
Pihak Kekaisaran pun tidak bisa berbuat apa sekaligus kakak-kakak dari Erces karena ini sudah ditentukan langsung oleh Luv. Banyak yang mengira jika salah satu utusan Dewa datang dan memberikan perintah ataupun keputusan sudah pasti hal itu akan menjadi baik sepanjang waktu.
***
Erces baru saja bangun dari tidur malam nya, hari sudah menunjukkan pagi hari angin barat berhembus ke timur suara kicauan burung membuat pagi Erces kali ini sangat nyaman. Semua permasalahan tentang perjodohan sudah terselesaikan namun ia hanya masing tidak yakin untuk hidup bersama dua pria tersebut.
Baru saja ia dapat menikmati pagi nya yang nyaman tanpa gangguan, namun hal tersebut malah tidak sesuai apa yang ia harapkan...
"Lepaskan aku!!!" Suara teriakan yang sangat amat nyaring tersebut terdengar dari luar pintu masuk kediaman Tuan Putri hingga membuat Erces menjatuhkan sisir nya yang ia pegangan sebelum nya.
"Maaf, tanpa perintah dari Tuan Putri langsung anda tidak bisa masuk Nona!" Tegas kata prajurit yang menjaga pintu kediaman Erces.
"Aku ini bukan nona tahu! Apa kau tidak mengenali ku!? Aku ini adik dari Pangeran Arqulan Anlor yaitu Arumi Anlor. Kau sudah tahu bukan? Cepat biarkan aku masuk!"
Sebut saja Arumi Anlor ia adalah adik beda ibu dari Arqulan Anlor umur nya tidak jauh dengan kakak nya yaitu sekitar berbeda 3 tahun saja. Ia memiliki sifat yang baik namun blak-blak an ia selalu ingin menang di kesempatan apapun. Ia juga dikenal sebagai Tuan Putri bar-bar di Kekaisaran Anlor, tidak ada yang berani membuatnya marah ataupun menolak seluruh keinginan nya termasuk Kaisar sang ayahnya sekalipun. Rambut merah dengan mata kuning cerah yang membuatnya semakin bersinar dan sudah jelas ciri-ciri dari seorang bangsawan keturunan Kaisar Anlor. Namun ini pertama kalinya ia tidak dibiarkan melakukan sesuatu sesuai keinginannya...
"Maaf Tuan Putri, yang sudah saya katakan tidak bisa saya katakan lagi"
"Arghhhhhh aku marah aku marah, baiklah kalian hanya bisa membiarkan ku melakukan hal ini..." Para bawahan tidak tahu apa yang akan di lakukan Arumi sedangkan Erces masih menonton dari atas jendela kamarnya memantau apa yang akan Arumi lakukan...
"Huuuuffffffffff" Arumi menarik nafas nya dalam dalam... dan akhirnya...
"KAKAK IPAR KU, TUAN PUTRI ERCES FIANLOR APA KAU TIDAK AKAN MEMBIARKAN ADIK IPARMU INI MASUK!!!!???" Teriak Arumi dengan sangat kencang hingga membuat Pangeran sang kakak nya juga ikut terbangun dari tidur nyenyak nya, sedangkan Erces masih stay menutupi telinganya.
"Ah ada apa pagi-pagi berisik sekali!... Hei pelayan! Ada apa di luar sana? Kenapa ribut sekali?" Tanya Arqulan dengan wajah sangar nya yang baru bangun dari mimpi indah.
"Itu Pangeran.... Sebenarnya ada orang di luar sana yang mengaku sebagai adik anda.." Jawab pelayan wanita itu dengan sopan.
"Hah? Adik?"
"Benar Pangeran"
"Apakah dia sudah sampai?, pasti akan sangat merepotkan hufh"
"Kau bisa pergi" Suruh Arqulan agar pelayan tersebut keluar dari kamarnya dan ia langsung bersiap-siap untuk keluar.
Saat itu juga tiba Zykle di kediaman Erces. Erces sudah turun dari kamarnya dengan menggunakan gaun hijau dan sedikit hiasan rambutnya dan itu sudah sangat membuatnya terlihat sempurna.
"Biarkan ia masuk!" Tegas Erces kepada penjaga pintu dengan tatapan dingin nya. Ia hanya ingin menjaga image di hadapan yang katanya adik dari Pangeran Arqulan.
__ADS_1
"Cih" Arumi masuk dan tidak memberi salam apapun kepada Erces.
Arqulan dan Zykle langsung menghampiri Erces dan mencium punggun tangan nya lalu mengucapkan "Selamat pagi, Tuan Putri ku" Dengan senyum manis mereka berdua. Arumi masih tidak menyangkan bahwa kakak nya bisa berprilaku semanis itu kepada seorang wanita.
"Selamat pagi, kalian bisa duduk. Dan pelayan siapkan camilan untuk kami berempat"
"Baik, Tuan Putri"
***
"Hei kau bocah! Kenapa kau teriak-teriak di depan tadi ha!?" Tanya Arqulan kesal.
"Tentu saja aku ingin menemui Kakak Ipar ku" Arumi langsung berjalan menuju ke arah Erces dan tanpa izin langsung memeluk dirinya.
Erces yang merasa tidak nyaman langsung di perlakukan 'sok akrab' ia menolak pelukan tersebut dan menyingkirkan kepala Arumi yang bersandar pada bahu Erces.
"Apa anda melupakan salam saat bertemu seorang Tuan Putri di negaranya?" Tanya Erces tegas dan wajah dingin nya.
"Ah... Salam kepada penerus Kaisar Putri Mahkota Erces Fianlor, senang bisa manjadi adik ipar dari anda" Sigap Arumi langsung berdiri dan memberikan salam hormatnya sedangkan Arqulan yang melihat hal tersebut hanya menertawai adiknya karena ini pertama kali Arqulan melihat Arumi tidak bisa berbuat apapun di hadapan seseorang.
"Awas saja kau nanti, kak aku akan mematahkan tulang punggung mu!"
"Zykle apa ada yang kau perlukan? Sehingga mendatangiku langsung tanpa surat izin?" Tanya Erces sambil tersenyum.
"Tidak, aku hanya ingin melihat dirimu di pagi hari.. Tidak ada hal lain lagi" Jawab Zykle dengan senyuman nya pula.
"Baiklah, kau bisa berkeliling atau berlatih pedang jika bosan di sini"
"Tidak, justru aku ingin menyaksikan nya"
"Cih" Kesal Arqulan dalam hati.
Suasana hati Arqulan terlihat suram karena Zykle berada di sekitanya, padahal dia hanya ingin berduaan dengan Erces, belum lagi masalah kedatangan adiknya Arumi Anlor.
Arumi peka dengan keadaan di sekitarnya nya dan akhirnya mengubah rencana agar suasana kembali baik.
"Hey, kakak ipar bagaimana jika kita ke pusat kota untuk berbelanja? aaaa pasti akan sangat seru aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan kakak iparkuuu yey" Arumi kegirangan.
"Hum ide bagus, ayo!" Erces setuju dengan ajakan Arumi dan sekalian untuk menelusuri pusat kota, karna Erces hampir jarang untuk mengamati rakyatnya.
__ADS_1
"Kami ikut" Arqulan dan Zykle ngomong barengan.
"Tidak, ini itu Girls time. Jadi kalian jangan ganggu!" Kesal Arumi.
"Sudah biarkan saja mereka ikut asal tidak menggangu, lumayan kan dua pria tampan. di belakang kita jadikan pengawal hahaha" Ledek Erces.
"Pengawal?"
***
Pusat Kota.
Erces, Arumi, Arqulan, dan Zykle berjalan di tengah-tengah pusat kota karena mereka tidak ingin menjadi pusat perhatian mereka meninggalkan kereta kuda di tempat parkir khusus kereta, dan menggunakan jubah hitam untuk menutup identitas mereka.
Banyak dagangan dan pernak pernik berkilau yang yang di jual di pasar tersebut, toko barang antik, tempat untuk minum, dan bertukar informasi pun berserakan di sana.... Namun mata Erces hanya tertuju pada beberapa orang yang masih mencari-cari makanan di sekitar tempat sampah, rumah yang apa adanya dan baju bekas tak lupa dengan sobekan di sekitanya, bisa di bilang apa yang mereka dapatkan tidak layak untuk di dapatkan.
"Apa kau heran?" Tanya Arqulan.
"Yah beginilah kenyataannya, seperti yang kau lihat"
"Apa orang tinggi seperti Marquess atau count daerah ini tidak memperhatikan rakyat mereka?!, cih" Kesal Erces.
"Kakak mungkin karna kau tidak pernah keluar menelusuri dunia ini kau jadi tidak tahu banyak" Jawab Arumi.
"Jangan sampai kau merencanakan sesuatu yang tidak-tidak" Bicara Zykle sambil menebak dengan wajah datar.
"Hum, Jika kau ingin berkeliling dunia kami bisa menemanimu" Biacara Arqulan.
"Yan di katakan Arqulan dan Arumi benar aku belum tahu banyak tentang dunia ini"
Dengan tiba-tiba Arumi memegang tangan Erces dan membuatnya terkejut "Yang Mulia kakak iparku ayo lanjut"
Mereka berbelanja hingga sore hari saat mereka sudah merasa bosan dan lelah karna berjalan seharian mereka langsung pulang dan membersihkan diri.
**BERSAMBUNG.
JANGAN LUPA UNTUK LIKE, KOMEN, VOTE DAN BINTANG 5 NYA, AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI. THANKS:)
MAAF BANGET LAMA NGGA UP KARNA AKU SIBUK, MAAF BANGET BUAT YANG NUNGGU LAMA😙😟**
__ADS_1