
بسم الله الرحمن الرحيم
**AMARAH YANG DILUAPKAN BUKAN BERUJUNG KELEGAAN
NAMUN SEBALIKNYA, KEMARAHAN YANG TERLUAP AKAN MEMBUAT SESEORANG ITU MENGALAMI
PENYESELAN.
'Nabi SAW bersabda, Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat. Orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya di saat marah. (HR. Al Bukhari).'
'Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116**] *
------------------------------------------------------------------------
Terik sinar mentari menerobos masuk dengan tidak sopan kedalam rumah melalu jendela membuat wajah yang terterpa sinar itu merasa terganggu, alisnya mengernyit ia halau sinar itu dengan tangannya.
“sayang… tutup tirainya” rengeknya manja.
“Sugar.. tirainya tutup” pintanya lagi
“Har..” ia terbangun dan melihat sekeliling, sepi.. tak ada Haru disana, kemana istri cantiknya itu. Ia hendak kebawah namun urung ia memasuki kamar mandi hendak membersihkan diri, dan satu lagi penyeselannya ia tidak sholat subuh dan lalai sholat malam, biasanya Haru selalu membangunkannya. Selesai mandi dan berganti pakaian santai ia turun dan melihat sekitar apartemennya rapi dan sepi sunyi, saat ia hendak melangkah menjauh dari ruang tv kakinya tergantung lalu kembali ia pijaki, ia tercenung memorinya berputar sepeti video siaran ulang, bahkan hatinya merasakan sakit.
“apa yang aku katakan.. astagfirullah.. yaallah ampuni hamba karna menyakitinya..” sesalnya dengan berlinang air mata, ia melihat ponsel yang tergeletak ternyata milik Zahra ia membuka ponsel itu dan mengcek panggilan terakhir yang ternyata dari mommy ibunya.
“astgfirullah, Haru.. Zahra… Haru..” teriaknya tak ada sautan suara sandi apartement berbunyi ia berharap itu istrinya tapi salah ternyata mommy dan daddynya.
“sudah bangun kamu” ucap daddy tajam.
“daddy mommy” saat ia hendak menyalami daddy dan mommynya mereka melengos pergi, Kenza sadar , sangat sadar akan kesalahannya. Ia mengikuti langkah kedua oran tuanya yang memasuki kamar bawah.
“dad Zahra gak ada Dad” ucap mommy panic.
__ADS_1
“coba telfon mom”
“Zahra gak bawa telfon dad”
“diam.. kami gak butuh kamu bersuara” ungkap mommy tajam.
Kenza menunduk netranya teralihkan pada benda dan secarik kertas yang ada dinakas dekat lampu tidur itu menarik perhatiannya ia mendekati nakas dan mengambil benda dan secarik kertas itu.
membacanya secara seksama, dan
Saat ia paham matanya terbelalak, hatinya perih mengingat ulahnya yang menyakiti hati wanita yang ia cintai dan kini tengah mengandung anaknya darah dagingnya.
Tanpa kata ia meletakkan kembali benda dan kertas itu diatas nakas ia keluar dengan tergesa-gesa. Mommy hendak menyusul namun daddy menghalangi agar memberi mereka waktu untuk bicara dan mommy mengerti.
“kita bakalan punya cucu lagi”
“ia.. ia hadir untuk mendekatkan kedua orang tuanya lagi”ucap daddy dan mommy berdoa semoga saja.
* Referensi Hadist. https://rumaysho.com/19205\-hadits\-arbain\-16\-jangan\-marah.html
* Kiat Kiat dan Cara menahan Amarah.
Membaca ta’awudz, meminta perlindungan pada Allah dari godaan setan
(Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)
(Jika seseorang dalam keadaan marah, lantas ia ucapkan, ‘A’udzu billah (Aku meminta perlindungan kepada Allah)’, maka redamlah marahnya.” (HR. As-Sahmi dalam Tarikh Jarjan, 252. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1376))
Diam
(Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan lighairihi).
Berganti posisi
__ADS_1
(Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud, no. 4782. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Mengambil air wudhu
(Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Ingat wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan janji beliau
(Dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنَفِّذهُ دَعَأهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى رُؤُوْسِ الْخَلاَئِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُوْرِ مَا شَاءَ
“Barangsiapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya hasan)
Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,
لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ
“Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, hadits ini shahih lighairihi).
* Refesrensi : https://rumaysho.com/19205\-hadits\-arbain\-16\-jangan\-marah.html.
Allahu a'lam..
Semoga kita juga mampu menahan amarah..😀
------------------------------------------------------------------------
Terimakasih...😊
Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..
dibaca kalian udah alhamdulillah...
With love....💖💖
__ADS_1