Princess With Magic

Princess With Magic
Kebakaran Menara Barat


__ADS_3

Canesta mengucek matanya. Saat dia bangun, yang pertama kali dia lihat adalah Viscountess Eliza yang sedang menyiapkan pakaian untuk dia pakai hari ini. Viscountess Eliza langsung tersenyum saat melihat Canesta yang sudah bangun.


"Apa putri mau langsung mandi?" tanya Viscountess ramah.


"Ya," jawab Canesta yang masih mengantuk.


...****************...


Setelah mandi dan berpakaian, Canesta segera pergi ke kamar Flo. Dia melihat Flo yang sedang telungkup di kasur sambil membaca buku. Canesta tahu buku itu, buku diary almarhumah nenek Canesta yang beliau berikan pada Flo sebelum dia meninggal dunia.


"Lagi baca?" Canesta duduk di samping Flo.


"Iya," jawab Flo menutup buku itu, "Sekarang kita ngapain?"


"Bagaimana kalau kita pergi ke menara?" kata Canesta.


"Menara yang mana?" tanya Flo. Di istana mereka ada delapan menara. Menara timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut, utara, dan menara timur laut. Kedelapan menara itu mengelilingi istana di masing-masing arah.


"Kita akan mengunjunginya satu persatu," jawab Canesta. Dia sudah lama tidak melihat kedelapan menara.


"Ya sudah ayo pergi."


Setelah memberitahu Countess Maria kemana mereka akan pergi, Canesta dan Flo segera pergi ke taman istana. Di ujung taman itu di masing-masing arah mara angin, kedelapan menara berdiri gagah. Walau kedelapan menara tersebut sudah berumur ratusan tahun, tapi kedelapan menara itu tetap menjadi tempat yang legendaris dan memiliki kisahnya sendiri.

__ADS_1


Pertama, Canesta dan Flo mengunjungi menara timur laut. Menara timur laut terletak di sudut taman, di arah timur laut. Menara itu terbuat dari bata merah dan dulu pernah ditinggali oleh beberapa selir raja terdahulu.


"Menara ini cantik," kata Flo. Di sana ada beberapa penjaga yang bertugas menjaga dan membersihkan menara itu setiap hari. Mereka membungkuk saat melihat Canesta dan Flo dan baru mengangkat kepala mereka saat Canesta menyuruh mereka melakukannya.


Selanjutnya mereka berdua pergi ke menara timur. Menara timur berwarna kuning terang yang mencolok dan berada di ujung timur taman.


"Aku mau lihat gudangnya," kata Flo. Menara timur memang memiliki gudang yang berisi beberapa barang berharga dari orang-orang terkenal Kerajaan Calast yang sudah meninggal. Menara ini adalah menara yang dijaga paling ketat di antara menara lainnya.


Setelah menaiki anak tangga yang lumayan banyak, akhirnya mereka berdua sampai di gudang yang dimaksud. Penjaga langsung membukakan gudang begitu melihat siapa yang datang.


Canesta dan Flo terkesima dengan isi ruangan itu. Mereka lupa benda-benda yang mengisinya seindah ini karena sudah lama tidak kesini. Ada gaun permata kesayangan almarhumah Duchess Latil, cincin berlian almarhum Countess Lark, dan benda lainnya.


Puas melihat, Canesta dan Flo keluar dari gudang.


"Tolong jaga gudang ini dengan segenap jiwa raga kalian," pesan Canesta pada para penjaga.


Selanjutnya, Canesta dan Flo akan pergi ke menara tenggara. Namun terdengar teriakan-teriakan yang sangat heboh.


"Apa itu?" tanya Flo.


"Entahlah. Kita harus segera kesana," jawab Canesta. Dia merasa dia harus segera pergi kesana sehingga tidak ada cukup waktu untuk menggunakan kekuatan pendengaran super miliknya.


Canesta segera memegang tangan Flo dan membawanya berteleportasi ke menara barat, asal teriakan-teriakan tadi. Canesta tak percaya dengan apa yang dia lihat. Menara barat terbalut api yang membara dan banyak orang sedang berusaha memadamkannya.

__ADS_1


"Pergi. Bahaya, tuan putri!" seru Marchioness Naya yang khawatir akan keselamatan Canesta dan Flo.


Canesta menyuruh Flo lari. Flo segera lari menjauh karena dia tahu bahwa kakaknya akan baik-baik saja dan punya makdud tersendiri untuk tetap disana.


Canesta mengangkat tangannya ke langit. Seketika, segumpal besar air muncul tepat di atas menara barat. Canesta menurunkan tangannya dan gumpalan air itu mengguyur menara barat, memadamkan api dalam sekejap.


"Tuan putri sangat hebat!" semua orang disana bertepuk tangan.


"Aku hanya menyelamatkan menara kerajaanku," Canesta tersenyum. Dia agak lelah, karena membawa segumpal besar air laut kesana cukup menguras energi.


"Jangan bilang itu air laut," kata Flo.


"Ya, itu air laut," jawab Canesta. Semua orang disana hanya melongo melihat putri mahkota mereka yang sangat kuat.


Canesta menutup mata dan memfokuskan kekuatannya pada menara itu. Tak lama, cahaya putih menyelimuti menara barat. Kini menara itu tampak seperti semula.


"Bu-bukankah itu salah satu kekuatan Witchex langka yang sejauh ini hanya dimiliki Lord Hansel?" kata Countess Jihan kaget.


"Sepertinya begitu," balad Bernard, salah satu penjaga istana.


Semua orang membicarakan Canesta yang sangat kuat dan dapat melindungi kerajaan mereka dari serangan apapun.


Canesta hanya tersenyum. Kekuatannya terkuras habis dan dia pingsan.

__ADS_1


"Tuan putri!"


...****************...


__ADS_2