POTRET

POTRET
PART 20 KONFLIK (ONE)


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


Sepulang dari bertugas, Kenza masih memejamkan mata karna lelah sehabis sarapan tadi suaminya ini langsung berlibur dipulau kapuk menikmati betapa empuknya kasur, bantal dan hangatnya selimut. Sedangkan Zahra yang baru saja datang dari kampus setelah bimbingan sebelum skripsi dimulai.


Sudah 3 bulan pernikahan mereka berjalan sebagaimana mestinya,terkadang mereka juga cekcok kecil, karna mereka sama-sama bisa mengalah dan gak besar-besarin masalah. Adzan dzuhur sebentar lagi, dan suaminya masih nyaman dalam liburan kepulau kapuknya. Zahra mendekati kasur duduk disisi kosong dan mengusap pelan pipi suaminya.


“By.. bangun.. sholat dulu” tak ada pergerakan, Zahra tak putus asa, hingga suara lenguhan yang merasa terusik terdengar.


“bangun yuk sholat dulu” ucapnya lembut kala suaminya telah mengerjapkan mata, Zahra pikir suaminya ini bakalan bangun eh ternyata malah meringkuk dipangkuannya.


“Hubby sayang.. bangun yuk.. sholat dulu”


“bentar yank ngisi vitamin dulu” elaknya dan menenggelamkan wajahnya diperut rata istrinya. Sedikit mengecup kecil disana lalu bangun.


“capek gak?”tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.


“Alhamdulillah gak kok, sana bersih-bersih dulu, biar keburu sholat jamaah dimasjidnya” Kenza menurut, ia melesat kekamar mandi setelah mendaratkan ciuman dikening sedangkan Zahra hanya menggelengkan kepala rasanya suaminya ini gak akan sah jika gak nyium dulu.


+++++


“assalamu’alaikum sayang… ak..” perkataanya terpotong kala ia menatap tamu yang datang menduduki sofanya, wajahnya yang ceria berubah menjadi datar. Zahra datang dari dapur membawa nampan yang berisi suguhan untuk tamu.


“eh uji udah pulang.. waalaikumsalam.. ganti baju dulu gih” Kenza mengangguk lagi sebelum pergi ia mendaratkan ciuman dikening istrinya.


Tak butuh lama ia kembali keruang tamu dan duduk tepat disamping istrinya, menatap tamu didepannya. Wajahnya pucat matanya sembab seperti habis menangis, Kenza menatap istrinya mencari jawaban, namun Zahra hanya menggeleng.

__ADS_1


“kakak diminum dulu kak” ucapnya lembut saat Resi ya tamu mereka adalah Resi, saat ia hendak mengambil jus jeruk yang Zahra suguhkan ia dengan cepat membekam mulutnya rasa mual itu datang lagi.


“kak kenapa?” , Tanya Zahra kawatir


“kamar mandi Ra dimana?”tanyanya tergesa-gesa


“ayo Zahra antar” ajaknya.


Resy telah menghilang dibalik pintu sedangkan dirinya menunggu dengan cemas diluar sedangkan Kenza ia malah sibuk ngemil kripik kentang buatan istrinya yang tiada bandingannya. Ia seolah tak terbebani ataupun kawatir akan kakak iparnya. Zahra melongo melihat suaminya yang hanya santai ngemil dan menonton telivisi, suaminya memang tidak suka bukan benci namun geram karna perlakuan kakaknya kepadanya yang suka seenaknya.


“duduk kak.. mau diganti minumannya?”


“gak..”


“gak usah lah sayang… aku ambil minum dulu ya haus nih” pamitnya hanya pada sang istri ia tak menganggap ada tamu dirumah.


Kenza datang membawa dua gelas ditangannya, latte yang sepertinya memang sengaja disiapkan untuk dirinya dan segelas air putih hangat ia serahkan pada istrinya.


“ini kak minum dulu, mungkin jika air hangat gak akan mual” Resy mengangguk dan benar saja minuman itu tandas tak bersisa.


“sekarang ada apa? Mau cerita?”tawar Zahra hati-hati sedangkan Kenza tetap tak mau ikut campur ia sibuk dengan dunianya sendiri walau telinganya mencuri dengar percakapan mereka.


“maksud kakak apa?”


“a..aaku hamil ra” jawaban itu membuat kedua pasangan suami istri itu shock bukan main..

__ADS_1


“bagaimana.. eh salah.. terus kak.. gimana?” tanyanya linglung.


“kakak juga gak tau Ra.. kakak putus asa.. kakak gak sanggup buat nahan beban ini sendiri, lelaki brengsek itu malah kabur.. aku menanggung malu ini sendiri”


“salah sendiri ya tanggung sendiri” celetuk Kenza.


“Hubby..” Peringat Zahra “ bapak dengan ibu sudah tau?” Resy menggeleng.


“terus kakak tau siapa yang menghamili kakak?”


“gak tau Ra.. waktu itu kakak mabuk, terus ada seseorang yang menarik kakak dan setelahnya kakak terbangun dengan keadaan yang gak wajar dan sendiri dikamar hotel” ceritanya seraya tergugu dengan tangisan yang tumpah ruah “kakak gak tau lagi ra.. rasanya kakak ingin gugurin kandungan ini”


“jangan kak.. jangan tambah dosa kakak lagi dengan membunuh bayi suci yang tidak tau apa-apa itu”


“lalu bagaiman Ra.. kakak takut buat ngomong sama papa dan mama”


“Zahra yang akan bantu kakak bicara dengan papa dan mama” jawab Zahra mantap, Kenza hendak protes namun ia sadar ini masalah serius.


“yaudah yank kita kerumah bapak dan ibu sekarang biar masalahnya kelar” Zahra setuju, ia juga sudah siap, Kenza bangun mengambil kunci mobil dan menggandengn tangan Zahra keduanya berjalan dibelakang Resi yang melangkah pelan.


------------------------------------------------------------------------


Terimakasih...😊


Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..

__ADS_1


dibaca kalian udah alhamdulillah...


With love....💖💖


__ADS_2