
"Putri Flo terkena racun yang sama," kata dokter Lily.
"Dan aku sudah melihat kejadiannya dengan kemampuanku. Pelakunya sama dengan orang yang meracuni Canesta," kata Jenny.
Raja Aries sangat marah. Kini kedua putrinya terbaring tak berdaya di tempat tidur. Dia penasaran siapa orang itu sehingga memiliki nyali sebesar ini. Dan Jenny mengatakan pelakunya adalah Lord Hansel.
"Apa benar pelakunya Lord Hansel?" tanya Raja Aries pada Jenny untuk kesekian kalinya.
"Saya sudah mencoba melihatnya berulang kali, Yang Mulia. Dan hasilnya tetap sama," jawab Jenny yakin. Dia sudah melihat kejadian itu berulang-ulang untuk memastikan. Dan wajah serta tanda yang dilihatnya tetap sama persis.
Aries menemui Bertha di kamar mereka. Wajah Ratu Bertha terlihat sedih dan tertekan. Bagaimana tidak, kini kedua putrinya sedang terbaring koma dan entah kapan akan bangun.
"Bagaimana?" tanya Bertha pada suaminya.
"Orang yang meracuni mereka sama. Dan nona Jenny sudah mencoba melihat kejadian itu berulang-ulang. Dia tetap melihat Lord Hansel," Aries menghela napas.
"Apa yang putri kita lakukan sehingga dia menyakiti mereka? Putri kita adalah orang yang baik," kata Bertha. Dia tak mengerti.
"Sekarang kita hanya bisa menunggu."
...****************...
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Jessi.
"Kita hanya bisa menunggu," Arabelle menghela napas, "Sepertinya orang-orang kurang kerjaan seperti itu sudah terlalu banyak di dunia ini."
"Begitulah," Kara berbaring di tempat tidur Vizche.
"Bukankah Flo pernah berkata dia akan pergi ke desa Youya untuk mencari petunjuk?" kata Luna. Dia mengelus Bunny yang meringkuk di pelukan hangat Luna.
"Bagaimana kalau kita saja yang ke desa Youya dan mengumpulkan petunjuk?" usul Jane.
"Boleh juga," balas Jenny.
"Dua hari lagi kita akan pergi ke desa Youya," kata Arabelle.
...****************...
Desa Youya terletak cukup jauh dari ibukota. Desa ini adalah desa kecil kampung halaman Lord Hansel.
Vizche dan yang lain pergi ke desa Youya dengan kekuatan terbang Kara dan Jane. Kekuatan mereka berdua cukup untuk membawa mereka semua.
Kini Arabelle dkk sudah sampai di desa Zeju, tetangga desa Youya. Itu artinya sebentar lagi mereka akan sampai di desa Youya.
__ADS_1
Begitu memasuki desa Youya, angin sejuk, tanaman terindah, dan air paling jernih langsung menyambut mereka. Banyak orang bilang suasana desa Youya terasa hampir seperti surga dunia. Konon, roh Lord Hansel memberkati dan menjaga desa kelahirannya sehingga menjadi seperti ini.
"Sejuk sekali," Jane menikmati angin sejuk desa Youya.
"Seharusnya aku ikat rambut," keluh Vizche. Rambutnya berantakan karena angin.
"Sini aku ikatin," kata Arabelle. Dia menggunakan kekuatannya dan seketika rambut Vizche sudah terikat rapi.
"Makasih," ucap Vizche.
Kini mereka sudah sampai dan langsung mendarat di desa Youya. Mereka sengaja mendarat di tempat yang sepi. Akan heboh kalau ada orang terbang dan mendarat dengan kekuatan sihirnya.
Mereka berlima berjalan ke tempat permukiman warga terdekat. Luna dkk sudah memakai pakaian rakyat biasa agar tak ada yang mengenali mereka.
"Permisi bu," ucap Jane pada seorang ibu-ibu yang sedang menjemur pakaian.
"Oh iya. Ada apa dik?" tanya ibu itu ramah.
"Maaf, tapi apa ibu bisa memberi kami beberapa informasi mengenai Lord Hansel? Kami sangat membutuhkan informasi itu sekarang," kata Jane.
"Tentu. Bagaimana kalau kita duduk dulu."
Ibu itu membawa mereka ke sebuah bangku kayu yang cukup untuk mereka berenam duduk. Seorang anak perempuan cantik yang nampaknya merupakan anak si ibu datang dan menyuguhkan beberapa makanan ringan dan minuman.
"Sepertinya kita dapat sumber yang tepat," bisik Arabelle.
"Ngomong-ngomong, kalian ini siapa ya?" tanya ibu itu.
"Ah, kami hanya anak-anak yang suka meneliti," jawab Jane asal.
"Begitu rupanya. Baiklah, saya akan menceritakan hal yang saya tahu tentang Lord Hansel."
Ibu itu meminum segelas air lalu mulai bercerita,
"Ibu Lord Hansel bernama Anastasia Collins dan ayahnya bernama John Collins. Nenek Anastasia bernama Lona Park dan kakeknya bernama Shinte Park. Lona dan Shinte lah yang pernah bertetangga dengan nenek saya dulu. Sementara nenek John bernama Kelly Collins dan kakeknya bernama Edward Collins. Lord Hansel hidup sederhana bersama keluarganya. Sampai pada suatu hari, sihirnya bangkit dan dia mengetahui jati dirinya sebagai Witchex. Akhirnya Lord Hansel diangkat sebagai salah satu prajurit. Dia menyelamatkan kerajaan beberapa kali dari serangan musuh. Musuh tak berkutik di hadapannya. Dia dikenal sebagai mantra perang dan Witchex terkuat sepanjang masa."
"Apa ada informasi lebih pribadi yang anda ketahui tentang Lord Hansel?" tanya Kara.
"Dulu saya pernah keluar di malam hari karena menyadari salah satu pakaian saya terjatuh saat mengangkat pakaian pada sore harinya. Saat saya sudah mengambil pakaian dan akan kembali, saya melihat air laut bergelombang aneh. Saya bersembunyi di suatu tempat dan melihat Lord Hansel keluar dari air dengan tubuh yang diselimuti oleh cahaya. Lalu dia mengucapkan kata-kata aneh yang tidak saya mengerti," ibu itu menjelaskan panjang lebar.
"Kata-kata apa yang ibu dengar?" tanya Luna.
"Saya sengaja mencatatnya karena mungkin saja itu penting," jawab ibu itu, "Sebentar, saya akan mengambilkan catatannya."
__ADS_1
Ibu tersebut masuk ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian, dia kembali dengan secarik kertas lalu memberinya ke Vizche. Kertas itu berisi beberapa kata yang tidak jelas.
"Baiklah terima kasih atas kerja samanya bu. Ini sebagai hadiah untuk ibu," ucap Jane. Dia memberi ibu itu beberapa perhiasan dan koin emas.
"I-ini sangat banyak!" seru ibu itu kaget. Dengan harta sebanyak itu, dia bisa hidup selama setahun tanpa harus bekerja keras. Dia memandang Jane dkk dengan senyum merekah, "Terima kasih banyak nak."
"Sama-sama, bu. Kami pergi dulu," jawab Jane.
Mereka melanjutkan perjalanan. Di sepanjang jalan, nampak masyarakat desa Youya yang sejahtera dan ramah.
"Sepertinya raja benar-benar menjaga dan memakmurkan kerajaan ini dengan segenap kemampuannya," kata Arabelle, "Semoga kelak putri Canesta juga melakukan hal yang sama."
"Tapi kita harus menyelamatkannya dulu," kata Jane.
Mereka memutuskan untuk menginap di sebuah penginapan. Penginapan ini adalah penginapan termewah di desa Youya, dan tamu yang menginap adalah orang-orang kelas atas.
"Kami pesan dua kamar VIP," kata Vizche.
"Apa kalian mampu membayarnya? Harga kamar di sini sangat mahal," kata pegawai wanita itu dengan pandangan merendahkan melihat pakaian yang dikenakan Luna dkk.
"Kami bahkan bisa membeli desa ini, nona," Kara mengeluarkan sekantung koin emas.
Pegawai wanita itu membuka kantung dan terkejut dengan isinya. Dia buru-buru meminta maaf dan pergi untuk mengambil dua kunci kamar dan memberikannya pada Kara.
"Maafkan saya. Ini kunci kamar kalian. Tolong tanda tangan di sini," wanita itu menunjuk buku pemesanan kamar. Arabelle dan Luna menandatangani sebagai perwakilan mereka berlima.
Mereka berlima segera menuju ke kamar mereka yang bersebelahan. Kamar 123 akan ditempati Arabelle, Kara, dan Jane. Sementara kamar 124 akan ditempati Vizche dan Luna.
Arabelle iseng menggunakan kekuatan pelacaknya. Dan dia terkejut karena menemukan energi arwah di kamar 123 yang ia tempati. Dia bersyukur karena energi tersebut bukanlah energi arwah jahat.
"Tuan arwah, tolong keluar. Aku tahu kau ada di sini," kata Arabelle.
Tak lama, sesosok hantu pria tampan menampakkan diri. Dia agak terkejut karena Arabelle bisa menyadari dan mengetahui keberadaannya.
"Apa kau Witchex?" tanya pria itu.
"Tidak. Temanku yang seorang Witchex membagi kekuatannya denganku," jawab Arabelle.
"Apa kau menghuni kamar ini?" tanya Jane.
"Apa kalian mau mendengar kisahku?"
"Ceritakan saja," jawab Kara.
__ADS_1
...****************...