
Erces sekarang Berada di kediaman kaisar, yang katanya kaisar tersebut sangat lah gila, Erces mendengar dari kebanyakan pelayan yang ada, hal-hal yang di sukai kaisar adalah :
MEMBUNUH
MEMBUNUH, DAN
MEMBUNUH
"Haihh kaisar ini apakah Jika ia tidak suka melihatku akan langsung di bunuh, sejak aku di sini aku belum pernah melihat kaisar"
"Dan katanya pemilik tubuh ini punya kakak dan adik? Kira kira apakah mereka tampan ya?, Biarpun aku adalah anak yang mudah di tindas dulu tapi aku termasuk pecinta cogan lho, hahaha" Gumam dalam hati Erces.
"Tuan Putri apa yang sedang kau pikiran?"
Dayang pribadi Erces berbicara dan kelihatanya dayang tersebut adalah dayang yang baik.
Aku berhenti dari lamun ku "Ah tidak bi, aku hanya sedang berfikir di mana para pangeran sekarang?"
"Oh pangeran, biasanya Jika di kediaman kaisar mereka ada di ruang khusus para pangeran, memang nya ada apa Tuan Putri?"
"Tidak hanya saja sejak aku terbangun belum sempat melihat mereka"
"Hmm iya juga, setelah Tuan Putri pingsan karena kelelahan mengurus daerah bagian utara, anda belum sempat melihat para pangeran, bagaimana Jika saya mempersiapkan Tuan Putri untuk bertemu pangeran?" Ajak dayang Ronia
Erces langsung setuju dan mulai mempercantik diri, tubuhnya adalah tubuh seorang Tuan Putri mau tidak mau ia harus bersifat tenang layaknya Tuan Putri kaisar. Karena Erces sudah terbiasa hidup sendiri waktu luang pasti ia gunakan untuk membaca komik atau novel yang sedang trendi.
__ADS_1
"Hanya seorang Tuan Putri?" Yosha aku bisa menaklukan cerita ini!"
TAK, TAK, TAK
Suara highells Tuan Putri bersuara layaknya wibawa seorang Tuan Putri .
"Hmm memerankan Tuan Putri tidak terlalu susah juga, mungkin aku juga sudah tau bagaimana alur cerita kehidupan baruku ini, dulu aku sama sekali tidak memiliki keluarga semoga keluargaku yang sekarang semuanya waras, hahaha"
Dayang Ronia mempersilahkan dan memperbaiki sedikit gaun Erces yang naik karena berjalan lumayan jauh dari kediamannya.
"TUAN PUTRI TIBA DI KEDIAMAN PANGERAN"
Para prajurit berseragam warna navy bercampur putih menyampaikan pesan kepada pangeran.
Saat pertama kali aku masuk ke sini aku kira aku akan dikucilkan oleh para pangeran biasanya para pangeran suka menjahili saudara perempuannya apa lagi aku adalah yang satu satunya tapi berbeda dengan apa yang aku pikiran bisa di bilang mereka menyambutku dengan hangat. TAPI...
"OUNCHH, ada apa dengan kalian para pangeran ini?" Erces bergumam.
Heran Erces, memang para pangeran menyambut ia dengan hangat tetapi hanya sesaat... Semua memeluknya dengan wajah sedih, imut, mata berbinar seakan mereka memohon, bercampur memelas seolah olah aku baru saja bangun dari tidur panjang ku.
"Yah aku kan memang habis tidur, biarpun hanya 3 detik, wkwkw" Pikir Erces sambil tertawa dalam hati.
"Kakak...!!!" Adik ke-5 Erces memanggil.
"Uwu uwu... Adik ke-4 ku yang cantik akhirnya kau sadar juga setelah kelelahan" Yah aku adalah saudara ke-4 mereka, aku heran...
__ADS_1
JRENGGG!!!
"Sebentar,,,, KENAPA AKU MERASA SEPERTI... SISCON? GILAKKK BUCIN!!! WAAAAAAHHHHHH" Menangis terharu Erces dalam hati.
Ia merasa alur cerita ini akan seperti kakak yang bucin dengan adiknya bahkan terluka sedikitpun orang yang melukainya akan dibunuh, haishhh dunia ini... MENG... HE ...RAN... KAN.....
"Jangan sampai kaisar pembunuh yang berwibawa juga lembut dengan ku?, Argghhhh Dewa Agung aku tidak yakin bisa melakukan adegan ini!!!!
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
.
NEXT->
__ADS_1
JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN,VOTE AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI, THANKS.