
Erces berjalan menyusuri koridor kerajaan bersama Kesatria yang sudah di tugaskan untuk menjaganya. Tentu saja setiap Erces lewat orang yang melihat nya selalau memberi salam...
"Semoga Tuan Putri di berkahi kesejahteraan oleh dewa agung"
Erces penasaran memang ya seberapa penting dewa agung untuk dunia ini "Vuzo!" Nama Kesatria yang bersamanya.
"Iya Tuan Putri, ada yang bisa saya bantu?" Jawab Vuzo.
"Aku ingin bertanya, seberapa penting aku di sini?" Tanya Erces.
"Tentu saja Tuan Putri sangatlah penting, tapi alasan itu hanya Baginda saja yang tahu" Jawab Vuzo.
"Apakah karena kutukan turun temurun kekaisaran Fianlor?" Jawab Erces.
Hening. Vuzo tidak menjawab dan aku mengalihkan pembicaran ke topik lain.
Kami berdua mengobrol asyik sambil tertawa. Aku tentu saja sudah tau alasanya, hanya ingin sedikit memastikan saja. Sebelum saat aku sampai di depan pintu ruangan para Pangeran...
"Bukan kah yang keluar tadi adalah adik ke lima?" Tanya Erces pada dirinya sendiri. Ia tidak terlalu mementingkan itu. Erces masuk.
Krakkk...!!! Suara pintu terbuka berbunyi. dan para Pangeran langsung menoleh ke arah Erces. Suasana hening sebelum....
Greb....!!!! Erces di peluk sangat kencang oleh Pangeran ke tiga tapi untung saja ada para Pangeran yang lain dan menasihati nya.
"Oh Adik itu kau" Pangeran pertama dan kedua bertanya.
"I...Iya" Erces susah bernafas karena pelukan Pangeran ke tiga terlalu kencang.
"Ketiga kau terlalu kencang memeluknya, lepas!" Marah Pangeran pertama.
"Adikkkk!!!! akhirnya kau kesini juga, ayo ayo silahkan duduk ada banyak makanan di sini" Tangan ku di tarik oleh Pangeran ketiga. aku meng 'iya' kan apa yang Pangeran inginkan dan duduk bersama mereka.
Sebelum duduk aku memberi salam terlebih dahulu "Semoga para Pangeran diberkahi kesehatan"
"Sudah aku katakan, jangan panggil kami Pangeran, panggil saja kakak atau adik!" Jelas Pangeran kedua. Pipinya merona sambil menggaruk kecil kepalanya yang tidak gatal.
"Ah ba...baik.. kak" Jawab Erces.
"Kenapa Pangeran kedua pipin nya merah ya?"
Srukkk....!!!
Pangeran ketiga mendekatiku "Yo dik, ada puding ayo makan aku suapi deh cuma buat kamu aja bilang Aaa.. sama kakak" . Erces heran, dia sedikit geli dengan wajah Pangeran yang berbinar menatapnya.
"Ah tidak usah biar aku saja kak!" Jawab Erces tapi Pangeran ketiga tetap bersikeras untuk menyuapi nya.
"Ekhem...!!!" Batuk Pangeran pertama.
"Ketiga...Tidak perlu menyuapi adik sampai segitunya... Kau jadi terlihat seperti nenek-nenek yang menyuapi cucu nya karena tidak di belikan mainan tau" Ejek Pangeran pertama yang membuat kakak ketiga ku kesal.
SRINGG...!!!!
Kakak pertama dan ketiga Erces memang selalu bertengkar dalam hal apapun tetapi setelah beberapa jam mereka pasti akan baik kembali.
__ADS_1
Erces mengalihkan pandangan menuju Pangeran ke dua.
Erces malu "Ka...kak..."
"Emmm" Jawab singkat Pangeran ke dua.
"Apa kau tidak ingin makan puding ini?" Aku menanyakan dan menyodorkan langsung puding yang ada di sendok ku itu pada Pangeran kedua.
Nyam...!!!
"Ap...apa yang dia lakukan kenapa memakan puding ku?"
"Hemm ternyata enak juga" Jawab Pangeran kedua sambil mengunyah pelan puding yang ia makan dari sendok Erces.
"Ha?....?" Erces bingung.
"Cihh sudah mengambil puding ku, sekarang wajah nya malah sok keren....Tapiii....Uwaaa ganteng banget!!!"
Sret...!!!
"Kau keduaaa!!!!!!!"
"hm...kerah baju kakak kedua di tarik oleh kakak ketiga dan rambut nya di tarik oleh kakak pertama... jadi.... Nyam...Nyam...oke aku mengerti!"
***
Pertengkaran 3 saudara:
Pangeran kedua "Apa aku salah?" cuek.
gubrak..gubrak...gubrak...buak3× (Bertengkar)
***
Dasar tidak tau malu, kalian sudah berumur dua puluhan kenapa malah seperti bocah, arghhh"
"Ekhem" Erces membatuk dan mengembalikan. suasanya.
"Aku merasa sangat bahagia sekarang, memiliki keluarga yang lengkap (kakak, adik, ayah) bahkan ada orang yang melindungi ku. Kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bagaimana rasanya di sayangi". Senyum.
"Btw kenapa Pangeran ke lima belum kembali juga ya?"
Erces menoleh ke belakang, ia merasa dari tadi ada orang yang sedang mamandangi nya "Tidak mungkin hantu kan?.... wahhhh" . Saat ia berbalik terlihat seperti Pangeran ke lima yang sedang memandangi nya. Pangeran ke lima bersembunyi.... Erces berjalan menuju Pangeran ke lima.
Tak...Tak...Tak
"Eh adik mau ke mana?" Tanya Pangeran ke tiga tapi Erces tidak menjawab dan terus fokus pada jalannya. Para Pangeran hanya bisa memandangi kemana Erces akan pergi.
Aku memegang bahu nya yang berdiri sendari tadi melihatku " Apakah kau adik ke lima?" Erces bertanya.
"Ka...Kak!!!" Malu. Merona. Menunduk.
"Eh kenapa kau di sini adik?, ayo masuk ada puding di sana. bagaimana Jika kita makan bersama?" Tawar Erces dan langsung memegang tangan adiknya untuk di ajak makan.
__ADS_1
Dukk...!!! Kami berdua pun duduk
"Kenapa adik ke lima sangat aneh? apa ada yang salah dengan ku?"
"Oh ternyata adik ke lima, aku kira siapa yang ingin Erces temui" Lirik Pangeran pertama.
"Iya, kak. ayo makan puding nya Netrola enak loh" Tawar Erces, tapi adik nya masih tetap menunduk tidak mau menatapnya.
Sret....!!!
Aku pegang wajah nya agar menghadapi langsung melihat mataku.
"Kenapa kau tidak ingin melihatku? apakah aku sejelek itu?" Tanya Erces dengan nada lesu.
Ketiga kakak ku langsung menatap kami berdua
"Uh kenapa mereka bertiga menatapku, yah aku juga merasakan adegan ini seperti sedang memberi makan pacar kita, uhhh"
Pangeran pertama berdiri. "Oho apakah adik ke lima kita masih malu dengan para perempuan" Pangeran pertama mengejek menggoda adik nya yang sedang merona.
"Ah... apa sih kak...ti...tidak kok" Jawab gugup Pangeran ke lima.
"Tidak apa nya,lihat tuh pipimu memerah" Pangeran ke tiga menggoda nya juga. sedangkan Pangeran ke lima hanya bisa menunduk karena malu.
"Cih" Suara Pangeran ke dua.
"*Malu dengan perempuan? apakah maksudnya adik ku ini benar-benar tidak pernah pacaran?.... wahh padahal ganteng masa iya tidak punya pacar sih, aishhh"
"Oke baiklah jadi kali ini misi pertama ku adalah pendekatan dengan adik ke lima, hahaha*"
"Adik ku Netrola Fianlor kau adalah seorang Pangeran tidak sepantasnya kau malu pada seorang perempuan yang akan menjadi Kaisar ini yah perempuan lain juga sih, aku tidak ingin mendengar bahwa aku memiliki seorang adik yang pemalu. Jadi KAU TIDAK BOLEH MALU PADA KAKAK MU INI, JIKA KAU INGIN DI SUAPI BILANG SAJA PADAKU ATAU MUNGKIN KAU INGIN AKU MANDIKAN? TENTU SAJA BOLEH KATAKAN SAJA PADAKU OKE" Erces berbicara terlalu semangat sambil mengedipkan sebelah matannya, ia tidak sadar bahwa apa yang ia ucapakan sangatlah tidak pantas untuk seorang yang akan menjadi Kaisar Wanita.
Brak...!!!
"TIDAK BOLEH!" Erces terkejut ke tiga Pangeran menghantam meja hingga hancur sambil membentak.
"Baiklah aku mengerti, Pangeran pertama sifatnya sok keren tapi ternyata sangat lah konyol sama dengan Pangeran ke tiga. Kalau Pangeran ke dua susah di tebak perasaanya tidak mudah ia dapat merubah suasanya hatinya sesuai dengan apa yang terjadi, hoho Jika adik ke lima ku ini tentu saja sangat pemalu dan MENGGEMASKAN, tentu saja ia baru berumur 14 tahun masih dalam masa puber, uwu"
Dua hari berlalu, menghabisakan lebih banyak waktu dengan Kakak dan adik ku. Hari - H sudah tiba saat nya aku memaninkan peran ini. Vitruo College aku menanti kalian.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
.
__ADS_1
NEXT->
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE, DAN JIKA BERMINAT BERIKANLAH TIP AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI. THANKS!