
Banyak pasang mata tertuju pada Erces dan Pangeran ke dua, banyak orang yang merasa iri dan kesal karena Erces di bantu bahkan di gendong peluk oleh Pangeran kedua tentu saja salah satu musuh Erces yang pertama saat ia berada di Vitruo College yaitu gadis rambut ungu yang belum di ketahui nama nya.
"Wah lihat...Apa aku tidak salah lihat? Pangeran yang katanya jahat melebihi penjahat sekarang sedang menolong orang?" Bicara siswi pertama.
"Cih aku yakin wanita itu ingin menarik perhatian Pangeran ke dua, biarpun dia jahat tapi kan tetap ganteng dan mapan, punya kedudukan lagi, pasti banyak yang sedang mengincarnya" Jawab Siswi kedua.
"Hello Guys aku dengar lho apa yang kalian bilang, yah sebenarnya aku sudah sadar hanya saja aku malas melihat wajah kalian yang mengganggap diriku musuh bebuyutan, hiih"
SYUUH...!!!!
SRET..!!!
"Semoga Tuan Putri dan Pangeran di berkahi oleh Dewa Agung" Salam salah satu utusan kaisar.
"Oh kau?... untuk apa kau ke sini?" Tanya Rulian.
"Saya sebagai utusan kaisar ingin menyampaikan pesan bahwa saat acara ulang tahun Baginda Kaisar, kalian berlima di minta hadir dan kengundang seluruh teman sekelas kalian, itulah yang Baginda ingin sampaikan, dan satu lagi beliau meminta kalian untuk membawa pasangan dan memperkenalkan nya di hadapan kaisar..." Jawab Utusan itu.
"Cih ayah, tidak bosan dengan pasangan rupa nya, jika di ingat-ingat..."
"Huhu putra Putra ku aku ingin segera memiliki cucu, jadi cepatlah menikah, dan lahirkan 20 anak untuk ku... huhu"
"20 anak? bukan kah itu terlalu kejam..."
Terlihat seseorang yang sedang menguping pembicaraan Pangeran dan utusannya itu, tetapi orang itu hanya mendengar setengahnya saja.
SYUUH...!!! UTUSAN PERGI.
"Aku sudah tahu, keluar! siapa kau...?" Tanya dengan tatapan tajam Rulian.
"Ah...Hai Pangeran Rulian" sapa gadis berambut ungu itu.
"Siapa kau?" Tanya cuek Rulian.
"Maaf saya lupa, Semoga Pangeran Rulian di berkahi oleh Dewa Agung, perkenalkan nama saya Thanaiya Bai putri tunggal dari Marquess Bai daerah timur" Thanaiya memperkenalkan diri secara sopan, tetapi Rulian mengabaikan nya. Rulian berjalan menuju UKS dengan langkah ringan.
Tahaniya terus mengikuti Pangeran Rulian dengan langkah santai sambil tersenyum "Ekhem, Pangeran apakah saya boleh bertanya?"
"Apa?" Rulian sudah kesal saat Thanaiya mengikuti nya dari belakang, dan ia hanya menjawab cuek.
"Apakah Pangeran sudah punya pasangan?, Jika bel..." Omongan nya terputus saat dan di cela oleh Rulian.
"Punya atau tidak itu bukan urusan mu, pergi lah dari hadapan ku sekarang!" Bentak Rulian pada Thanaiya.
"Tapi kan..."
__ADS_1
"Pergi!" Bentak Rulian sekali lagi.
"Cih ini pertama kalinya ada orang yang membentak dan menolak kecantikan ku ini, hiks aku kesal awas saja kau Pangeran, aku pasti akan mendapatkan mu!"
"Ba..Baiklah Pangeran..."
"Huft akhirnya pergi juga, dasar wanita sok polos"
Erces lelah berpura-pura tidur, ia bangun setelah saat Gadis ungu itu pergi.
"Oh nama nya Thanaiya Bai? nama bagus tapi sifat jeleknya kebangetan, cih sok mau dekat dengan kakak ku lagi, tidak akan aku biarkan. hahaha lihat saja nanti!"
OUNCHH...!!!
"Oh kau sudah bangun...Apakah ada yang sakit? bagaimana dengan ini?" Rulian menunjuk ke arah dada Erces. Sontak Erces langsung menutup dada nya itu.
"WTH... kakak kau sama mesum nya dengan pria ******** tadi, huhu"
"Ehh bukan itu maksud ku, apakah seluruh badan mu sakit?" Tanya Rulian dengan pipi merona karena salah menanyakan pertanyaan.
"Hoho kak pertanyaan mu yang itu juga sangat tidak benar tahu... Hm aku sudah baikan kok, oh ya aku hampir lupa dimana adik apakah dia terluka parah!?" Tanya Erces Khawatir.
"Hem kalau dia aku tidak yakin..."
BUAK...!!! SUARA MEJA DI PUKUL BERBUNYI
"Ah maksud ku..sebenarnya lima meridian adik rusak jadi hanya tersisa 3 dan dia sampai sekarang belum sadarka diri, apalagi meridian nya sekarang benar-benar rusak total aku takut dia menjadi anak yang tidak berguna lagi..."
"Hah? Hiks apa maksud mu lagi kak? aku yakin pasti ada orang atau obat yang dapat memyembuhkan adik,, Hiks,, Hiks" Erces menangis tidak percaya.
"Lagi? Masalah itu ada cerita nya, sebaiknya kau bertanya pada Pangeran pertama..."
Erces berlari "Hiks aku mau menemui dia, kak tolong antar aku!" Pangeran Rulian tidak menjawab dan menunjukan jalan pada adik nya.
BRAK...!!!
Suara pintu dibuka dengan kasar, dan semua orang menoleh pada Erces dan Rulian.
"Ups apa aku mengagetkan mereka?"
"NETROLA...!!!"
SRET...!!!
"Uh untunglah dia sudah sadar" Erces mengamati sejenak sebelum ia memeluk adik nya.
__ADS_1
Erces memeluk adik nya dengan sangat kencang hingga susah bernafas "Kamu ngga kenapa kan? di mana sakit!? biar kakak panggilin dokter terbaik di kerajaan"
"Engga kenapa kok kak, semua baik baik aja, dan ma... maaf gara-gara aku kakak jadi di lecehkan" Netrola menghadap ke bawah dengan raut wajah menyesal.
"Ah? Hahaha ngga masalah kok, aku kan kuat ngga bisa di lecehkan dengan mudah nya" Erces berbicara dengan suara yang keras dan menggerak-gerakan otot lengan nya yang terlihat sehat sambil tertawa.
"Kakak... terimakasih, untung saja kakak ke dua datang tepat waktu" Netrola kembali menutup matanya dia terlihat lelah dan kekurangan tenaga karena di serang oleh para pria ******** tadi.
Erces kaget "Ah adik, kak kakak pertama kenapa adik tidur lagi? bukankah dia tadi terlihat baik-baik saja!?"
"Tenanglah Erces adikku, dia hanya tidur karena lelah biarkan saja dulu bagaimana Jika kita cari makan?" Ujar Arilian.
"Maaf untuk sekarang aku tidak ikut sebelum adik ke lima bangun" Tolak Erces dengan senyuman.
"Aihh jadi susah kan... Jika kau tidak makan maka kami juga tidak akan makan dong" Lanjut Ryon.
"Benar!" Jawab Arilian dan Rulian.
"Hiks... apakah ini rasanya di sayang oleh keluarga? terimakasih Dewa Agung kau memberikan keluarga yang bahagia seperti sekarang... yah biarpun aku agak heran dengan mu. hahaha"
"Terimakasih kak, jika kalian lapar makan lah terlebih dahulu, aku tidak kau kalian sakit" Jawab Erces dan diiringi anggukan oleh para Pangeran.
"Hm kalau begitu ada hal yang harus aku urus, kalian berdua jaga adik ya!" Pinta Rulian
***
"Apakah kalian tidak becus bekerja?" Marah Pangeran ke dua.
"Ma..maaf Pangeran kami berdua bersalah, tapi itu..." Omongan para Kesatria yang bertugas melindungi Erces dan Netrola terpotong
"Terserah apa alasan kalian!, kalian tidak bisa di maaf kan. Tunggu saja hari esok aku akan memenggal kepala kalian, pergi dari hadapan ku jangan coba untuk kabur!" Bentak Pangeran Rulian.
"Ba.. Baik Pangeran, maaf kan kami tidak becus bekerja" Raut wajah para Kesatria terlihat menyesal dan gemetar ketakutan karena Aura yang di keluarkan oleh Rulian, sebelum....
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
NEXT->
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI. THANKS!