
Ayah, kakak, dan aku sudah berdiri di gerbang depan kerajaan dan siap untuk berangkat ke Vitruo College.
"Ingat jagalah emosi kalian, jangan mudah terwaba emosi hanya karena hinaan tidak berguna, setiap Kesatria kalian akan menjaga dengan cara diam-diam. jadi sekolah lah dengan benar... dan untuk Erces..." Pesan ayah kaisar dan memanggil ku.
"Iya ayah....?" Jawab Erces dengan sopan.
Greb...!!!
"Unch...Oh tidak ayah pelukan mu ini sangat kencang!"
"Ayah sudah lah kau jangan seperti anak kecil!" Sindir Pangeran pertama.
Plakk...!!!
Pantat Pangeran pertama di pukul oleh ayah dengan sangat kencang, bisa jadi itu menggunakan kekuatan nya "Haha, aku yakin pasti sangat sakit"
"Erces putriku, aku hanya ingin mengingatkan apa yang telah aku katakan sebelum ya" Tegas Kaisar mengingatkan Erces.
Dua jam sebelum nya...
Krak...!!! Suara pintu terbuka. Kaisar menemui Erces di kamar nya.
Erces menoleh "Oh ayah ada apa?" Jawab Erces sambil merapikan baju yang akan ia bawa.
"Tidak, aku hanya ingin mengingatkan. Vitruo College tidak seIndah dan semenyenangkan yang kalian pikirkan, banyak para bangsawan dan konglomerat di sana. Jika untuk ke tiga Pangeran aku tidak terlalu menghawatirkan nya, tapi untuk mu dan adik mu aku tidak bisa tinggal diam" Jawab Kaisar
"Memang ya ada apa yah..." Tanya Erces penasaran.
"Aku takut karena status mu nanti di sana bukanlah sebagai orang yang berkuasa,,, aku hanya takut kau di bully dan di hina, huhuhu aku sangat sedih Jika itu terjadi" Kaisar memeluk Erces sambil menangis seakan dia mau menyerah- kan Putri satu satu nya untuk menikah dengan seorang gangster.
"aku mengerti maksud ayah, tapi aku sudah terbiasa di bully hanya saja saat di dunia ku aku tidak bisa melawan, tetapi sekarang aku bisa karena memiliki kekuatan yang lebih dari seorang kaisar. BAIKLAH AKU TIDAK AKAN MUDAH UNTUK DI BULLY DAN DI HINA SEKARANG?"
"Terimakasih sudah mengingatkan ku ayah, tenang saja itu tidak akan terjadi, Jika ada orang yang ingin membully atau menghina ku akan ku patahkan langsung lengan dan kaki nya"
Kami berdua tertawa bersama dan mengganti topik pembicaraan.
Tiga jam kemudian (kembali)...
Waktu nya kami berlima berangkat menuju tempat tujuan. Ayah kaisar menangis seperti seorang perempuan karena putrinya akan pergi. Para pelayan dan penjaga kerajaan melambaikan tangannya pada kami "Aku merasa senang, jadi begini toh rasanya di cintai oleh keluarga"
Kami berlima ada pada mobil yang berbeda ketiga Pangeran menggunakan mobil pribadi milik mereka sedangkan aku dan adik ke lima menggunakan mobil yang berisi plat kerajaan.
Kedatangan kami ke sana sudah terdengar hingga ke seluruh penjuru Benua Vgui, para pedagang pasar hanya melihat kami dengan tatapan terkejut, meraka bingung ini pertama kalian kekaisaran Fianlor keluar dengan terang-terangan. Aku hanya bisa tersenyum kepada mereka dan mereka membalas senyuman ku dengan tulus.
__ADS_1
"Wow ternyata di luar perkiraan ku, secara garis besar aku seperti sedang Berada di dunia para konglomerat, Susana di luar sangat Indah dan juga terlihat modern, aku penasaran bagaimana penampilan sekolah Vitruo College itu"
Disamping itu aku hampir melupakan adik ku yang sedang duduk di samping karena menikmati suasana di luar seperti ini.
"Oh tidak apa yang harus aku lakukan? basa nasi dengan adik?, hmm tapi aku tidak punya topik pembicaraan gimana ya...?"
"Oh ya dik..."
"Hm..." Pangeran ke lima menoleh.
"Apakah kau tahu bagaimana Vitruo College itu?" Tanya Erces
"Hm tidak terlalu yang aku tahu orang di sana semuanya br*ngs*k.." Jawab Pangeran dengan wajah datar dan biasa saja.
"Ah apa maksud nya? aishhh apakah karena selama ini mereka Ansos?"
Tidak terasa perjalanan yang lama ini akhirnya sampai tujuan. Karena kita berasal dari keluarga Kekaisaran semua siswa dan siswi nya melihat ke arah kita dan menjadi pusat perhatian.
Kami turun dari masing masing mobil dan memarkirkan mobil masing masing, kakak pertama mengedipkan mata yang artinya sandiwara ini akan di mulai.
"Wahhh apakah itu Pangeran dari Fianlor?, tidak aku sangka mereka sangat tampan" Tanya siswi pertama.
"Hm iya, tapi kenapa mereka sekolah di sini? bukankah keluarga kaisar Fianlor sangat tertutup?" Tanya siswa ke dua.
"Bodo amad, pokoknya aku ingin mengejar mereka unchh ganteng banget" Jawab Siswi ke tiga.
"Hallo anak-anak!, Penerimaan siswa baru tahun ini akan di mulai dan... apakah kalian sudah tahu bahwa tamu kehormatan akan bersekolah di sini?"
Pengumuman siswa dan siswi baru diadakan di dalam aula Vitruo. Setiap murid penting pasti akan diumumkan langsung oleh para guru di sana. Salah satunya kami dari kekaisaran Fianlor.
"Oke, tidak perlu basa basi kita sambut langsung saja para Pangeran kekaisaran Fianlor!, di depan kalian sekarang berdiri ke tiga Pangeran yang selama ini mengasingkan diri dari orang banyak. Jika kalian penasaran kami akan langsung menanyakan nya" MC pertama mulai penyambutan.
"Para Pangeran silahkan...Tolong berikan sambutan yang meriah untuk semua murid yang ada di sini" Ucap MC kedua.
"Oh...Hai" Dengan senyum dan mata yang saling mengedip kakak pertama memberikan sambutan pada semua orang. Tentu saja para perempuan yang ada di sana akan luluh hatinya melihat senyum Pangeran pertama, sedangkan yang laki-laki hanya bisa ngiri dengan para Pangeran. Begitupun dengan kedua Pangeran juga melakukan hal yang sama.
Salah satu MC menghadap ke kami berdua adik kakak, "Oh apakah kalian siswa dan siswi yang direkomendasikan langsung oleh kaisar?"
Mereka seperti memandang rendah kami dan menatap dari atas hingga bawah. Tentu saja saat kami kemari baju yang kami berdua memakan hanyalah baju biasa dan sepasang topi.
Tangan ku di genggam oleh adik ia tidak memberikan diriku berbicara.
"Ya" Jawab Pangeran ke lima dengan tatapannya yang tajam melihat MC yang terlihat sedang meremehkan.
__ADS_1
MC itu memalingkan matanya karena ketakutan melihat tatapan adikku.
"Ah baiklah Jika begitu kalian berdua sebagai tamu kehormatan silahkan sambut para siswa dan siswi yang ada di sini" Tawar MC pertama.
Semua mata tertuju pada kami berdua. aku sedikit gugup tapi setelah melihat kakak dan adikku itu terasa lebih baik. Aku memperkenalkan diri dengan baik "Senang bertemu dengan kalian namaku Erces, hallo" yang di lanjutkan oleh adikku.
"Nama ku Netrola, hallo" Pangeran ke lima memperkenalkan diri dengan acuh tak acuh.
Bisik salah satu siswa "Hah apakah benar mereka anak yang tepat untuk rekomendasi dari kaisar Fianlor? lihat lah mereka seperti seorang pengemis"
"Benar, dan yang paling aku tidak suka laki-laki itu dia terlihat kumbel tapi tetap tampan, ingin rasanya aku membacok wajahnya itu!" Jawab salah satu siswa laki-laki.
Aku sudah mengapalkan tangan ku, "dulu saja saat di dunia ku, aku tidak dapat melakukan apapun tapi bukan kah sekarang aku dapat menghukum mereka dengan kekuatan ku ini?"
Greb...!!!
Tanganku di pegang oleh adik dan mencoba menenangkan sudah cukup aku mendengar ocehan mereka aku tidak kuat dan kembali ke belakang panggung...
Tak...Tak...Tak.
Seorang perempuan berambut ungu menghampiri ku. aku menoleh dan....
"Oh wanita, luamayan cantik tapi sayang kau hanyalah orang miskin yang tidak memiliki apapun, kekuatan pun tidak, jadi kau tidak setara dengan ku..." Perempuan tersebut berbicara dengan Erces menggunakan nada yang meremehkan.
"Cih andaikan mereka tau aku adalah anggota kerajaan, mati kau di sini!"
"Maaf anda siapa..." Tanya Erces.
"Aku...Aku adalah...." Jawab perempuan berambut ungu.
.
.
.
.
.
Bersambung.
.
__ADS_1
NEXT->
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN,VOTE, DAN JIKA BERMINAT BERIKANLAH TIP AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI, THANKS!