
بسم الله الرحمن الرحيم
Hari ini semua orang berkumpul dirumah keluarga Ardiansyah. Untuk membahas sebuah rahasia masalalu Zahra yang bahkan Zahra tidak mengetahuinya.
“nak daddy harap kamu kuat dan siap mendengar cerita masa lalu kamu”
“insyaallah dad” jawabnya mantap.
Saat ketiga lelaki itu berunding, ternyata mereka mencari tahu tentang keluarga Zahra yang menurut mereka ada yang menjanggal dan benar saja detektif kepercayaan mereka menemukan hal itu dan menginformasikan sebuah fakta pada ketiga lelaki itu yaitu David, Kenzo dan Kenza, bahwa sebenarnya Zahra bukanlah anak kandung dari paman dan bibinya melainkan ia diasuh oleh mereka karna permintaan pamannya sendiri tujuaannya agar keduanya dapat memperoleh sebagian harta dari ayah Zahra yang berhasil dalam bidang bisninya.
Kakek dari sang ayah yang asli orang jepang begitupun ayah Zahra terlalu tua untuk mengatasi hal itu dia juga kalah dalam sidang hak asuh Zahra jadi dengan berat hati sang kakek yang sangat menyayangi cucunya rela diasuh oleh adik dan adik ipar putranya.
__ADS_1
Kedua orang tua Zahra meninggal karna murni sebuah kecelakaan dan hal itu langsung dimanfaatkan oleh Tina yang mana suaminya selalu gagal dalam usaha apapun dengan pura-pura memalsukan surat wasiat jadi 50% saham perusahaan menjadi milik mereka bahkan rumah mewah yang mereka tempati sekarang dengan menjadikan si tuan putri asli menjadi upik abu.
15 tahun kemudian perusahaan menurun drastic dari penangan paman Zahra hingga menjadi perusahaan kecil seperti sekarang. Ada satu hal yang paman dan bibinya tidak tau, bahwa sebagian harta hak milik Zahra tersimpan rapi bahkan lebih banyak dari saham 50% dan sebuah rumah yang hanya pengacara ayah dan ibu Zahra yang menyimpan rapat hal itu. Sepertinya ayah Zahra sudah tau akan rencana busuk istri kakak iparnya yang memanfaatkan kebaikan istrinya. > OFF
Zahra terdiam mendengar cerita itu, jadi selama ini dia diperlakukan begitu karna bukan anak kandung mereka, wajar saja’ pikirnya dia tersenyum miris, Kenza merengkuhnya dari samping membuat Zahra menoleh. Zahra tersenyum menandakan jika dia baik\-baik saja.
“nah Zahra.. disamping daddy adalah pengacara sekaligus orang kepercayaan ayah dan ibu kamu, nanti kita juga akan menuju tempat ayah dan ibu kamu dimakamkan, kamu mau” Zahra mengangguk antusias 20 tahun ia tidak pernah tau dimana dan bagaimana rupa makam kedua orang tuanya. Pengacar itu menjelaskan sejelas-jelasnya pada Zahra dan semua orang.
“jadi paman.. bagian perusahaan bapak yang sedang diambang bangkrut bolehkah jika Zahra minta tolong untuk sedikit saja menyumbangkan dana pada perusahaan bapak”, perkataan Zahra membuat semua orang memandang tak percaya.
“setidaknya bapak dan ibu tetap merawat, memberi saya tempat disana bahkan menyekolahkan saya dari kecil hingga sekarang. Dan hanya dana itu tidak akan berarti apapun atas jasa mereka terhadap saya”, jawab Zahra memang benar sejahat-jahatnya mereka, mereka tidak pernah membuat dia kelaparan walaudia sering kali tidak mendapat jatah sarapan pagi namuan ia selalu mendapat uang saku walau tidak banyak dari Resy.
__ADS_1
“zahra mohon paman” pinta Zahra, dan pengacara itu mengangguk setuju.
“lalu bagaimana dengan hak waris?” Tanya pengacara.
“boleh nanti saya rundingkan dulu dengan suami saya?”
“tentu saja.” Jawab ramah sang pengacar sekaligus menutup musyawarah sederhana itu.
Terimakasih...😊
Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..
__ADS_1
dibaca kalian udah alhamdulillah...
With love....💖💖