jawab Kenza sengit. Nadanya datar dan dingin.
“kabar apa.. kalo berita kehamilan Zahra sorry gak ada faedah dan gak membuat saya terguncang”
“huft… jika yang terjadi sebaliknya bagaiman?”
“maksud nak Ken?” Tanya Fajar ramah ada nada serak disana dan terlihat bibirnya juga pucat.
“bapak sakit pak.. sakit apa.. sudah kedokter?”Tanya Zahra kawatir.
“udah deh gak usah sok perhatian.. dia gak sakit cuman capek”
“bener pak?” Fajar hanya mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
“putri anda yang anda bangga-banggakan yang menurut anda gak ada celanya sama sekali tengah hamil diluar pernikahan” jawabnya tegas, dengan nada datar.
Seketika itu ruangan hening hanya dentuman jam dan cicak mendominasi suara langkah kaki dan gesekan gelas yang diletakkan dimeja terdengar nyarin dari saking heningnya ruangan ini. Hingga akhirnya nada Fajar berubah meninggi ia menghampiri sang putri lalu mendongakkan wajah putrinya secara paksa.
“apa yang dikatakan Kenza itu benar Res”
“bapak kok percaya sih, bapak gak percaya sama putri bapak sendiri”
“bukan gak percaya namun kelakuan Resy sudah kita taukan, mabuk, clubbing bahkan pulang malam pergi pagi-pagi” cercanya.
“jawab Res” sentak Fajar dan Resy mengangguk air matanya mengalir deras, tangan kekar itu hendak melayang dipipinya namun lebih dulu sang ibu yang medarat disana.
“maksud kamu apa Res.. siapa ayah bayi didalam kandungan kamu itu?”
“maksud kamu.. kamu diperk*sa gitu.. elit sekali pemerkosaan disebuah hotel bahkan mewah.. itu gak mungkin jika kamu sendiri dan dia yang sama-sama mau” sergah Fajar, ia bukan lelaki bodoh.
“memang begitu kenyataannya pa.. saat itu aku diundang temanku yang merayakan pesta pajama disana, dihotel itu”
“dan tentunya ada minuman keraskan”
“i..i..a”
“kalian sama-sama mau namun gak sadar gara- gara mabuk, sudah papa bilang jauhi minuman terkutuk itu”, Fajar kembali duduk ia memijat keningnya yang sudah pusing sekarang bertambah pusing, sang istri mendekatkan bibirnya di telinga suaminya membisikkan sesuatu yang membuat Fajar tercengang akan usulan istrinya.
__ADS_1
“dari pada malu kita” bisiknya
“huft bapak ingin bicara pada kalian” Kenza hanya mengangguk, ia merasakan sesuatu yang tidak beres akan terjadi.
“maukah kamu jika suamimu berpoligami Ra”
“maksud anda” kali ini Kenza angkat bicara lebih dulu tatapannya tajam seakan pedang yang siap menghunus.
“maksud bapak maukah kamu menikahi putriku demi menutupi aib keluarga kami.. dan menjaga aib Resy” ucapnya gugup
“aibnya sendiri tidak ia jaga bagaimana ia bisa menuntut ingin dilindungi aibnya”, sontak mereka bungkam. Zahra mengelus punggung tangan Kenza memberinya ketenangan agar tidak emosi.
“maaf.. Zahra nak Kenza, tapi bapak butuh bantuan kalian.. bantulah kami.. bagaimana nasib Resi hamil tanpa suami.” Pintanya memohon , sedangkan Resi berteriak senang dihatinya. ‘ ternyata bayi ini berguna juga.. bagus nak.. bantu mama merebut dia agar bisa jadi papamu. Ha..ha..’ batinnya.
------------------------------------------------------------------------
Terimakasih...😊
Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..
dibaca kalian udah alhamdulillah...
With love....💖💖
__ADS_1