POTRET

POTRET
PART 29 TERLUKA


__ADS_3

بسم الله ارحمن الرحيم


Mommy menyambut keduanya dengan senang, salah ia hanya menyambut senang Zahra, Kenza ia acuhkan, saat tau jika calon cucunya ingin makan masakannya ia sangat senang dan antusias.


“maaf ya mom jadi ngerepoti”


“hust ngomong apasih kamu sayang.. mommy senang malah, cucu oma sehat-sehat ya didalam sana” ucapnya seraya mengelus perut Zahra lembut.


“Zahra janji ini yang terakhir mom”


“sayang mommy gak suka kamu ngomong gitu, setiap malam kamu kesini mommy akan sambut dan buatin makanan kemauan kamu dan baby”


“terimakasih”


“tuhkan.. gak usah terimakasih segala mommy ini mommy kamu.. udah makan aja kasian pasti cucu oma disana itu lapar. Titahnya dan Zahra mengangguk ia makan masakan mommy sangat enak memang, sisa makan malam tadi ia makan dengan lahap tidak mual.


“kamu suka ya little star, buat ummi doyan masakan oma kamu, ini yang terakhir ya.. besok-besok kamu minta masakan ummi aja” ucapnya lirih.


Mommy pergi dari sana ia mendengar ucapan pelan Zahra, hatinya terluka kala mengingat perlakuan putranya. Kenza duduk didepan Zahra yang lahap dengan makanannya ia senang, namun senyuman itu pudar saat melihat air mata mengalir dipipi istrinya Kenza hendak mengesat air mata itu namun Zahra menepisnya.


“Alhamdulillah.. little star sudah kenyang nak” Kenza memperhatikan Zahra..


“biar aku yang cuci”


“gak usah aku bisa” jawabnya


“biar…” belum sempat Kenza melanjutkan perkataannya istrinya sudah selesai mencuci piring dan gelas bekasnya. Zahra melangkah keruang tengah dimana keluarganya duduk disana ia menghampiri kakak iparnya.


“kak Kenzo” panggilnya membuat Kenzo menoleh.


“yaampun dek,kok kamu kurusan sih.. ini wajah kamu pucat lagi.. kenapa kamu gak dikasih makan sama Kenza” tekannya ia sengaja menyindir adiknya, ia tau semua yang terjadi akan cerita mommy dan daddynya.


“dikasih kok kak.. cuman gara-gara little star yang diperut kelewat manja jadi gak betah liat makanan bawaannya mual” jelasnya..


“oalah.. little starnya manja.. oh ya ada apa manggil kakak butuh sesuatu kah.. katakan biar kakak cariin buat keponakan tersayang”, Zahra tersenyum, senyum yang sudah lama hilang dari wajahnyakini kembali walau senyuman getir.


“bilang Uja, biar Uji belikan” celetuk Kenza.


“gak kok kak.. eum..” Zahra terdengar ragu.


“bilang aja nak sama kakak iparmu” ujar daddy melihat gelagat Zahra yang ragu.

__ADS_1


“itu.. Zahra boleh tidak, tidur dengan kak Qila eum so..”.


“boleh kok, kakak kamu lagi tidurin si jagoan, mungkin sudah dikamar sana samperin aja kok takut sih”


“eh gak enak aja sama kakak, maaf ngerepoti”


“apanya yang ngerepoti, mau sharing tentang kehamilan ya”


“eum bisa jadi”


“baiklah sana istirahat.. kamu pucat sekali, tugas terakhir kamu sudah selesai”


“masih digarap kak,”


“yasudah selamat berjuang ya ibu muda”


“terimakasih”jawabnya, ia pamit pada semua orang lalu melangkah menaiki tangga kekamar sang kakak ipar yang tengah hamil 8 bulan hampir melahirkan kakaknya itu.


++++++


“assalamu’alaikum kak”


“waalaikumsalam sayang.. wah kakak kangen dek” ucapnya senang ia memeluk Zahra yang sudah ia anggap adik sendiri.


“bolehlah banget malah, ayo kita istirahat”


“terimakasih”


“sama-sama” mereka tidur saling berhadap hadapan, Zahra mengelus perut Aqila yang sudah besar.


“dedek apa kabar?’


“Alhamdulillah baik. Yang disini apa kabar?”


“baik juga kak”


“pasti susah makan ya”


“ia… bawaannya mual, baru tadi ia mau makan nasi, itupun masakan mommy”


“oalah ngidam ya nak” Zahra mengangguk lalu tersenyum lama mereka berbincang seputar kehamilan hingga keduanya terlelap lebih tepatnya Aqila sedangkan Zahra tidak ia bangun dari rebahannya mendekati jendela yang disana terdapat kursi, ia duduk dan mengelus perutnya yang masih rata.

__ADS_1


“opa apakabar.. opa bahagia gak disana.. Haruna kangen opa.. hiks… opa cucu opa hamil.. opa akan punya cicit.. hiks…. Opa… Haruna terluka opa.. hiks… bawa Haruna pergi … cuman opa yang menginginkan Haruna didunia ini… cuman opa.. bawa Haruna kesana opa.. sama cicit opa juga” ia meredam suara tangisnya agar kakak iparnya tidak terganggu.


“little star mau ya ummi ajak ketemu opa, tinggal sama opa disana.” Zahra kembali memangis, setelahnya ia kembali merebahkan tubuhanya selesai meluapkan kesedihannya, ia tidak sadar jika sedari tadi Aqila mendengar semuanya.


Saat Aqila rasa Zahra sudah tertidur, ia bangun dari rebahannya keluar kamar dengan langkah lebar dan ia melihat suami adi, mommy dan daddynya berdiskusi dibawah ia menghampiri mereka.


“loh sayang kok bangun”


“aku kesel… aku pengen mukulin adik kamu” jawabnya dengan wajah marah


“hei kenapa” Kenzo langsung bangun.


“aku pengen marah sama dia hiks… tega-teganya dia menghina, maraha-marah bahkan mencaci istrinya sendiri, istri yang sedang mengandung darah dagingnya. Kamu keberatan karna istri kamu cuman numpang enak dirumah kamu.. kalo kamu keberatan kenapa kamu dulu nikahin dia” bentaknya, suara lembut itu sudah hilang dan ini baru pertamakali Aqila marah hingga meledak-ledak kayak gini.


“ kenapa diem.. kamu gak sadar siapa yang kamu sakitin kalo kamu nikahin dia cuman buat kamu sakitin kenapa kamu nikahi.. bahkan aku sangat yakin diluaran sana pasti banyak yang ingin menikahi Zahra, tapi apa allah pilih kamu buat jaga dia bukan untuk kamu sakiti. Dan asal kamu tau ya… dia memiliki gaji dia punya pekerjaan”


“mak.. maksdunya” kali ini Kenza angkat suara yang semula menunduk bersalah kini angkat suara.


“dia bekerja jadi penulis bahkan terkenal bukunya, dia memiliki bisnis online yang hasilnya bahkan hampir satu miliyar dan kamu gak nyangkan kan” Kenza mengangguk


“tentusaja, karna hasilnya ia tabung, ia punya yayasan amal bersama aku di kelola disitu, aku yakin kamu gak tau soal ini” lagi Kenza mengangguk.


“kenapa dia tidak cerita”


“kenapa kamu bilang, seharusnya kamu tanyakan sama diri kamu sendiri, kenapa kamu gak Tanya, apa dia pernah ngeluh sama kamu, apa dia pernah minta ini dan itu, sama kamu. Bahkan saat dia punya uang gak pernah sekalipun mau dia foya- foya, atau apalah itu, dia memilih menabungnya menanbung untuk akhiratnya” Aqila hendak melangkah mendekati Kenza namun ditahan oleh suaminya.


“lepasin Mas”


“gak boleh sayang kamu lagi hamil pliss tahan, jangan marah-marah”


“aku mau nonjok dia.. aku sakit hati adek aku diperlakuin kayak gini, mentang-mentang kamu pilot lalu kamu seenaknya rendahin orang, dia memang tampilannya sederhana tapi bukan berarti dia orang miskin yang kata kamu dia parasit yang hanya menumpang dirumah kamu” bentaknya lagi, dan bukan Aqila yang melayangkan pukulan tapi Kenzo, Kenza pasrah dia tidak membalas karna ini memang salahnya.


Tidak ada yang berniat melerai mereka, mereka juga sama marahnya dengan Kenza, jadi biarlah Kenzo melakukan apa saja pada adiknya itu.


------------------------------------------------------------------------


Terimakasih...😊


Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..


dibaca kalian udah alhamdulillah...

__ADS_1


With love....💖💖


__ADS_2