Princess Descendent Of The Emperor.

Princess Descendent Of The Emperor.
MEMPELAJARI SIHIR


__ADS_3

Hari telah berlalu setelah kejadian tersebut, beberapa orang ada yang mengasihani keluarga Marquess Bai ada juga beberapa yang senang akan kematian Putrinya. Tentu saja karena semua orang mengetahui nya, bahwa Marquess Bai addalah tipikal kepala keluarga yang bermuka dua.


Ayah memanggil ku untuk menghadap kapada beliau. Ia menyuruhku untuk datang dan diam menunggu seseorang di taman bunga matahari yang di berikan oleh nya. Aku tidak tahu siapa. Yah tapi aku harus menunggu. Wajar! Aku adalah Tuan Putri yang penurut.


"Senang bertemu dengan anda, Yang Mulia Putri" Sontak aku menoleh kebelakang. Suaranya yang tak asing ditelinga ku, dan kehangatan yang pernah aku rasakan. Tak sedikitpun diriku melupakan itu.


Pria tampan, berkulit agak gelap, dan di balut dengan seragam kesatria membuatnya terlihat sangat berwibawa. Ia tersenyum melihat diriku, bagaikan bintang yang telah jauh dari langit nya.


"Maaf, anda siapa?" Erces bertanya sopan.


Smirk. "Mungkin anda akan mengingat saya tak lama lagi. 'kita akan bertemu lagi!'"


Shock. "Ka... Kau? Apakah itu kau?"


"Benar, Matahari-ku yang indah" Zykle meraih tanganku dan mengecup-nya dengan bibir halus nya tersebut.


Greb (Peluk). "Hiks... Hiks... Akhirnya aku bertemu dengan mu, apakah kau tau betapa aku penasaran dengan dirimu?. Apa kau tau betapa takunya aku? Aku... Aku senang bisa bertemu dengan mu. Aku merasa kita sudah memiliki hubungan yang sangat amat lama, kenapa?" Zykle hanya bisa tersenyum dengan Omelan calon tunangannya tersebut.


"Bhahahaha!, Kau... Kau sangat lucu. Apa kau tau itu. Aku tidak menyangka bahwa wibawa kaisar wanita nantinya melunak didepan ku, hahaha. Ini adalah hal yang paling mengejutkan!"


Buak 3×


"Kauuu!, Dasar!" Ketus Erces.


"Hkm, nona maukah anda memberi tahu nama mu?" Tanya Zykle dengan nada sedikit genit nya.


"Oh iya, hampir saja aku lupa. Senang bertemu dengan anda, saya Tuan Putri kekaisaran Fianlor. Erces Fianlor."


"HM.. anda sangat menarik. Nama saya Zykle Saron. Penerus Grand Duke Saron nantinya" Salam Zykle dengan senyum hangatnya, dan itu membuat jantung Erces berdegup.


Prok... Prok... Prok.


Suara tepukan tangan terdengar sontak membuat Erces dan Zykle yang sedang asyik berbincang menoleh.


"Apakah hubungan kalian sudah sebaik ini?" Tanya yang mulia Kaisar.


"Ah ayah!, Saya memberi salam kepada mata air kekaisaran" Salam Erces sambil menaikan sedikit gaunnya. Begitu pula dengan yang lainnya, yang ada di samping Erces.


"Hoho, sudahlah aku kesini hanya ingin melihat-lihat saja apakah semuanya berjalan lancar"

__ADS_1


"Tentu saja lancar yang mulia" Jawab ketus Zykle.


"Baiklah jika sudah seperti itu aku ingin langsung ke intinya saja. Erces kau ingat kan apa yang aku katakan sebelum nya?"


"Iya ayahanda saya ingat. Bahwa saya harus menikahi pria yang benar-benar sayang dan tidak pernah mengkhianati satu sama lain" Tegas Erces.


"Bagus kau masih ingat!. Aku akan menjodohkan mu dengan nya Zykle Saron. Apa kau keberatan?"


"Apa! Tapi yah ini masih terlalu cepat!?" Tolak Erces.


"Kalian hanyalah bertunangan bukan menikah, putriku"


"Hmm... Berikan aku waktu. Nikmatilah waktu kalian aku permisi dulu" Erces pergi meninggalkan ayahnya Zykle. Ia masih tenggelam dalam pikirannya.


***


Erces berbaring di tempat tidur mewahnya dan merenungkan pembicaraan mereka bertiga tadi.


"Pertunangan?, Dia tampan sih. Tapi aku tidak masih belum siap, yah biarpun aku pecinta lelaki tampan... Tapi masalah berpacaran aku sama sekali belum pernah. Malah dulu aku di cap sebagai JOMBLO NGENES ABAD KE-21, haih malang sekali nasib ku ini"


"Arghhh aku benci tenggelam dalam pikiran. Mending aku tidur saja, hufh"


"Erces...." Panggil Arilian dari depan pintu.


"Apa kau sedang istirahat, apa kakak boleh masuk?"


Sret (Bangun) "Ah kakak! Tunggu sebentar ya. Akan ku bukakan pintunya"


Kriet (Buka pintu) "Saya memberi salam pada Pangeran pertama" salam Erces sopan.


"Sudahlah tidak perlu ada salam. Ingat derajat mu selalu tinggi dibandingkan siapapun" Tegas Arilian.


"Ah... hehehe baik kak"


"Ayah ingin kau meningkatkan kekuatan sihirmu, jadi dia mengirim ku untuk mengajarkan bagaiman cara menggunakan dan memanfaatkan kekuatan sihir. Apakah kau siap untuk belajar Tuan Putri?" Tanya Arilian sambil membelai lembut kepala adiknya.


Deg... Deg.... Deg


"Baik kak! Tentu aku mau"

__ADS_1


"Ayo kita ke perpustakaan terlebih dahulu setelah itu baru ke aula pelatihan sihir"


Kami berdua berjalan menuju perpustakaan masing-masing ditemani oleh dua ksatria dan pelayan.


Brak (Setumpuk buku)


"Pertama-tama kau harus membaca buku ini selama 2 jam saja, dan itu harus kau mengerti dalam waktu 1 jam. Aku akan meninggalkan mu sebentar di sini, setelah 1 jam berlalu akan langsung ku tes dirimu"


Arilian sudah meninggalkan Erces dengan ditemani setumpuk buku di depan mejanya. Sontak itu membuat Erces mual seketika biarpun dulu ia seorang kutu buku tetapi tetap saja ada batasannya.


"Huwekkk... Ingin rasanya diriku memuntahkan isi hati ini..."


"Hiks... Kakak kau sangat kejam... Mana mungkin aku dapat menyelesaikan nya dalam waktu 1 jam? Gila!"


Biarpun Erces mengeluh tetapi ia tidak lupa bahwa ini adalah untuk kebaikan tubuh yang ia diami saat ini.


1 jam berlalu....


"Hah akhirnya selesai juga, Ronia! Jam berapa ini?"


"Mungkin ini sudah pukul 3 sore Tuan Putri, apakah anda lelah saya akan membuatkan camilan. Bagaimana?"


"Baiklah boleh, dan karena kakak belum datang sekalian panggil dia"


"Baik Tuan Putri, saya permisi"


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, BINTANG 5 DAN ADD TO FAVORITE STORIES KALIAN YA, AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI. THANKS!

__ADS_1


__ADS_2