
"Bukankah itu benar Tuan Putri?" Tanya Arqulan dengan senyum licik kecilnya.
***
"Ya! Yang kau katakan benar Pangeran, tetapi bukankah yang berkuasa berhak memilih pilihan nya?" Jawab Erces tegas.
"Anda terlalu mementingkan perasaan anda. Yang hebat lah yang akan berkuasa. Jika orang yang Tuan Putri nikahi adalah orang yang bodoh, bagaimana nasib Kekaisaran Fianlor?"
Brak....!
Arquan telah membangkitkan amarah Erces. Di kehidupan sebelum ia bukanlah seseorang yang pemarah. Namun, bawaan dari tubuh yang ia diami saat ini tidak bisa menahan nafsu emosi tersebut.
"Jadi, maksud mu orang yang akan aku nikahi adalah seorang yang bodoh?, sebenarnya urusan Kekaisaran ku adalah urusan ku, kau bahkan tidak memiliki kekuasaan untuk mengaturnya" Jawab Erces marah
Sret...!
Suara kursi yang didorong pelan bersuara seseorang di kursi belakang berdiri dan menyampaikan pendapatnya.
"Yang di katakan Pangeran Anlor, benar!" Marquess Bai berdiri dan menyampaikan pendapatnya. Ia sebenarnya masih belum bisa mempercayai kematian Putri sulung nya.
"Maaf atas kelancangan hamba, Yang Mulia. Saya sependapat dengan Pangeran. Biarpun anda telah di jodohkan oleh Ayah anda, tetapi kita tidak tahu seberapa kuat dan pintar suami anda nantinya. Jika dia benar-benar bodoh kita semua akan rugi, yang di salahkan tentu saja pihak kaisar, bukan?" Pendapat Marquess Bai, yang membuat Kaisar hampir berubah pikiran.
"Apa yang si tua bangka ini rencanakan?" Geram Pangeran Arilian yang juga menghadiri rapat, kecuali Pangeran Pertama dan Kelima karena disibukan dengan urusan Kekaisaran lainnya.
"Dasar tua, banyak omong!" Geram Pangeran Ryon dengan nada bicara kecil nya.
Tak...Tak...Tak...!
Brak...!
Suara keras pintu terbuka terdengar. Seseorang dengan badan tinggi kekar, rambut hitam dan mata hitam nya yang tajam, melihat sekeliling ruangan. Ia masuk tanpa izin para Ksatria yang ada di pintu depan pun sulit untuk menghentikannya. Ia adalah Zykle Saron.
"KAU! Siapa kau berani-berani nya menerobos masuk!?" Tanya kasar sambil berteriak Marquess Bai.
"Maaf atas kelancangan hamba Yang Mulia" Tunduk dan hormat Zykle.
"Tidak masalah, tapi apa alasanmu menerobos masuk?" Tanya Kaisar halus.
"Tidak, hanya saja tadi saya mendengar bahwa calon tunangan Tuan Putri adalah orang yang bodoh. Apakah perkataan dua orang tersebut dapat di percaya?. Saya hanya tidak terima!"
__ADS_1
"Haihhh, sudah lah. Aku sudah lelah. Huan jelaskan semuanya!" Suruh kaisar dengan wajah lelah nya.
"Baik Yang Mulia"
Sret...!
Tangan Erces mengahalangi Huan untuk menjelaskan, Huan hanya terkejut sebentar dan menanyakan...
"Ada apa Tuan Putri?"
"Biar aku saja yan menjelaskan, ini adalah masalah ku!" Jawab tegas Erces dengan wajah tajam nya.
"Ba...Baiklah, jika itu keingiinan Yang Mulia Putri"
Erces berjalan dengan anggun menuju tempat utama. Ia berdiri dengan tegas dan tidak mau diremehkan oleh yang lainnya....
"Erces..." Panggil kecil Zykle dengan wajah khawatirnya.
"Tenang saja, ini adalah urusanku!" Erces berbicara dengan menunjukan senyuman nya kepada Zykle.
"Baik, jika itu keingiinan kalian. Bukankah kalian mengatakan bahwa calon tunangan ku orang yang bodoh?, sebelum itu apa kalian tahu siapa dia!?"
Semuanya terdiam tidak ada yang berani menjawab satupun saat Erces bertanya dengan kekuatan aura nya yang mematikan.
"Sebelum itu aku ingin bertanya kepada Pangeran Arqulan, atas dasar apa anda menentukan bodoh atau tidak nya orang yang akan mendampingi saya!?" Tanya Erces yang sudah terpancing emosi.
"Tidak ada atas dasar apapun Tuan Putri, saya sebagai Pangeran yang sudah terbiasa melihat nona bangsawan yang dijodohkan hanya merasa iba. Saya melihat mereka hanya di jodohkan hanya demi keuntungan semata keluarga tersebut, bahkan jika laki-laki itu tidak kuat dan hanya menang dalam kekayaan. Lalu, bagaimana caranya melindungi sang istri dari bahaya hanya dengan uang?"
"Ingatlah Tuan Putri, di dunia ini uang bukanlah segalanya, melainkan kekuatan. Yang kuat lah yang berkuasa, hahaha"
Erces merasa argumen dari Pangeran Arqulan ada benarnya, saat ia melirik ayahnya sang Kaisar pun hanya terdiam seperti mengganggap apa yang di katakan Pangeran Arqulan benar.
Tak...!
Zykle maju menggantikan Erces berbicara tanpa pemisi.
"Apa tujuan mu Pangeran Arqulan?" Zykle tanpa basa basi langsung berbicara to the point.
Sontak Arqulan menoleh heran dan tersenyum kecil... Arqulan mendekati Zykle dan berbicara di samping telinga Zykle dengan mengatakan...
__ADS_1
"Erces adalah miliku! sebaiknya kau menjauh..." Setelah berbicara hal tersebut Arqulan langsung pergi menuju Erces.
Zykle yang marah dengan perkataan Arqulan masih bisa menahan emosi nya untuk membunuh, ia masih ingat bahwa kedudukan pria tersebut lebih tinggi darinya...
Dengan cekatan Zykle menahan tangan Arqulan hingga dia berhenti....
"Jika kau berani macam-macam, maka tunggulah akibatnya!" Tegas Zykle berbicara dengan Arqulan menggunakan cara yang sama.
"Akan ku tunggu, Duke" Jawab Arqulan meremehkan.
Prok...Prok...Prok!
Suara tepukan tangan dari Huan menyelesaikan perselisihan sementara mereka, dan kembali ke tujuan awal.
"Hasil diskusi saya dan Kaisar untuk sekarang rapat hari ini akan dihentikan. Maka rapat selanjutnya akan di adakan esok harinya. Kami Kekaisaran Fianlor telah menyiapkan tempat tinggal untuk kalian para tamu terhormat" Huan mengumumkan dengan sopan.
***
Taman Efisun
Hari menjelang senja, Erces berdiri menikmati angin pergantian musim yang akan segera tiba, rambut panjang emas nya yang tegerai membuat kecantikan Erces semakin didepan, dan di tambah lagi dengan mata merahnya yang seakan mengalahakan terang nya bulan putih yang akan segera muncul. Ia hanya merasa suntuk dengan perdebatan tentang jodoh masa depan nya, ia hanya berfikir biarpun dikehidupan sebelumnya jiwa yang mendiami tubuh Erces belum pernah memiliki pengalaman berpacaran, tapi jika masalah perasaan jiwa ini tidak akan pernah main-main.
Perasaan bukanlah sesuatu yang di sangkut pautkan dengan seberapa kekuatan dalam atau sihir yang kita punya. Namun, perasaan adalah seberapa kita dapat menerima seseorang yang kita cintai, tidak peduli seberapa bodoh nya seseorang tersebut jika dua buah hati telah di satukan maka akan tetapi menjadi satu. Menjadi satu hingga maut memisahkan.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, KOMEN, DAN TO FAVORITE STORIES KALIAN AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI, THANKYOU:)
__ADS_1
.
NB : MAAF JIKA ADA KESALAHAN DAN TIDAK SESUAI DENGAN CERITA SEBELUMNYA:), KARENA AUTHOR SERING LUPA-LUPAAN, HEHE(◍•ᴗ•◍)