
بسم الله الرحمن الرحيم
Zahra duduk ditepi ranjang tepat dekat jendela yang tirainya ia buka, ia melihat keluar dan melihat langit yang malam ini dipenuhi bintang, dia yang pecinta langit tersenyum seraya membelai lembut perutnya.
“lihat nak.. bintangnya banyak sekali indahkan.. nanti setelah baby lahir bunda akan ajak baby lihat bintang.”… “dan baby adalah bintang hati ummi.. bintang yang bercahaya terang untuk ummi, terimakasih sudah ada diperut ummi little star.. I love you” monolognya dengan nada bergetar.
Diluar pintu kamar Zahra Kenza menangis ia mendengar semuanya.
“maafin aku sayang… maafin abi nak” ucapnya lirih.
Malam harinya Zahra tidak bisa tidur walau jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ia membuka pintu dengan hati-hati melihat sekeliling tidak ada orang. Zahra merebahkan dirinya dikursi membaca doa sebelum tidur lalu memejamkan mata. Kenza yang semula bersembunyi dibalik dinding mendekati Zahra yang sudah terlelap. Ia berjongkok disamping sofa menjulurkan tangannya untuk membelai perut istrinya dengan sayang.
“little star.. itu panggilan ummi buat kamu.. abi boleh ya manggil kamu begitu juga. Maafin abi ya sudah ikut bentak kamu, maafin abi nak.. bilang sama ummi kalo abi sayang banget sama kalian.. bilang nak sama ummi, abi minta maaf.”
Air mata luruh begitu saja, Kenza mengesatnya “little star juga bintang dihati abi setelah ummi, sehat- sehat ya nak didalam sana.. abi tidak sabar menunggu kamu lahir kedunia ini.. I love you baby” Kenza mencium lama perut Zahra dibalik piyama tidurnya, lalu beralih mencium kening Zahra ‘ maafin aku sayang” ucapnya lirih, ia ikut merebahkan diri disamping istrinya menyelimuti diri dan istrinya dengan tangan yang seakan sudah menjadi candu untuk membelai lembut perut Zahra hingga ia terlelap. Kenza tidak tau bahwa sebenarnya Zahra tidak tidur.
15 menit mencoba memejamkan mata namun tidak bisa, Zahra lapar sedari pagi yang masuk hanya apel dan air putih itupun habis dia muntahkan kembali dia benar-benar lapar dan menginginkan sesuatu, ia berhati-hati bangun menyingkirkan tangan kekar yang melilit tubuhnya lalu turun dari sana, berjalan pelan kekamar.
Zahra hendak memutar handle pintu namun urung kala suara orang mengitrupsinya.
__ADS_1
“mau kemana?”tanyanya lembut, melihat Zahra yang rapi dengan gamis kerudung dan jaket membalut tubuhnya.
“mau keluar, anak aku laper” jawabnya dingin
“yaudah aku anter”
“gak perlu, aku bisa pergi sendiri”
“dengan membahayakan keselamatan kamu dan anak kita, aku anter”
“gak perlu”
“Haru..”
“gak sayang.. maafin aku kamu gak merepotkan” ucapnya ia menekuk lutut dan memeluk Zahra.
“aku janji Uji.. aku dan anak aku gak bakal ngerepotin kamu lagi”
“aku mau.. aku mau kamu repotin aku sangat mau direpotin kamu dan anak kita”
__ADS_1
“lepas ji”
“gak.. aku gak mau lepasin kamu jangan pergi.. jangan tinggalin aku.. Uja maafin aku.. maafin aku”
“anak aku laper Ji, aku mau kerumah mommy anak aku pengen makan masakan mommy, jadi lepasin”
“oke.. aku yang antar” Kenza langsung berdiri
“aku bilang gak usah” kekeh Zahra.
“Haru.. aku antar atau gak sama sekali”
“terserah” akhirnya. Kenza mengantar Zahra kerumah mommy karna keingin sang bayi yang ingin memakan masakan mommynya.
------------------------------------------------------------------------
Terimakasih...😊
Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..
__ADS_1
dibaca kalian udah alhamdulillah...
With love....💖💖