
"Aku...Aku adalah...."
***
"Kau gadis bau tidak layak mengetahui indentitasku yang glamor ini, apa kau mengerti?" Gadis ini memengang dagu Erces dengan kuku panjang nya sambil mengejek.
"Cih dasar gadis ungu, andaikan saja dia tau indentitasku adalah kaisar wanita, sudah ku patahkan tulang nya sekarang!"
Plakk...!!!
"OUNCHH..."
"Hei! apakah kau tidak punya mulut? jawablah pertanyaan ratu cantik sekolah kita!" Pipi Erces di tampar dengan keras oleh pengikut rambut ungu.
"Hahaha sudah Guys biarkan saja gadis bau ini di sini, ikuti aku...!" Mereka pergi dan berjalan layaknya model papan atas setelah menampar Erces.
"DASAR WANITA RAMBUT UNGU!!!!! AKU MEMBENCI MU, ARGGHHHH!!!!" Erces berteriak setelah wanita itu pergi menjauh darinya.
Seseorang datang dari belakang Erces dan ternyata dia sudah mendengar pembicaraan kami dari tadi. "Apakah kau yakin tidak ingin mengungkap identitas mu?"
JRENG...!!!
Aku berbalik dan sudah melihat seorang pria tampan di belakang ku. "Kau...siapa?"
"Tidak perlu mengetahui identitas ku...Jawab pertanyaan ku tadi..." Jawab pria misterius itu.
"Ah pertanyaan apa....aku tidak mengerti" Jawab Erces dengan raut wajah yang pura pura lupa.
"Cih, apakah kau yakin tidak ingin mengungkap identitas mu?" Fushh.... dia berbisik di telingaku sambil meniup yang membuat pipi ku merona.
Aku diam sejenak mencerna perkataan yang ia ucapakan tadi dan langsung mendorong untuk menjauh "Hoho apa maksud mu aku tidak mengerti, aku hanyalah wanita biasa..." Erces menjawab dengan memalingkan wajahnya.
"OMG apa dia tau aku adalah seorang kaisar wanita?"
"Sudah lah... bye gadis kita akan bertemu lagi..."
SYUNGG...!!!
Angin berhembus dengan kencang, dalam sekejap dia sudah menghilang dari hadapan Erces. Erces pergi dari tempat itu dan mecari adik nya, tidak ia sangka bahwa adiknya juga kena bullying yang sama dengan nya.
POJOK KORIDOR SEKOLAH....
**PLAK...!!! TAMPARAN
__ADS_1
BUAG....!!! PUKULAN
SYURRR....!!! SIHIR**
Pipi memar, tangan patah, dan kepala berdarah lengkap sudah penderitaan Pangeran ke lima Netrola yang sedang menyamar, ia tidak ingin melawan ataupun mengeluarkan sihirnya yang sebenarnya...
"Hiks..Auu sakit, stop!" Minta Netrola kepada segerombolan senior.
"Cih siapa suruh sih lu punya muka yang ganteng, ups gue salah maksudnya ganteng tapi palsu gue yakin lu pake sihir perubah wujud kan? Hahaha"
"Siapa bilang gua make sihir perubah wujud?" Tanya Netrola.
"Udahlah banyak Omong...mending kita lanjut pukul!"
PLAK...!!! 10×
GRAB...!!!
Erces memegang tangan para senior untuk menghadang mereka memukul adiknya lagi. Erces menyodorkan tangannya dan membantu adiknya berdiri...
1...
2...
PLAK...!!!
Erces menampar satu senior yang membuat adik nya babak belur dan para senior hanya bisa menatap Erces terkejut.
"Ka...kakak akhirnya..." Netrola menutup mata dan ia pingsan.
"Kalian! kalian para senior mengapa melakukan ini kepada junior kalian? apakah kalian tidak bisa menghargai sesama manusia, ha?" Kesal Erces .
Erces hendak menampar senior itu sekali lagi tapi tangan nya di hadang...
"Oh apakah gadis baru yang mendapatkan rekomendasi dari kaisar?... lumayan juga" mereka ber lima menatap ke arah diriku tepatnya pada dada ku.
"Ap...apa yang kalian inginkan?" tanya Erces dangan dirinya yang bergetar akibat takut.
"Tidak banyak, kita hanya menginginkan tubuh mu, ayolah berikan...!" pinta salah satu senior itu.
Satu senior menjilat telinga ku, yang kedua mencium leher ku, yang ke tiga memegang dadaku, dan yang lainnya memegangiku agar aku tidak kabur, aku sudah berusaha keras untuk melawan mereka tapi sayang nya mereka adalah laki laki, tentu saja aku tidak bisa melawan tetapi untung kakak ke dua menemukan ku dan adik.
BUAG...!!!
__ADS_1
Kakak kedua memukul mereka satu persatu, dan memberikan jaketnya padaku untuk menutupi badan yang sudah tersentuh pria ******** ini.
"Ka...kakak... hiks hiks aku takut kak...." Setelah Rulian memukul mereka Erces langsung memeluk tubuh kakakaknya yang hangat dan Harum itu.
"Tenang lah Erces kakak mu sudah di sini, tutup lah mata mu ada yang harus aku beres kan sebentar saja...!" Dengan Aura membunuh Pangeran ke dua tidak memberi satu pun ampun untuk pria yang telah melecehkan dan melukai para adik nya.
"Pa..Pangeran Rulian, ampun...kami mengaku salah tolong jangan bunuh kami!" Para senior yang babak belur itu meminta ampun kepada Rulian tentu saja itu tak semudah membalikan telapak tangan.
Kriek...kriek... kriek. Pangeran ke dua melemaskan badan nya dan mengepalkan tangannya siap untuk membunuh satu per satu para ******** itu.
Semua nya sudah selesai. Para senior sudah berbaring lemas di lantai, kepala berdarah tangan patah gigi hilang dan matanya yang terlepas itu semua akibat dari perbuatan mereka yang tercela.
"Jika kau sudah menyaksikan semuanya, lebih baik bereskan pria tidak tahu malu ini. jangan sampai ada bukti dan hapus rekaman CCTV segera!" Rulian menyadari bahwa teman nya melihat semua kejadian yang ada, di mulai saat dia memukul hingga membunuh pria pria tersebut.
''Hoho Rulian Fianlor pertama kalian aku melihat ku semarah ini..." Goda teman nya itu, yang ternyata ia adalah pria misterius yang di temui Erces.
"Banyak Omong, pilih salah satu bereskan atau aku bereskan semua badan mu itu hingga tercincang habis?" Tatap sinis Rulian.
"Ahh kejam nya, baiklah... pergi sana, semuanya beres!" Usir pria itu.
Saat ini Erces sudah tergeletak di lantai, Rulian geram ia merasa tidak layak menjadi seorang kakak melindungi adik nya saja tidak bisa. Erces di gendong dan di bawa ke ruang UKS sekolah, sedangkan adiknya di bawa oleh pangawal pribadi Rulian.
"Cih kenapa ini bisa terjadi, di mana para Kesatria apakah mereka bekerja untuk tidur-tiduran?, seperti ya setelah ini aku harus membereskan mereka berdua" Rulian tersenyum jahat dan di sekitarnya di kelilingi Aura membunuh.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
.
NEXT->
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN JIKA BERMINAT BERIKANLAH TIP AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI, THANKS!.
__ADS_1