POTRET

POTRET
PART 22 KEPUTUSAN


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


 


Susana kembali hening, hingga keheningan itu menghilang tergantikan suara isakan dimana sipemilik itu kini berjongkok didepan Zahra memohon dengan derai air mata, Zahra yang polos sedangkan Kenza yang kesal melihat tangisan tipu itu.


 


“kakak mohon Za.. ijinkan kakak menjadi istri suamimu, setidaknya berbagilah kebahagianmu hanya sedikit Za.. hanya sedikit kakak minta darimu.. setidaknya demi bayi ini Zahra, bayi yang katamu tanpa dosa ini membutuhkan sosok ayah” ia membawa tangan Zahra pada perut ratanya yang mengencang. Zahra memejamkan mata ia bingung keputusan apa yang akan dia pilihpun tak mengerti dengan keadaan ini.


“kakak mohon Ra.. demi bayi ini”


“kak… tenanglah.. kita akan cari solusi akan masalah ini”


“kau mengijinkannya Ra.. kau mengijinkan aku menjadi istri kedua suamimu, aku tidak akan merebut kebahagiaanmu Ra. Aku hanya minta sedikit darikebahagiaanmu itu, posisimu tetap ratu diistina itu dan aku hanya seorang selir anggap begitu”


“tentu saja, istriku akan selalu menjadi ratu baik dihatiku maupun diistana kita, dan dengar aku sama sekali tidak berniat menambah anggota keluarga baru kecuali anak kita nanti” jawbanya tegas.


“heh Zahra.. setidaknya balaslah budimu kepada kami yang sudah merawat memberimu makan memberimu rumah menyekolahkanmu, dan kakakmu hanya meminta itu apakah tidak ada rasa malumu hah dasar tak tau diri” bentak tina pada Zahra.


“ibu.. saya masih mengohormati ibu karna ibu lebih tua disini, tapi bukan berarti saya diam saja melihat istri saya dibentak saya tidak bisa terima.. lagian kesalahan itu yang berbuat adalah putri kebanggaan anda jadi tanggung sendiri akibatnya jangan ajak orang lain dalam masalah kalian” tegasnya dengan menekan katan anak kebanggaan.


“Uji..”


“kita pulang Hon”


“tunggu sebenatr Uji… biarkan Uja berfikir dan..”

__ADS_1


“kamu mau ra?” Tanya Resi harap


“aku m…


“aku tidak akan pernah menikahi dia Uja sekalipun nanti kamu yang memohon aku tidak akan sudi, lebih baik kamu aku ceraikan dari pada menyakitimu secara perlahan setidaknya biarkan aku yang terluka akan hal itu dari pada membuatmu terluka” tandasnya dan beranjak dari sana dengan amarah yang memuncak.


Zahra undur diri dari sana dan mengejar suaminya. Ia masuk kedalam mobil tepat sabuk pengaman terpasang. Suaminya melajukan mobil dengan sangat cepat.


“uji apa yang kamu lakukan Uji.. plis.. berhenti..” pintanya ia ketakutan bahkan ini sangat cepat.


“aku mohon berhenti” teriaknya, Kenza berhenti setelah menepikan jalan, dilihatnya sang istri yang menggigil seraya menggenggam erat sabuk pengaman, tangannya bergetar, isakan kecil terdengar oleh telinganya dan kali ini ia menyesal membuat istrinya ketakutan , ia membuka sabuk pengamannya, beringsut mendekati Zahra dan membawanya kedalam pelukan tangisan yang tadi tertahan, terluap begitu saja.


“maaf sayang… maafkan aku… tenang ya.. istigafar…”


“hiks… hiks.. ja..ja..ngan begini Zahra takut Ji” ucapnya terbata-bata benar saja badan istrinya dingin.


“kenapa hubby begini?”


“aku marah karna kamu akan mengambil keputusan tanpa persetujuan aku”


“siapa yang bilang?’


“tadi saat …”


“aku hanya ingin bilang jika Uja masih ingin memikirkan hal ini, dan yang membat Zahra tak habis pikir Uji melontarkan kata yang sama sekali tak ingin Zahra dengar hiks..”


Kenza menatap sendu istrinya.

__ADS_1


“maaf tapi dari pada menyakitimu secara perlahan itu lebih menyakitkan Uja”


“lagian siapa yang akan menyakiti siapa.. Zahra takut..”


“ssst udah jangan takut” ucapnya menenangkan seraya membawa Zahra dalam dekapannya.


“jangan pernah lontarkan perkataan itu lagi jangan pernah Uji” pintanya.


“ia uji janji demi jiwa dan raga Uji, Uji gak akan pernah mengatakan kalimat itu, kita hanya akan terpisahkan oleh maut hanya itu.. maaf sudah buat kamu takut.


“Haru ngerti.. dalam islam seorang lelaki menikahi istri saudaranya itu gak boleh jadi.. kita harus berunding lagi untuk mencari solusi ini, kita minta pendapat juga dari daddy, mommy bahkan kakak, kita rundingin dulu masalah ini bagaimana”


“aku sangat setuju akan hal ini, oke berangkat”


“nyetirnya pelan loh ya.. kalo gak Haru bakalan lompat”


“jangan dong yang.. kalo kamu nekat lompat aku bakalan ikut lompat”


“buta.. jangan jadi buta Uji karna cinta namun jadilah mata yang mampu melihat kedalam hati menilai dengan benar akan yang namanya Cinta, sehingga langkah kita yang mengatas namakan cinta membawa kita kejalan yang allah ridhoi” Kenza kagum dengan istrinya ini ‘ lihatlah.. aku salah satu bintang yang terjatuh kehatimu dan keberuntungan aku yang terjatuh lebih dulu dari pada beribu bintang yang pasti juga menginginkan mu’ batinnya.


------------------------------------------------------------------------


Terimakasih...😊


Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..


dibaca kalian udah alhamdulillah...

__ADS_1


With love....💖💖


__ADS_2