
Namun saat Zykle melirik mereka berdua dan ingin menghampiri Erces, Arqulan hanya memberikan senyum khas nya pada Zykle yang membuat dirinya semakin kesal...
***
Hari kedua pertandingan sudah dimulai masyarakat dan para tamu masih ditetapkan sebagai saksi pertandingan. Pertandingan hari kedua ini adalah tentang kepintaran masing-masing kandidat. Soal-soal yang menggunakan logika akan diutarakan satu persatu oleh para juri, Dewa Luv pun tak lupa memberikan satu buah pertanyaan.
Akan ada 10 buah pertanyaan masing-masing harus bisa menjawab lebih dari lima soal, jika mereka seri maka akan dilangsungkan pertandingan penentuan yaitu melawan Tuan Putri Erces langsung dengan sekuat tenaga.
Dalam soal pertama Zykle memenangkan 5 point dan seterusnya hingga hasil mereka berdua seri. Hingga tiba saatnya Dewa Luv memberikan pertanyaan nya...
"Aku akan memberikan satu pertanyaan yang bisa kalian jawab berdua dengan jawaban yang berbeda sesuai apa yang kalian anggap benar, jika jawaban kalian masuk akan maka kalian dinyatakan seri jika tidak kalian tahu sendiri..."
"Pilihlah apakah kalian ingin hidup susah dengan Erces Fianlor... Jawablah" Tanya utusan Dewa Agung Luv.
"Pertanyaan apa yang kau tanyakan itu Dewa?, huh sangat tidak masuk akal" Remeh Arqulan.
"Tidak! ini bukan hanya pertanyaan biasa namun penentuan apakah kau setia atau memilih pilihan kedua yaitu mati... Hm ini tidak sulit untukku..." Pikir Zykle dalam hati.
"Hamba ingin menjawab Dewa Luv..." Bicara Zykle.
"Silahkan"
"Tentu saja hamba memilih setia, kenapa? karena saya adalah pilihannya dan sudah menjadi takdir nya" Jawab Zykle dengan penuh keyakinan.
"Baik aku mengerti, apa hanya itu jawaban mu? dan apakah kau sudah sangat yakin?" Tanya balik Luv.
"Ya sudah!" Tegas Zykle.
"Bagaimana denganmu Pangeran Arqulan?"
"Setia, kenapa? Karena aku tertarik pada dirinya" Jawab Arqulan sambil melirik Erces dengan senyuman sedangkan Erces langsung memalingkan wajahnya.
"Yah dari yang kulihat yang lebih diperhatikan sebenarnya adalah Zykle tapi ini tidak akan menyenangkan jika orang ketiga tidak masuk... hehehe Erces jangan mengira diriku jahat..." Pikir Luv dalam hati.
"Baiklah, akan aku putuskan bahwa kalian berdua akan lolos pada babak penyisihan..."
"Apa!?" Teriak Erces.
"Bagaimana bisa Dewa Luv, bukankah jawaban yang lebih meyakinkan adalah Zykle? kenapa kau meloloskan mereka berdua!?"
"Apa aku salah Tuan Putri? Apa kau bisa menjelaskan apa yang kau maksud?" Tanya Luv.
"Ya! Sudah jelas Pangeran Arqulan setia hanya karena dia tertarik padaku bukannya cinta, sedangkan Zykle aku sudah mengenal nya beberapa hari tentu saja dia sangat baik bahkan dia pernah menyelamatkan ku saat kondisi ku hidup dan mati.... Aku tak setuju dengan dirimu!" Jawab Erces dengan tegas sambil melihat Zykle yang membuat Arqulan semakin kesal.
"Hmmm...." Gumam Luv
__ADS_1
Arqulan maju untuk membela dirinya "Akan tetapi Tuan Putri Erces, kalah atau menang dapat kita tentukan pada pertandingan selanjutnya bukan? jadi untuk apa memperdebatkan hal ini...?"
"Kauuuu! Dasar Pangeran kurang ajar!" Kesal Erces dalam hati.
"Cihh, baiklah aku akan memberikan kalian kesempatan. Lawanlah aku sekarang juga satu persatu, Cepat!" Erces sudah sangat kesal dengan situasi saat ini ia hanya ingin cepat menyelesaikan apa yang harus di selesaikan dan menuju pada tahapan uji selanjutnya.
"Pangeran Arqulan aku ingin kau yang maju terlebih dahulu untuk melawan!" Ajak Erces yang membuat Arqulan semakin tertarik padanya.
"Baiklah, jika kau terluka jangan salahkan diriku..."
"Aku tidak akan terluka!"
"Baik, tapi aku ingin menentukan peraturannya jika aku mendapat kan sehelai rambutmu kau harus mempertaruhkan kehormatan mu untuk menjadikan diriku Tunangan dari Putri Mahkota, jika tidak ya sebaliknya kau boleh meminta apapun dariku yang seorang Pangeran"
"Baik, Syuhhhhss!" Setelah menyetujui peraturan yang diutarakan oleh Arqulan, Erces langsung menyerang salah satu bagian vital Arqulan namun itu sia-sia karena Arqulan dapat menghindari dengan cukup baik.
"Heh, bagus juga perhitungan mu. Tapi ini tidak ada artinya bagiku!"
Sebaliknya Arqulan menyerang Erces dengan bayangan nya namun tubuh aslinya ada di belakang Erces, dengan mudah Arqulan dapat mengelabui Erces yang sedang sibuk bertarung dengan bayangan Arqulan didepan, tanpa banyak berfikir Arqulan langsung memegang lembut rambut emas Erces ...
"Lady, aku menang dan pertaruhkan lah kehormatan mu..." Bicara Arqulan sambil tersenyum.
Sontak Erces kaget betapa mudahnya ia dikelabui oleh Pangeran yang selalu membuat nya kesal, di sana ia sadar bahwa harus banyak yang ia pelajari lagi baik sihir maupun pedang.
Sang Kaisar, dan para Kakak Pangeran Erces yang berkumpul merasa ikut kesal dengan trik yang Arqulan lakukan pada anak dan adik tercintanya.
"Setelah acara ini, aku akan memberikan si kecil Anlor pelajaran yang sangat amad menyenangkan!" Kesal Kaisar Notrea.
"Dia berani bermain trik murahan di depan ku!? awas saja kau bod*h!" Marah Rulian.
"Tidak usah basa-basi aku akan membunuhnya nanti!" Kesal Arilian.
"Kakak ku dipermainkan!? akan ku lumpuhkan nanti kebanggaan nya itu! (Yang ngerti tau kan apa maksud author:v) Marah Pangeran Netrola sambil mengepalkan tangannya.
Sedangkan Arilian hanya tersenyum senang menyaksikan pertarungan antara adiknya dan Arqulan, Entah apa yang ia pikirkan tidak ada yang tahu... (Mungkin lebih buruk lagi:v).
"Baiklah semuanya kita akan lanjutkan dengan pertarungan antara Erces Fianlor dan Zykle Saron"
Zykle langsung menuju kehadapan Erces yang sudah sendari tadi berada pada arena bertarung sedangkan Arqulan langsung turun dan menyaksikan kelanjutannya.
"Biarpun kau sempat menyelamatkan ku, tapi aku tidak akan mengalah di tengah-tengah" Ucap Erces sambil tersenyum dengan nada lembut nya.
"Sama halnya dengan ku, kita akan bertarung secara adil..." Jawab Zykle dengan senyum nya pula.
"Apakah kalian ingin menetapkan peraturannya sendiri?" Tanya pengawasan pertarungan.
__ADS_1
"Ya!" Zykle dan Erces menjawab secara bersamaan.
"Baiklah silahkan"
"Peraturan dariku adalah siapapun yang kalah dan menang harus menerima syarat dari masing-masing orang tersebut" Kata Zykle.
"Pendapat ku sama dengan Zykle, jadi kita langsung mulai saja" Kata Erces.
Pertarungan antara pedang dah sihir begitu sengit, pada serangan pertama Erces lah yang lebih menguntungkan, sedangkan pada serangan kedua dan ketiga Zykle langsung memenangkan pertarungan dengan siasat memegang kendali atas arena pertarungan dan membuat Erces terpojok dengan sihirnya.
"Jadi siapa yang mendapat gelar sebagai Tunangan Putri mahkota?" Pikir Kaisar.
"Demi Dewa! tidak mungkin aku harus menikahi mereka berdua kan!?" Pikir Erces sambil membayangkan hal yang tidak-tidak.
"Kedua peserta memenangkan pertarungan ini, jadi bagaimana jika Dewa Luv lah yang langsung memberikan pertanyaan nya..." Persilahkan Kaisar.
"Mudah saja, keduanya lah yang menang hanya saja siapa yang menjadi tunangan Erces lah yang menentukan... diantara Zykle dan Arqulan akan ada selir pertama dan terhormat antara mereka"
"Apa!?". Semua orang yang menyaksikan terkejut bahwa Tuan Putri sekaligus yang akan menjadi kaisar akan mempunyai dua pasangan.
"Apa kalian tidak setuju?" Tanya Luv sambil pura-pura kecewa.
"Ah? Hahaha... Mana mungkin kami tidak setuju benarkan Erces..." Tanya kaisar sambil tertawa namun dalam hatinya ia sangat kesal.
"Iya, Ayahanda" Jawab Erces dengan santai karena ia sudah akan menduga hal ini.
"Jadi sebenarnya untuk apa melakukan acara ini jika sudah ditentukan pemenangnya!?, aku yakin ini pasti rencana utusan Dewa itu, cih!"
Pihak Kekaisaran pun tidak bisa berbuat apa sekaligus kakak-kakak dari Erces karena ini sudah ditentukan langsung oleh Luv. Banyak yang mengira jika salah satu utusan Dewa datang dan memberikan perintah ataupun keputusan sudah pasti hal itu akan menjadi baik sepanjang waktu.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG.
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE, DAN ADD TO FAVORITE YA, AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI!, THANKYOU:)
__ADS_1