POTRET

POTRET
BONUS PART 3


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


“jadi gak nih pulang? ” Tanya Levin


“jadi dong ay..”


“loh kalian mau kemana?” perkataan Kenza terpotong oleh seseorang yang tiba-tiba muncul dan bertanya, seorang gadis tinggi dengan celna jins dan sweter membalut tubuhnya, dan rambut yang dikuncir kuda.


“mau pulang yah?” tanya gadis itu “kok cepet?” lanjutnya.


“ialah ini si abi kangen anaknya.. uh kalo kamu lihat fotonya gemesin banget Nic” beritahu Levin, membuat Monic, seorang pramugari yang juga terbilang dekat dengan keduanya lebih tepatnya hanya dekat dengan Levin tidak dengan Kenza.


“anak siapa?”


“anak Kenza Monica”

__ADS_1


“Kenza udah nikah?” tanyanya lagi, Kenza mengernyit.


“tentu saja, kalo gak nikah gimana bisa punya anak” jawab Levin sarkasme.


“kapan.. kok gak undang aku sih Za”


“udah kok. Aku titip ke Levin” jawab Kenza yang sedari tadi hanya diam tak peduli karna sibuk menggemaskan foto putranya.


“ia, aku udah kasih kok Za.. itu nic undangan yang warnanya hitam”, Monica mengingat hingga akhirnya ia terbelalak kala mengingatnya.


“yaampun jadi itu undangan nikahan kamu Za.. aku pikir siapa, lagi pula waktu itu aku juga sibuk-sibuknya, sorry” jawabnya menahan rasa sakit kala sang pujaan hati telah menikah, 3 tahun ia memendam rasa itu sendiri, walau tak menapik banyak pramugari yang suka pada Kenza namun Kenza tetap seperti itu acuh tak acuh, bahkan tak pernah sekalipun melihat Kenza tertawa hanya senyum tipis.


Merekapun sampai dirumah Kenza, Kenza mengajak Levin dan Monica memasuki rumahnya, hingga langkah Kenza terhenti tepat diruang tengah, diikuti kedua tamunya yang berjalan dibelakang yang juga ikut berhenti. Kenza berhenti saat melihat sang putra duduk bermain dengan si kucing dan beberapa mainan pesawat terbang ditangan dan sekitarnya.


“assalamu’alaikum.. abi pulang” pekik Kenza antusias, bayi yang baru berusia 10 bulan itu menghentikan aktivitasnya menoleh kearah suara dan seketika itu bayi mungil membuang mainannya lalu merangkak cepat menuju sang abi yang sudah berjongkok disana, tawa riang khas bayi mendominasi membut Kenza takjub bahkan Levin dan Monica juga ikut takjub dan gemas pada bayi laki-laki tanpa menggunakan baju itu menyambut riang sang ayah..

__ADS_1


“abi kangen nak..” ucap Kenza ia membawa sang anak kedalam gendongan dan menciumi wajahnya habis-habisan, benar saja 1 minggu ia tidak berada dirumah berasa 1 abad itulah yang selalu Kenza ucapkan kala jadwal fligthnya. Bayi embul itu tergelak renyah akan perlakuaan sang ayah.


“cium abi dong” pinta Kenza, bayi embul itu menurut dan mencium pucuk hidung ayahnya, entah kenapa bayi itu suka dengan hidung mancung sang ayah.


Seseorang gadis mungil yang tubuhnya terbalut kain kebesaran begitupun dengan kerudungnya datang dari dapur memanggil-manggil sang putra.


“Bintang.. Bin…” panggilan itu terhenti saat melihat lelaki yang menemaninya selama 1 tahun lebih, lelaki yang ia rindukan kini pulang.


“abi..” ucapnya tak percaya ia terpaku ditempat. Tangan Kenza yang menganggur ia rentangkan meminta istrinya mendekat.


“I’m comeback home sugar” ujar Kenza dengan senyum manis dan pancaran mata kerinduannya. Zahra berjalan cepat hingga sampai lalu keduanya saling merengkuh dengan Bintang Althaf Ardiyansyah nama putra pertama Haru dan Althaf tetap berada dalam gendong sang ayah.


Terimakasih...😊


Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..

__ADS_1


dibaca kalian udah alhamdulillah...


With love....💖💖


__ADS_2