POTRET

POTRET
PART 25 LUAPAN AMARAH


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


Kenza melangkah gontai menuju apartemennya ia sangat lelah setelah 5 hari melakukan penerbangan tanpa istirahat membuat tenaganya terkuras habis, dan ketika memasuki apartemennya ia mendapati ruang tamu yang sedikit tak terawat, saat melangkah masuk, sayup sayup ia mendengar seseorang bebicara manis dan dengan kata sayang itu yang ia dengar hingga ia geram saat menemukan ruang tengah tv menyala, kertas berserakan dilantai dan sedikit berdebu, bau menyengat dari makanan sedikit tercium, ia melangkah lebih dekat dan lagi dapur berantakan piring kotor tergelatk dimeja, botol kosong, dan panci kotor dibiarkan dimeja makan, ia mengedarkan padangannya dan menemukan istrinya tangah bergelung nyaman dibalik selimut, amarahnya semakin memuncak, tangannya terkepal ia siap meledak sekarang, koper ia banting lalu melangkah menghampiri seseorang yang dengan enaknya berbaring, ia menarik kasar selimut membuat Zahra mengerjapkan matanya dan matanya terbuka sempurna akan sentakan tarikan seseorang dengan kasar pada tangannya membuat dia terbangun walau sedikit limbung karna pusing dan tiba\-tiba ia memegang sandaran kursi agar tak terjatuh.


“loh Uji.. Uji pulang” ucapnya senang, Kenza mematikan tv lalu membanting remotnya dan yang terjadi remot itu retak.


“oh .. jadi ini yang kamu lakukan kalo aku gak dirumah, leha-leha seenaknya, gak ngewarat rumah kamu lihat ruangan berdebu, bau masakan yang sama sekali gak enak , kertas gak berfaedah berserakan.. lihat pakek mata kamu.. jangan hanya seenaknya tidur, tidur juga tvnya nyala, emang semua tagihan kamu yang bayar hah”, Zahra diam terpaku ini pertama kalinya dimarahi oleh suaminya sendiri.


“kamu sudah gak ikut bayar, masih malas juga setidaknya sadar diri kamu, disini kamu cuman numpang ya walaupun kamu istri aku tapi jangan seenaknya saja. Gak ngerawat rumah sudah hidup gratis malah ngelunjak kamu. Aku ini capek baru pulang dan disambut dengan keadaan rumah mirip kapal pecah seperti ini” Zahra masih diam, hatinya sangat sakit ditambah perutnya yang tiba-tiba kram, pusingnya kembali mendera namun sekuat tenaga ia tahan.


“atau jangan-jangan kamu yang bersih dan sok rajin itu cuman pura-pura dan hanya didepan aku.. munafiq kamu. Bisa gak kamu gak ngerepotin aku.. aku kerja banting tulang aku capek.. capek.. tolong ngertiin aku” tukasnya tajam.


“dan lagi nelfonan sayang-sayangan siapa selingkuhan kamu hah.. aku pikir kamu wanita baik-baik tapi ternyata” Lanjutnya.


“maksud Uji apa.. laki-laki yang mana”


“pakek sok ngelak kamu”


“tapi..”

__ADS_1


“Diam kamu” teriaknya.


“Kenza” bentak sang daddy yang entah kapan ibu dan ayahnya ada disana.


“ohho bagus kalian datang dan melihat secara langsung kelakuan menantu yang kalian anggap putri kesayangan kalian itu, dia main belakang dibelakang aku sayang-sayangan dan ternyata dia juga istri yang malas lihat mom, yang kata mommy mantu mommy itu rajin tapi apa rumah Kenza jadi hancur begini, aku udah capek dia hanya nikmatin usaha aku aja ngabisin juga ia gak tau malu” cercanya, dan tamparan melayang dipipinya siapa lagi jika bukdan daddy, seumur-umur ia tidak pernah berkata kasar pada istrinya apalagi sampai menghina ngebentak, marah-marah bahkan bicara tinggi saja ia tidak mampu. Mommy menangis dalam diam menyaksikan kerapuhan Zahra walau Zahra tak menangis.


“oh jadi daddy nampar aku hanya karna perempuan munafiq, tak taudiri dan suka merepotkan orang ini” jujur saja Zahra tidak pernah merepotkannya sebisa mungkin Zahra melakukannya sendiri ia tidak pernah minta ini dan itu malahan Kenza yang membelikannya sendiri.


“cukup Kenza” Sentak Daddy geram.


“udahlah Kenza capek.. mau istirahat. Terserah kalianlah aku beneran capek” ucapnya datar dan melangkah pergi kekamarnya, menghempaskan pintu dengan kuat.


“astgafirullah ssst…” ringis Zahra ia menggigit bibir bawahnya menahan nyeri dan menahan ringisan agar tak terdengar mertuanya namun salah mommy sudah mendekatinya dan dengan panik ia bertanya.


“gak ada kok mom cuman pening aja.. maaf ya.. Zahra gak becus jadi menantu dan istri.. maaf”


“ngomong apa kamu sih nak.. sudah kamu istirahat saja biar cleaning service yang bersihin semuanya”


“gak usah daddy biar Zah…” perkataan Zahra tak bisa diteruskan karna dia sudah tidak sadarkan diri dan jatuh didekapan mommy

__ADS_1


“daddy bawa Zahra kekamar dad ayo cepetan” Daddy mengangguk, demi apapun hatinya terluka,melihat Zahra yang rapuh, ia membaringkan Zahra dikamar bawa menyelimutinya dengan selimut tebal.


“badannya panas dad tolong ambilin kompresan ya, mommy akan kompres dia” lagi daddy mengangguk, cleaning service pun datang.


“itu kertas itu jangan dibuang dikumpulin aja, itu milik putriku aku takut dia akan mencarinya nanti” mereka mengangguk. Setelah merawat Zahra yang sudah tidur dengan nyaman, membuat dua orang tua itu mendesah lega.


“dad yakin gak nelfon dokter?”


“gak, usah mom biar besok aja kita periksa putri kita heum”


“janji loh ya”


“ia sayang.. pulang yuk.. biar putri kita istirahat” mommy mengangguk, merekapun pulang meninggalkan apartemen yang sudah bersih.


------------------------------------------------------------------------


Terimakasih...😊


Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..

__ADS_1


dibaca kalian udah alhamdulillah...


With love....💖💖


__ADS_2