POTRET

POTRET
PART 27 TAKKAN MEMBUATMU REPOT LAGI


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


MUNGKIN AKU HANYA SEORANG PARASIT YANG SUKA MENUMPANG


DAN MEREPOTKAN


#HARU


------------------------------------------------------------------------


“makan Ra.. kamu belum sarapankan Ra” suruh Ardila, ia gemas sendiri. Dan tak ada tanggapan dari sahabatnya itu.


“Ra. Aku gak masalah kamu gak mau makan, tapi pikirkan keadaan bayi kamu dia juga butuh asupan ra biar dia kuat disana”


“gak bisa dil bawaannya mual terus” keluhnya.


“aku tau.. tapi cobalah makan dulu Ra.. siapa tau keponakan aku suka, makan ya” bujuknya dengan nada selembut mungkin.


“gak bisa dila” rengeknya.


“Ra.. dia bayi kamu.. dia butuh makan ra butuh nutrisi dari apa yang ibunya makan, jika dia sudah sebesar aku, pasti dia akan meronta-ronta minta makan.. makan ya.. pikirkan kesehatan baby oke.. sini aku suapin mungkin kalo disuapin Atenya dia jadi gak buat kamu mual” ucapnya senang, ia mengisi sendiri sendok yang dipegangnya dengan nasi goreng yang ia pesan.


Untuk Zahra, saat sendok didepan bibirnya, ingatan akan kejadian semalam kembali berputar tak terasa air matanya luruh, Ardila meletakkan sendok dan merengkuh Zahra.


“sorry,,.. aku gak maksa kamu makan lagi.. oke.. jadi jangan nangis.” ucapnya merasa bersalah.


“aku ngerepotin banget ya Dil hiks..”

__ADS_1


“ngerepotin siapa Ra?”


“ngerepotin kalian.. aku ini memang menyusahkan kaliankan”


“kamu ini ngomong apasih Una.. kamu gak pernah ngerepotin kami”


“tapi kenyataannya begitu Uno.. aku ini orang tak tau diri dan merepotkan”


“ngomong apa sih kamu Ra.. kamu kenapa heum.. kenapa Ra”


“hiks.. katakan yang jujur kalo aku ini memamg merepotkan gak usah pura-pura ini lebih baik dari pada aku harus tersakiti diakhir nanti”


“Zahra.. kamu kenapa heum.. kamu bagi kami adalah berharga,, Zahra yang selalu kuat, Zahra yang selalu ceria walau selalu ada badai yang menerpa ketenangan pohon tapi pohon tak pernah protes sama badainya itulah Zahra bagi kami”


“aku… adalah manusia tak taudiri, dan merepotkan semua orang,itulah kenapa aku dibenci keluarga aku sendiri, bahkan mungkin nanti kalian”


“aku.. hati aku sakit.. sakit sekali.. aku terluka.. rasanya sangat amat menyakitkan.. aku terluka” luahnya, Ardila ikut menangis ini kali pertama melihat Zahra rapuh, tak pernah keduanya melihat Zahra serapuh ini.


“siapa yang sakitin kamu Ra.. siapa”


“aku sakit.. hiks… aku terluka..” luahnya lagi. Mereka tidak sadar jika ada seseorang yang melihat dan mendengar semuanya, hatinya bagaikan tertusuk pedang melihat kerapuhan istrinya karna ulahnya itu. Ia mendekat dan perlahan ia yang menggantikan posisi Ardila.


“aku terluka… hiks… hati aku sakit Ra”luahnya lagi, Kenza ikut menitikkan air mata, ini karnanya ini salahnya.


Zahra berhenti menangis hanya sesenggukan, dan Kenza mengesat air matanya mencoba memantapkan hati lalu berkata pelan.


“maafin Uji heum..” tubuh Zahra menegang ia kenal sangat kenal suara itu, ia kembali terkaku kala tangan kekar itu mengusap lembut perut ratanya.

__ADS_1


“dia apakabar?” Zahra melepas rangkulan Kenza mengesat kasar air matanya lalu menepis tangan Kenza yang mengusap perutnya, ia menggeser menjauh.


“baik” jawabnya datar air matanya kembali menetes kembali ia kesat lagi. Ia berbalik menatap Ardila mengambil uang didompetnya.


“oh ya tenang aja uang yang aku pakai bukan uang yang kamu kasih” ucapnya dengan penuh penekanan tentu saja ia berkata itu pada Kenza lagi Kenza merasa bersalah.


“ Dil.. aku bayar kekamu aja ya..”


“kamu gak makan dulu Ra?”


“gak usah dil anak aku udah gak nafsu” jawabnya, dan pergi dari sana, Kenza mengikuti Zahra, ternyata ia hendak memanggil taxi, namun dengan sigap Kenza menarik lembut tangan Zahra namun kuat dan hati-hati agar tidak menyakiti istri dan anaknya, ia menutup pintu lalu beralih diirnya yang masuk, memasangkan sabuk pengaman pada Zahra lalu dirinya.


Suasana mobil hening, sesekali Kenza melirik istrinya yang menatap kosong dengan tangan yang membelai perutnya.


“kenapa perut kamu sakit?” tanyanya lembu dengan pandangan tetap memerhatikan jalan didepannya.


“gak”jawabnya. Akhirnya mereka sampai di apartemen, saat hendak mencekal tangan Zahra ia terlambat Zahra sudah masuk kekamar bawah dan mengunci pintunya.


------------------------------------------------------------------------


Terimakasih...😊


Jangan lupa dukungan kalian ya... Like.. komen, vote, and.. love.. he..he..


dibaca kalian udah alhamdulillah...


With love....💖💖

__ADS_1


__ADS_2