
"Terimakasih Arqulan, ini pertama kalinya aku merasakan sebuah kehangatan yang tulus" Guaman Erces dalam hati sambil tersenyum manis.
***
2 hari berlalu. Rapat kedua akan segera dimulai, setiap perwakilan negara dan benua telah berkumpul di dalam aula rapat.
"Kyaaaaaa!" Teriak kegirangan Ronia pelayan pribadi Erces.
"Kau terlalu antusias Ronia" Erces sudah tidak terkejut lagi dengan reaksi Ronia setelah melihat kecantikannya.
"Tuan Putri, kau sangat cantik!!!.... aku mencintaimu, kyaaa" Teriak Ronia.
"Sudahlah... aku akan ke aula sekarang, tolong bantu aku" Suruh Erces.
"Baik Tuan Putri"
***
Kaisar tiba, ia duduk pada singgasana nya dan mengumumkan...
"Agar rapat ini cepat terselesaikan aku sebagai Kaisar akan memutuskannya dengan adil...."
"Sesuai rencana... para bangsawan muda akan mengikuti lomba berburu sesuai aturan yang telah dijelaskan sebelumnya. Dalam lomba tersebut bagi yang telah menyelesaikan buruannya dan tepat pada point yang di tentukan akan diadakan perlombaan kedua yaitu berpedang. Disana hanya akan ada tiga kandidat yang dapat menjadi tunangan Tuan Putri... memang sebelumnya aku telah menentukan tunangan Putriku, karena Aku dan Tuan Putri Erces telah setuju untuk melihat kemampuan para bangsawan generasi selanjutnya terlebih dahulu"
"Bukankah begitu Tuan Putriku?" Tanya Kaisar.
"Tentu saja, Yang Mulia" Jawab Erces sambil tersenyum manis yang membuat para bangsawan muda yang datang ingin segera menikahi Erces.
"Kalian semua bodoh, lihat betapa menyedihkan nya wajah kalian" Umpat Arqulan dalam hati.
"Karena akan ada 3 kandidat pemenang, sang pemenang tersebut harus bisa mengalahakan Putriku pada perlombaan terakhir, tantangan nya hanya bisa ditentukan oleh Putriku" Jelas Kaisar.
"Disini saya menggantikan Kaisar berbicara... aku memilih 2 pemenang bukan hanya 1 pemenang pemenang kedua akan di berikan hadiah yang telah di siapkan oleh pihak Kekaisaran, sedangkan pemenang pertama sudah jelas akan menjadi tunangan ku"
__ADS_1
"Tapi Tuan Putri...." Bicara Arqulan
"Apa yang dia inginkan lagi, hufh..." Kesal Erces.
"Aku kurang setuju dengan apa yang anda katakan, bagaimana jika pemenang kedua tersebut mendapatkan posisi yang lebih tinggi lagi hmmm... misalkan menjadi selir terhormat Kaisar! selanjutnya... yaitu kau" Arqulan mengeluarkan pendapatnya yang juga akan menguntungkan dirinya.
"Jadi anda akan memiliki dua pasangan yang memiliki posisi berbeda..."
"Kau! apa maksudmu!?" Teriak Zykle yang ada di belakang Erces.
"Yang aku maksud adalah Tuan Putri yang akan menjadi penerus Kaisar, akan memiliki dua pasangan dengan posisi yang berbeda.."
"Apa yang kau maksud dengan posisi tersebut, Pangeran Arqulan yang terhormat..." Tanya Erces dengan tenang.
"Tidak ada maksud yang khusus, hanya saja Tuan Putri tidak akan bisa menjalankan pemerintahan sendirian bukan, jadi apa salahnya memiliki lebih untuk kebaikan..." Jawab Arqulan dengan senyum kecil liciknya.
"Itu akan aku pikiran lagi, jadi semuanya sudah diputuskan upacara penyambutan Dewa Agung akan di adakan seperti biasanya dengan tambahan acara pemilihan tunangan Putri Kaisar, yaitu diriku Erces Fianlor!"
Huan maju untuk mengucapkan rasa terimakasih telah mau hadir dalam rapat ini "Sekian rapat hari ini, para perwakilan diperbolehkan untuk pulang dan kita akan bertemu lagi pada acara penyambutan Dewa Agung" Salam Huan dengan hormat pada tamu yang datang.
Erces menatap Arqulan dan menuju ke arahnya dengan anggun lalu berbisik "Aku ingin membahas sesuatu yang penting dengan mu di tempat kemarin... gak pake lama!" Erces langsung meninggalkan Arqulan sedangkan Zykle sudah dihantui dengan keinginan bersaing.
"Mungkin kau akan kulampaui" Bisik Arqulan pada telinga Zykle yang membuatnya semakin memanas.
"Cih!"
***
Erces sudah menunggu di tempat yang di janjiikan, ia berdiri membelakangi Arqulan yang juga telah sampai di tempat. Erces menyadari seseorang ada di belakangan dan ia langsung berbicara "Langsung pada intinya! apa kau ingin menjadi tunangan ku?"
"Haha... Tuan Putri yang bijaksana memang tidak bisa dibodohi" Jawab Arqulan mengejek.
"Ingat, aku bisa membunuh mu dengan jentikan jari ku, apa kau mati sekarang juga!? akan ku kabulkan!"
__ADS_1
"Hoho, Tidak bisa. Baiklah karena aku juga tidak suka basa basi. Yup kau benar jika bukan menjadi tunangan mu, aku siap menjadi selir kehormantan untuk mu, bagaimana tawaran yang bagus kan?" Bicara Arqulan sambil memeluk Erces dari belakang.
"Lepas!" Arqulan langsung melepas pelukannya.
"Kau pikir semudah itu untuk menjadi selir kehormantan ku!?" Tanya Erces meremehkan.
"Tidak!. Begini saja, kau lah yang akan mendapatkan keuntungan lebih.. pertama aku bukan hanya seorang Pangeran tetapi juga kesatria dengan gelar itu aku bisa melindungi mu saat perang... Dan..."
"Aku tidak butuh perlindungan!" Tegas Erces.
"Setidaknya dengarkan aku dulu" Tegas Arqulan juga.
"Sudahlah aku tidak ingin apapun, yang aku inginkan hanyalah kau dapat mengalahakan seseorang yang dapat mengalahakan ku nanti dalam pertandingan" Bicara Erces.
"Apa kau tidak takut dengan ku?" Tanya Arqulan.
"Sudah ku bilang, dengan hanya jentikan jari ku kau akan langsung mati. Apa kau mengerti!?" Tanya Erces tegas.
"Dan aku juga punya rencana masa depan, jadi kau dan tunangan ku harus membantuku! Hehehe" Bicara Erces sambil tertawa kecil namun yang di lihat Arqulan adalah Erces tertawa seperti nenek sihir.
"Hikk... seram tahu!" Bergidik ngeri jiwa terdalam Arqulan.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN, DAN ADD TO FAVORITE AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI. THANKYOU!:)