
Selain berlajar sihir dan tata krama aku juga belajar untuk berpedang. Banyak keluarga ku yang menolak, tetapi ku pikir aku tidak akan selalu bisa bergantung kepada kekuatan dan perlindungan mereka, ada suatu saat aku harus melindungi diriku sendiri dari ancaman ataupun bahaya yang akan ku temui di masa mendatang.
Peluh telah membasahi seluruh tubuh Erces. Hembusan nafas yang tidak beraturan serta terik matahari yang membuatnya semakin kepanasan. Rambut emas berkilaunya di ikat kuda, dan itu juga membuat kecantikannya tiada dua di kekaisaran Fianlor.
Prok"3×
Suara tepukan tangan terdengar dari arah belakang Erces. "Bravo! Kau sangat menawan, Tuan Putriku"
Sinyal Erces menoleh karena penasaran "Siapa pria ini?"
"Kau siapa!?" Tanya Erces ketus pada lelaki yang tidak ia kenali sama sekali.
"Kau tidak perlu tahu, Tuan Putri. Satu hal yang hanya harus kau ketahui bahwa kau akan segera menjadi miliku" Pria tersebut mengambil tangan Erces pelan dan mengecup nya pada punggung tangan nya.
Erces melihat dan menatap seluruh tubuh Pria tersebut dari atas sampai bawah. Tubuh tinggi badan kekar, pakaian yang tidak diragukan lagi kemewahan nya. Benar! Bahwa dia adalah seorang bangsawan.
"Apa kau bangsawan?" Tanya Erces cepat.
"Yap! Kau sangat sangat pintar"
"Apa tujuan mu kesini?"
"Aku...!" Pembicaraan mereka terhenti disaat bawahan atau tangan kanan Pria tersebut memanggil.
"Pangeran, semua nya sudah siap dan akan segera dimulai"
Deg...!
"Pa...Pangeran?, Dari mana?, Tiba-tiba!?.... Omegoddd"
"Hei... Tu... Tunggu" Erces memanggil Pria tersebut yang di Panggil Pangeran untuk menjelaskan semua nya. Tetapi itu tidak sempat dikarenakan Pria tersebut telah pergi menjauh, dan saat Pangeran tersebut menoleh ia hanya tersenyu kecil dan melambaikan tangannya.Dalam sekejap ia telah hilang seakan di telan bumi.
"Dia Pangeran tapi dari mana?, Apa mungkin dari negara dan benua lain. Yah aku tidak tahu..."
"Tuan Putri, rapat akan segera dimulai" Panggil pelayan Ronia.
"Baiklah, aku akan segera bersiap"
***
__ADS_1
"Yang mulia Fianlor telah tiba!" Teriak keras Ksatria penjaga pintu aula Deiros (Aula rapat), dan sontak membuat yang lainnya menatap sang kaisar.
Suasana suram, setiap perwalian benua, negara, dan daerah telah tiba. Mereka telah di sambut dengan hormat oleh kekaisaran Fianlor. Terlihat dari sikap mereka ada yang benar-benar menghormati kaisar dan ada juga yang tersenyum meremehkan. Karena kekaisaran Fianlor sudah terbiasa dengan hal tersebut itu bukanlah hal yang asing.
"Untuk semua nya terimakasih telah hadir pada rapat hari ini. Aku merasa terhormat bahwa kekaisaran ku akan menjadi tuan rumah acara penghormatan dewa kali ini" Bicara kaisar dengan sopan.
Semua nya hanya terdiam dan menatap kaisar sebelum....
"Yang mulia Tuan Putri akan memasuki ruangan!" Teriak Ksatria penjaga pintu depan.
Bisikan demi bisikan terdengar oleh telinga Erces tidak heran lagi ini pertama kalinya ia benar-benar di pertemukan oleh orang banyak. Tetapi, Erces di mengabaikan hal tersebut yang hanya perlu ia lakukan hari ini adalah bersikap Anggun dan tidak terlihat lemah.
(Bisik) "Apakah dia tuan Putri?"
(Bisik) "Mana kutahu dia terlihat masih muda dan lemah"
"Argh... Dasar manusia bodoh apakah mereka kira aku tidak mendengarnya? Geram Erces dalam hati.
"Baiklah tentang Erces di sini ada banyak orang"
Amarah Erces mereda dia lebih berfikir untuk mengutamakan kehormantan kekaisaran yang masih dipimpin oleh ayahnya.
"Putriku, kemarilah" Panggil kaisar.
"Baik, Yang Mulia" Jawab Erces santun.
"Semuanya ini adalah Putriku yang paling aku sayangi. Dia adalah penerus ku selanjutnya bukan para Pangeran. Sejarah kekaisaran Fianlor pasti sudah kalian ketahui, untuk itu mari kita mulai rapat hari ini"
"Untuk acara penyambutan Dewa Agung kali ini, aku ingin mengadakan acara yang lebih meriah. Dibandingkan sebelumnya aku sebagai Kaisar di benua ini menyatakan perayaan penyambutan Dewa akan di mulai 3 hari lagi!"
"Untuk sisanya akan di jelaskan oleh Huan" Kaisar menujuk Huan sebagai pembicara selanjutnya.
''Baiklah, saya sebagai tangan kanan kaisar akan menjelaskan susunan acara Penyambutan Dewa Agung kali ini. Pertama-tama akan dadalan kontes berburu antar pria-pria bangsawan Kekaisaran Fianlor. Siapapun dari mereka yang mendapatan buruan lebih dari 10 ekor dengan jumlah besar dia akan dinyatakan sebagai pemenangnya dan mendapatkan penghargaan lencana Bourio yang dipasangkan langsung oleh kaisar"
Sontak suasana dalam ruangan aula rapat menjadi bising. Tentu saja semuanya memperdebatkan masalah lencara Bourio. Lencana Bourio adalah lencana yang hanya bisa di pakai oleh Ksatria yang mendapatkan pengakuan dari kaisar, lencana tersebut dapat di gunakan dan di manfaatkan oleh lima keturunan sekaligus. Bahan kita yang memilikinya akan mendapatkan perlindungan apapun tanpa syarat dari kaisar dan penerus nya.
Lencana tersebut hanya ada 3 di Kekaisaran Fianlor dan bisa di bilang sangatlah limited edition. Hanya seseorang dengan kelas tertinggi, bahkan jika bukan bangsawan ia dapat memilikinya dengan syarat mempunyai sebuah talenta tak terkalahkan.
Dan sekarang lencana tersebut akan di jadikan sebuah hadiah... para tamu yang datang pasti nya merasa heran. Apa lagi hanya sebuah kehormantan dan acara kecil kenapa harus memberikan hadiah sebesar itu...
__ADS_1
"Apakah kaisar ini sudah gila" Pikir utusan Raja barat.
Brak!
Arqulan Anlor Pangeran ke-10 yang memiliki talenta luar biasa dan yang di kata-kata akan menjadi penerus Kaisar di Kerajaan Arlon benua Soui daerah Timur.
"Maaf atas kelancangan saya Yang Mulia Notrea. Apakah saya boleh bertanya sesuatu kepada anda yang terhormat?" Tanya Arqulan.
"Tentu saja Pangeran timur Arqulan"
"Mengapa hadiah nya begitu berharga hanya dengan perlombaan berburu yang sederhana? bukankah anda dapat menghadiahkan mereka yang menang dengan sebuah gelar atau kekuasaan daerah?"
"Pertanyaan mu sangatlah bagus Pangeran, di acara pemberkatan ini bukan hanya acara pemberkatan dan perlombaan biasa. Di sini aku akan langsung memilih seseorang yang tepat untuk menjadi Ksatria Navy bagi Kaisar selanjutnya yaitu Tuan Putri ku" Kaisar menjelaskan dengan detail.
"Jika ada pemilihan Ksatria bukankah harusnya ada pula pemilihan calon Tunangan untuk Sang Putri, Yang Mulia?" Tanya Arqulan dengan nadanya yang menusuk namun tidak membuahkan keselah pahaman.
Tak!
Erces maju sebagai pembicara yang akan menajwab pertanyaan Arqulan dengan aura wajahnya yag tegas. "Apa maksud mu, Yang Mulia Pangeran?"
Grrrrr...!
Suasana sunyi saat Erces mengeluarkan aura kemarahannya. Tentu saja pertanyaan yang di tanyakan oleh Arqulan bukanlah hanya sebuah kata-kata tak bermakna, tetapi sebuah pertanyaan yang mensangkut pautkan dengan perasaaan.
"Bukankah itu benar Tuan Putri?" Tanya Arqulan dengan senyum licik kecilnya.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, AND ADD TO VAFORITE STORIES KALIAN AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI UP NYA, THANKYOU:)