Princess Descendent Of The Emperor.

Princess Descendent Of The Emperor.
API KEKAISARAN


__ADS_3

Tok...Tok...Tok


Suara pintu terdengar.


Kaisar menoleh dan mempersilahkan diriku masuk ke ruanganya. Saat aku masuk terlihat Baginda kaisar sedang menulis di Sebuah kertas, dan ia terlihat sangat gusar dengan pekerjaannya. Mungkin ia mengurus berkas-berkas kerajaan, Pikir ku.


"Selamat siang Ayahanda, semoga Dewa agung selalu memberkati"


Erces mengucapkan salam sambil sedikit menarik dam menaikkan gaunnya.


"Oh Erces, ada apa kau kemari?" Kaisar bertanya pada ku.


"Apakah saya boleh memanggil anda dengan sebutan ayah saja?" Tanya Erces ragu.


"Tentu saja, kau adalah putriku satu satunya dan aku sangat menyayangi mu!" Kaisar mempersilahkan.


"Baiklah, maksud saya ke sini adalah untuk menanyakan apa alasan kakak Pangeran ke dua membantah untuk bersekolah si Vitruo College?" Tanya Erces dengan nada yang agak putus-putus.


Jawab kaisar dengan nadanya yang malas "Haihhh, mau bagaimana lagi aku harus menceritakan semuanya padamu, mungkin ini adalah waktu yang tepat"


Aku menunggu jawaban yang akan kaisar berikan. Dia mulai berbicara.


"Kau tau bukan? Bahwa sejak kau kecil dirimu sama sekali tidak bergaul dengan bangsawan sosial kelas atas padahal kau sebenarnya pantas si sana" Jelas kaisar.


"Memang ya kenapa ayah?" Tanya Erces.


"Mungkin ini akan sangat lama Jika aku menceritakan nya, baiklah dengarkan ya!" Jawab kaisar.


"Dahulu kala di kekaisaran Fianlor. Kekaisaran Fianlor adalah lambang dari air dan api serta bunga Mawar dan bunga matahari. Air berarti Pangeran dan api berarti Tuan Putri, serta bunga Mawar melambangkan permaisuri dan bunga matahari melambangkan Kaisar. Alasan nya kenapa Tuan Putri melambangkan api bukannya air?"


Tanya Erces "kenapa ayah?"


"Baiklah mungkin ini akan sangat dramatis, aku jadi penasaran" Pikir Erces dalam benaknya.


"Kenapa Tuan Putri melambangkan api bukannya air?, Hanya ada satu alasan yaitu Kehadiran dan kelahiran. Konon katanya dahulu kala di kekaisaran Fianlor ini ada seorang Kaisar yang baru menjabat, ia melihat seorang perempuan yang sangat amat cantik dan tiada duanya. Lalu mereka saling mencintai dan menikah. Orang dulu percaya anak perempuan yang lahir dan benar benar memiliki darah kaisar asli, maka ia akan menjadi Kaisar Wanita selanjutnya!"


"Tentu saja kaisar yang saat itu memiliki banyak selir, tetapi ia hanya menetapkan satu permaisuri yaitu perempuan tersebut. Selir lainpun cemburu akan kaputusan kaisar karena perempuan itu dulunya adalah hanya seorang penari biasa yang terkenal akan keeloknya saat menari. Sedangkan selir yang lain berasal dari anak bangsawan dan konglomerat di negara ini"

__ADS_1


"Saat kaisar sedang dinas ke luar negeri, para selir menjebak permaisuri. Ia di berikan obat perangsang dan memasukan salah satu pelayan pria ke kamarnya. Kaisar terkejut dan sangat marah saat itu ia tidak dapat berfikir jernih hatinya sudah sangat terluka. Ia tidak menyangka perempuan yang begitu ia sanjung melakukan hal yang sangat melanggar aturan permaisuri. Perdana mentri memutuskan harus menghukum mati"


"Gelar permaisuri di cabut, dan ia terima. Sang permaisuri sudah menjelaskan dengan jujur apa yang terjadi tidak di sangka para selir lebih licik dari yang di bayangkan para selir mengatakan...."


"Baginda kaisar, Jika permaisuri benar melakukan hal tersebut bukan kah anak yang selama ini ia kandung bukan anak dari Baginda?" Selir pertama berkata dengan nada sinis dan tatapannya yang mengejek.


"Sial!!!.." Kaisar sudah sangat pusing memikiran hal itu.


"Tapi bukan kah itu benar anak dari kaisar?" Tanya Erces.


"Yah kau benar" Jawab kaisar Notrea.


Baginda kaisar itu berkata "Cepat bunuh dia aku sudah muak dengan wajah ya yang memelas itu! Penggal kepalanya sekarang juga!"


Para pangawal melaksanakan perintah kaisar, tetapi ia masih tidak bisa melepas perasaanya yang mendalam pada permaisuri tersebut, sebelum permaisuri mati ia mengatakan dengan lantang...


"Hiks.. Anak yang aku kandung sekarang adalah anak perempuan! Bukankah kau menginginkan anak perempuan!?, Hiks... hiks...Hari ini ia akan mati bersama ku, aku bersumpah kekaisaran Fianlor generasi selanjutnya tidak akan pernah bisa memiliki seorang anak perempuan, maka Jika ia lahir dia harus di tetapakan sebagai kaisar selanjutnya, dan memiliki kekuatan magis melebihi para kaisar-kaisar selanjutnya. Aku mengutuk kekaisaran ini! Kekaisaran ini tidak akan pernah harmonis dan perang akan teerus berlanjut hingga ke generasi mendatang. Hiks....Hiks...Hiks"


Kepala permaisuri pun di penggal, dan salah satu selir berkata "Baginda kita tidak akan cukup Jika hanya memenggal kepalanya bukankah bayi haram nya itu masih hidup?"


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya kaisar dengan nada yang lesu.


"APA YANG KALIAN TUNGGU!?, CEPAT LAKSANAKAN APA YANG SELIR KEDUA KATAKAN TADI!" Kaisar sudah sangat melah dan ia kembali ke kamarnya.


Tetapi siapa sangka beberapa bulan kemudian kaisar mati dangan cara yang sama, kepalanya di penggal dan perutnya di tusuk hingga mengeluarkan banyak darah, karena ia di tuduh menggelapakan dana pemerintahan selama lebih dari 10 tahun, ia sama dengan nasib istrinya yaitu di fitnah.


Maka dari itu kutukan itu terus berlanjut tidak ada Permaisuri ataupun selir yang melahirkan anak perempuan. Dan perang juga terus berlanjut.


Kembali ke masa depan...


Kaisar Notrea berbicara "Sebenarnya sebelum kau lahir masih ada perang yang berlanjut. Tetapi nasib ibu mu sama dengan perempuan tersebut ia juga di fitnah, ibumu sedang hamil 9 bulan dan hampir melahirkan mu. Terpaksa aku harus melakukan kewajiban biarpun dia istri yang sangat aku cintai, tetapi aturan tetaplah aturan kaisarpun harus menepatinya"


"Aku sengaja membuat eksekusi mati ibumu di perlambat selama 1 bulan dengan berbagai alasan karena aku masih ingin bersama dengan ibumu. Kau pun lahir tepat saat sedang gerhana matahari 3 hari sebelum itu aku membawa ibumu pergi menjauh dari daerah kerajaan. Kau lahir dan aku menitipkan mu pada seorang nenek tua, dan memberikan kalian berdua Sebuah rumah mewah. Nenek itu meninggal setelah kau berumur 16 tahun, tapi aku tetap mengawasi mu, dan membawamu kembali sekarang"


Tidak tersadar saat Erces mendengar kan cerita ayahnya ia meneteskan tetes demi tetes air matanya. Kaisar memeluknya dan menenangkannya.


Erces hanya tidak menyangka bagaimana perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anaknya tetapi malah di bunuh hanya atas dasar di fitnah bukannya malah menyelidikki kejadian yang sebenarnya terlebih dahulu.

__ADS_1


Erces masih ada pada pelukan sang kaisar "Jangan menangis putriku, ibumu tidak akan senang Jika kau tidak kuat seperti ini, satu pesan yang ia titipkan untuk mu JADILAH ANAK YANG KUAT, BAIK, DAN PENUH KASING SAYANG TETAPI KAU HARUS TETAP MENGENAL MANA KAWAN DAN LAWAN"


"Baiklah ayah pesan ibu akan aku lakukan... Hiks hiks, tapi siapa yang tega memfitnah ibu yah? Hiks" Tanya Erces dangan nadanya yang bercampur dengan tangisannya.


Erces bertekad akan melindungi keluarganya yang sekarang. Kehidupan sebelumnya dia sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang keluarga.


"Apapun yang terjadi aku harus melindungi keluarga ku yang sekarang" tekad Erces dalam hati.


"Siapa yang memfitnah ibumu? Mudah saja seorang teman baik tega memfitnah temannya yang selama ini selalu mempercayainya hanya demi laki laki dan kakuasaan. Dan aku dengar perempuan itu sekarang sudah mati. Tetapi anaknya masih hidup aku sudah menyelidikki bahwa anaknya bersekolah juga di Vitruo College. Maka dari itu aku ingin kalian bersekolah di sana, dan Jika salah satu dari kalian ingin balas dendam atas kematian ibumu balas lah dengan perlakuan yang setimpal!"


"Setelah mendengar ceritanya yah, aku benar benar sangat jengkel pada wanita yang telah memfitnah ibu, aku berjanji akan membalaskan dendam ibu, kepada keturunan wanita licik tersebut!" Jawab tegas Erces dangan penuh emosi dan ia pun selesai menangis.


"Baiklah sudah di putuskan kalian akan berang ke Vitruo College 3 hari lagi. Dan kan harus tetap merahasiakan status kalian yang sudah di sepakati. Erces karena kau adalah penerus ku selanjutnya aku hanya ingin kau memiliki tekad kuat sebelum menjadi Kaisar!"


Jelas kaisar dengan omongan yang sangat lembut.


"Baik ayah aku sudah mengerti semua apa yang kau maksud, Jika sudah selesai aku akan kembali bertemu dangan para Pangeran, aku permisi!" Erces meninggalkan ruangan kaisar dan berjalan menuju ruangan para Pangeran.


Kaisar menghembuskan nafasnya "Sayang akhirnya dendammu akan di balaskan oleh Putri mu langsung"


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


.


NEXT->

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN,VOTE, DAN JIKA BERMINAT BERIKANLAH TIP AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI. THANKS!


__ADS_2