POTRET

POTRET
PART 32 BIDADARI TERHEBAT


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


Malam harinya Zahra masih berkutat didepan leptop, menyelesaikan revisin skripsinya. Hingga Zahra tidak sadar berapa lama ia tertidur dikursi kerja suaminya. Karna Kenza menyuruh istrinya itu untuk mengerjakan diruang kerjanya saja, dari pada disofa ruang tengah.


Kenza baru saja pulang dan mendapati apartemennya yang sunyi, kemana istri cantiknya itu, ia melangkah menaiki tangga benar dugaannya istrinya masih berada diruang kerjanya pasti sedang mengerjakan tugasnya.


Saat pintu ruang kerja yang berwarna hitam dibuka istrinya tengah bersandar nyaman dan terlelap disana. Membuat Kenza geleng-geleng kepala. Ia melangkah mendekati Zahra yang terlelap, wajah istrinya terlihat lelah, ia mengangkat kursi lalu menempatkannya didekat kursi yang diduduki istrinya, tangannya terulur mengusap pelan perut Zahra yang sudah sedikit menyembul itu.


“assalamu’alaikum sayang.. tadi diajak kerja ya sama ummi” ucapnya lirih, ia mendaratkan ciuman disana.


“sekarang istirahat ya.. abi mau selesain tugas ummimu dulu”.


Setelahnya Kenza berkutat dengan leptop Zahra mencerna dan memehami kata demi kata, jika menurutnya ada yang tidak baik atau kurang tepat Kenza ubah bahkan ada yang ia perjelas lagi akan sesuatu yang menuntut kejelasan hingga 25 menit akhirnya selesai rampung dengan print beserta sampulnya besok tinggal dikumpulkan saja. Ia letakkan hasil print out yang sudah tersampul rapi dikumpulkan dengan skripsi yang balum direvisi, mematikan layar leptop lalu kembali memperhatikan wajah istrinya, ia mengusap lembut pipi Zahra, membuat siempunya terusik matanya yang indah mengerjap-ngerjap hingga sedikit terbuka, ia mengulas senyum saat mengetahui siapa pelakuanya.


“Uji..”panggilnya dengan suara serak, Kenza tersenyum ia bangun dari duduknya dan benar saja, Zahra langsung memeluknya menyandarkan kepalanya pada perut suaminya, Kenza terkekeh ia mengelus punggung Zahra lembut hingga ia merasakan deru nafas itu mulai teratur bahunya naik turun dengan teratur.


Sungguh betapa bodohnya ia sampai pernah mencaci maki istrinya, jika bisa ia ingin memutar waktu mengubah cacian itu menjadi kata cinta. Namun apa boleh buat semuanya sudah terjadi dan tidak perlu disesali namun perbaiki dimasa depan agar ia tidak lagi menyakiti hati istrinya.


Kenza membopong tubuh istrinya, merebahkan Zahra dengan hati-hati di kasur mereka sebelum ia ikut merebahkan diri ia berdoa, kemudian mengusap disertai ciuman lembut penuh kasih sayang pada perut dan kening istrinya lalu ikut merebahkan tubuhnya disamping sang istri lalu merengkuhnya erat. ‘ selamat tidur bidadari terhebat’ ucapnya lirih.


++++++++++++

__ADS_1


Paginya, sosok bertubuh jakung dengan apron berwarna pink dengan karakte kelinci dibagian depannya terpasang apik ditubuh lelaki itu. Tangannya tengah sibuk memotong, mengaduk, bahkan mengulek.


Sesekali ia mencicipi masakan yang ia masak hari ini.


" eum..udah enak nih, rasanya juga udah pas" gumamnya.


Hingga ia merasakan lengan seseorang melingkari perutnya, dan kepala besandar dipunggungnya.


maaf ya Abi.. gara-gara ummi lemas pagi pagi... abi yang masak" ungkapnya tak enak hati.


Althaf mematikan kompor saat supnya sudah matang. Ia berbalik memposisikan tubuhnya berhadapan dengan sang bidadari terhebatnya ini. Ia memeluk pinggang itu dan membawa tubuh mungil itu kedalam pelukannya.


Sebagaimana kamu yang selalu menghormatiku, menyayangiku, dan memenuhi segala kebutuhanku tanpa pamrih. Akupun begitu sayank" Jelasnya panjanh lebar. Apa yang pernah ia lakukan dulu dengan mulutnya mengeluarkan hinaan yang bahkan membuat rasa sesal dan penuh rasa bersalah itu masih bersarang dihatinya.


Abi lanjut masak dulu ya sayank...sabar ya.." ucapnya lembut. Sebelum berbalik Althaf mendaratkan ciuman sayank di kening istrinya.


Ummi juga bantu ya..." Althaf menatapnya penuh peringatan, membuat Zahra terkekeg geli.


Abi coba deh nunduk bentar. itu di pipi Abi ada merah merahnya gitu" beritahu Zahra dengan tatapan serius menatap salah satu pipi Althaf.


Althaf menurut ia sejajarkan wajahnya dengan wajah sang istri agar istrinya tidak berjinjit yang nantinya akan membuat kaki istri tersayangnya itu sakit. Namun satu hak yang membuat matanya membula sempurna akan...

__ADS_1


Chup..😚


" Zahra tambahin merah merah cintanya... bonus kiss juga dari baby melalui ummi he..he.." ucapnya menggemaskan membuat Althaf tak berdaya dari kemanisan pagi yang dimulai istrinya itu. Saat ia hendak meraih istrinya dan memberikan kecupan merah cinta juga pada istrinya itu.


Dengan jailnya sang istri malah pergi dari sana, namun berbalik dan mengerling nakal padanya.


Semangat masaknya ya abi.." dan memberikan kecupan jauh membuat Altahf terkekeh.


" kalo masak gini aja udah dapat kecupan merah cinta dari istri. Rela gue tiap pagi masak" pekiknya senang. letupan letupan kembang api memercik dihatinya membuat ia harus mengepalkan tangas menahan gemas dan diri untuk tidak mengejar sang istri dan memberikan istrinya itu kecupan merah cinta versinya.


Sedangkan Zahra terkekeh geli melihat tingkah dan ekspresi suaminya itu. lalu pergi dari sana untuk mencuci pakaian kotor mereka yang sudah cukup menumpuk sekalian nyetrika.


------------------------------------------------------------------------


Terimakasih...😊


Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..


dibaca kalian udah alhamdulillah...


With love....💖💖

__ADS_1


__ADS_2