
Setelah semua persiapan jadi, Erces menyuruh Huan untuk memberitahukan seluruh rakyat untuk berkumpul di alun-alun ibu kota.
"Huan, apa semuanya sudah berkumpul?"
"Sudah, Yang Mulia" Jawab Huan sambil menundukkan kepala.
"Bagus, dimana kakak?"
"Para pangeran sedang berkumpul di ruangan sebelah Tuan Putri"
"Baiklah"
Setelah Erces mengetahui keberadaan para pangeran ia langsung menuju ke ruangan tersebut.
Erces sudah ada di depan pintu ruangan itu, sudah mulai terdengar banyak kegaduhan yang di lakukan oleh para pangeran. Yah, sebagian besar sifat mereka masih seperti bocah.
Tok tok tok...
"Masuk" Jawab Arilian.
"Salam ku kepada para pangeran kekaisaran, semoga selalu diberkati dewa agung"
Rulian dan Ryon seperti biasa masih dalam perkelahian mereka untuk memperebutkan sesuatu yang tidak penting hingga tak sadar bahwa Erces datang untuk menemui mereka.
"Hekm... Bisakah kalian sedikit tenang!?" Arilian bicara dengan nada keras namun tetap elegan menunjukkan kesopanan.
Disamping kegaduhan dua pangeran gila Netrola Fianlor sang pangeran kecil masih gugup untuk berhadapan dengan Erces. Erces sadar akan hal itu dan ia langsung menunju Netrola dan duduk di samping nya.
"Huhu apa kau masih gugup untuk menemui Kakak cantik mu ini?" Tanya erces sambil mengeluarkan air mata palsu yang membuat adiknya gugup tidak tau harus berbuat apa, Arilian yang memperhatikan gerak-gerik Erces hanya bisa tertawa senang, karena Adik perempuan satu-satunya ini tidak seperti dulu lagi.
"Ti.. tidak kak.. kakak Tuan Putri" Jawab Netrola gugup.
Erces yang melihat tingkah lucu adiknya karena saking gugup nya ia pun tertawa terbahak-bahak sambil memelukku Netrola. "Pfftttt ha ha ha ha kau sangat lucu" Erces mencubit pipi tembem adiknya.
"Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Arilian yang masih sibuk membaca buku.
"Iya, aku ingin meminta bantuan kalian" Jawab Erces serius yang membuat pangeran lainnya juga berkumpul di sekitarnya.
"Ini menyangkutkan obat baru yang diciptakan Guo"
"Guo!? siapa itu Guo? apa dia salah satu orang cabul yang ingin menikahimu!?" Tanya Ryon dengan suara kerasnya yang membuat Erces kaget.
"Tidak kakak, bisakah kakak mendengarkan ku terlebih dahulu?" Jawab Erces sambil tersenyum membunuh.
"Ah baiklah" Ryon langsung terdiam dan akhirnya kembali ke tempat.
"Guo adalah dokter di rumah sakit yang aku kunjungi kemarin dan kebetulan dia adalah seorang penyihir, jadi aku menyuruh nya untuk membuat sebuah vitamin"
"Apa itu vitamin?" Tanya Rulian.
"Semacam pil yang bisa menjaga kekebalan tubuh kalian, layaknya sihir pelindung" Jelas Erces.
"Karena obat ini baru, aku yakin banyak rakyat yang tidak percaya akan hal itu, jadi aku meminta kalian untuk membantuku menjadi alat percobaan untuk mencoba pil itu di hadapan para rakyat"
__ADS_1
"Perkataan mu terlalu kasar, tapi baiklah selama kau juga percaya akan pil itu tidak ada masalahnya bagi kamu untuk mencoba"
"Yes, finally"
"Terimakasih kakak pangeran tertampan kuuu" Erces berteriak sambil memeluk Erat adik dan tiga kakak nya.
Huan mengetuk pintu menandakan bahwa acara akan di mulai, Zykle dan Arqulan telah lebih dulu ada di atas panggung yang disiapkan dan hanya tinggal menunggu kedatangan Erces.
Para rakyat yang berkumpul terlalu banyak, mereka saling berbisik satu sama lain apa yang akan di lakukan oleh Tuan Putri yang bahkan rakyat nya sendiri tak pernah menemui ataupun melihat Tuan Putri tersebut.
Erces yang melihat kerumunan orang yang datang merasaa sedikit gugup dan khawatir ia pun langsung memerintahkan Huan untuk agar para rakyat memberi jarak satu sama lain setidaknya 1 meter.
"Jangan khawatir semuanya pasti baik-baik saja" Arilian memegang pundak Erces sambil tersenyum.
Erces pun membalas dengan senyuman dan berkata "Aku harap semuanya berjalan lancar"
"Pasti" Sahut Ryon.
***
Sekarang Erces sudah ada di depan pintu panggung itu, tanpa basa-basi ia langsung membuka dan terlihat jelas banyak pasang mata tertuju padanya. Ksatria pendamping Erces berteriak "Semuanya, beri salam kalian!"
Sontak semuanya sadar dan langsung memberikan salam mereka kepada Erces dan Para Pangeran "Semoga Pangeran dan Tuan Putri diberkati dewa agung"
"Terimakasih karena kalian sudah mau berkumpul disini, bersangkutan dengan adanya penyakit ini aku Erces Fianlor Putri Mahkota kekaisaran Fianlor akan langsung turun tangan mengatasi masalah ini" Erces berbicara dengan percaya diri hingga membuat rakyat nya tertegun, mereka tak percaya bahwa Tuan Putri nya secantik ini.
Erces berbisik kepada Huan.
"Baik Tuan Putri"
"Apa ini?" Semua bingung.
"Pasti kalian bingung apa ini, akan aku jelaskan, berhubungan dengan adanya penyakit ini aku menyuruh kalian untuk memakai masker wajah itu setiap bepergian keluar dan meminum pil tersebut setidaknya 3 kali dalam seminggu terserah kalian ingin minum pada hari atau jam keberapa"
"Biarpun anda Tuan Putri bagaimana kami bisa percaya semudah itu?" Tanya salah satu pria berjubah hitam menutupi wajah nya.
"Pertanyaan yang bagus" Sahut Erces.
Arilian, Rulian, Ryon, dan Netrola langsung maju berdiri di samping kanan dan kiri Erces.
"Aku dan para pangeran akan langsung membuktikan bahwa ini bukanlah racun"
Erces maju menuju seorang gadis kecil yang lucu "Gadis manis bisakah kamu memberikan 5 buah pil itu? setelah ini aku akan menggantikan nya lagi"
Tanpa sadar gadis kecil itu memberikan nya kepada Erces.
5 menit berlalu setelah Erces dan para pangeran meminum pil tersebut, tentu saja tidak ada yang terjadi dan para rakyat pun percaya.
"Lihat tidak ada yang terjadi, jadi kalian bisa meminum nya sekarang juga"
Tidak ada yang bergerak sedikitpun mereka masih tidak percaya apa yang di katakan Erces. Gadis kecil yang kebingungan tidak tahu apapun langsung meminum pil yang di berikan Erces kepadanya dengan percaya diri.
"Gadis kecil apa yang kamu lakukan!?"
__ADS_1
"Nak jangan meminum itu..."
Tidak terjadi apapun pada gadis kecil itu, semuanya langsung terdiam
"Bu, tubuhku rasanya lebih bugar dan sehat,yeay! Aku bisa bergerak dengan semangat lagi!" Ceria gadis tersebut.
"Lihat, kalian bisa meminumnya sekarang"
Semuanya langsung meminum pil tersebut dan sesuai yang di harapkan mereka kembali bersemangat.
"Wahh tubuhku rasanya bebas bergerak"
"Benar aku juga"
"Aku pun"
"Terimakasih Tuan Putri"
"Anda sangat hebat"
"Tuan Putri kami memang jenius" Biacara Huan dengan nada kecil.
"Bukan hanya cantik adikku memang jenius diantara para jenius" Puji Ryon sambil memegang pundak Erces.
"Rakyat ku dengarkan lah! Obat ini disebut vitamin kalian bisa membeli nya langsung di toko obat yang di sediakan oleh kekaisaran dan satu lagi obat ini bukan aku yang membuatnya langsung..."
Mata Erces tertuju pada pria yang bersandar di ujung tembok.
"Guo kemarilah" Suruh Erces tanpa basa-basi Guo langsung menuju tempat Erces disampingnya.
"Dialah yang membuat pil ini aku hanya membantu nya sedikit, sebagai balasannya ia akan dijadikan peracik obat langsung oleh kekaisaran yang sudah disetujui olehku Erces Fianlor"
Rulian dan Ryon yang mendengar hal tersebut sedikit geram, tentu saja mereka selalu kesal jika ada laki-laki lain yang mendekati adik cantik nya, sudah cukup dengan Zykle dan Arqulan.
Sementara itu Arilian hanya tersenyum kepada Guo yang di balas dengan senyuman pula.
***
Semuanya telah bubar, mereka yang sakit telah di rawat di rumah sakit masing-masing dan bagi mereka yang belum terjangkit tetap di rumah sambil bejualan di depan rumah mereka. Para bangsawan pun tidak diperbolehkan melakukan pesta besar-besaran.
Guo yang masih sendari tadi mengikuti Erces dicegat oleh Zykle dan Arqulan.
"Bisakah aku berbicara dengan mu sebentar?" Tanya Zykle dengan tatapan membunuh sementara itu Guo masih tetap tersenyum. Arqulan yang peka terhadap situasinya meminta izin kepada Erces.
"Kenapa situasinya jadi seram begini" Gumam Erces.
"Tunangan ku bisakah aku berbicara dengan bawahan barumu ini?" Tanya Arqulan.
"Baiklah, Guo temui aku di taman nanti" Jawab Erces dan menyuruh Guo untuk menemui nya.
"Apakah ini pertarungan cinta?" Pikir Erces dalam hati yang membuat sedikit tergelitik.
"Pfttt"
__ADS_1
......**BERSAMBUNG..........
......VOTE, LIKE, KOMEN! <3**......