Princess With Magic

Princess With Magic
Canesta Sadar


__ADS_3

Canesta membuka matanya perlahan. Dia mengerjap beberapa kali. Pikirannya oleng dan tidak bisa memikirkan apapun saat ini.


Beberapa menit kemudian, barulah ia sepenuhnya sadar. Canesta memandang sekitar.


"Ah, tuan putri sudah sadar," kata Countess Aster senang.


"Berapa lama aku koma, Countess?" tanya Canesta linglung.


"Sudah sekitar 2 bulan lebih, tuan putri," jawab Countess Aster.


"Apa?!" seru Canesta kaget. Dia tak menyangka dia koma selama itu. Pasti semua orang sangat khawatir dengannya.


Tapi entah kenapa, Canesta merasa energi sihirnya meningkat pesat. Dia merasa kekuatannya sangat besar sekarang. Untuk mengetahui hal itu, Canesta mencoba mensummon magic pet.


Note : Magic pet adalah hewan sihir yang tertanam pada setiap orang yang memiliki sihir. Semakin besar kekuatan orang tersebut, semakin kuat dan tinggi pula level magic pet yang mereka summon.


Canesta bersila dan memfokuskan pikiran pada kekuatan sihirnya. Tak lama, dia berhasil mensummon magic pet.


Canesta membuka mata untuk melihat magic pet sekuat apa yang berhasil dia summon. Setelah melihat magic petnya, Canesta tercengang.


"I-ini naga emas level tinggi?!" seru Canesta kaget.


Countess Aster juga tidak kalah terkejut. Setahunya, naga emas level tinggi ini bahkan tidak berhasil disummon oleh Lord Hansel. Jadi apa putri mereka benar-benar lebih kuat dari Lord Hansel yang legendaris itu?


"Tuan putri sangat hebat," puji Countess Aster di tengah-tengah keterkejutannya.


"Halo, Canesta. Aku adalah magic petmu," naga emas itu bicara.

__ADS_1


"A-apa kau benar-benar magic petku?" tanya Canesta hampir tak percaya.


"Benar. Kalau tidak percaya, aku punya buktinya," kata naga emas itu sambil menunjukkan sebuah lambang di tubuhnya, "Ini adalah lambang tanda kepemilikan yang terbentuk dari darahmu."


Canesta baru menyadari, lambang di tubuh naga emas itu juga ada di lengannya. Sekarang Canesta benar-benar yakin bahwa naga emas tersebut adalah magic petnya.


"Sepertinya kekuatanku sudah benar-benar meningkat sekarang," Canesta tersenyum.


Canesta mengembalikan naga emas itu ke dalam tubuhnya. Dia akan mengeluarkannya saat butuh.


Note : Magic pet bisa disummon dan dimasukkan kembali sesuka hati pemiliknya, kecuali kalau magic pet itu menolak.


"Raja dan Ratu pasti akan sangat senang mendengar tuan putri bisa mensummon naga emas level tinggi," kata Vicountess Amelia yang sudah menyaksikan semuanya.


"Jangan beritahu mereka," kata Canesta.


"Aku ingin merahasiakan hal ini," Canesta tersenyum misterius.


"Baiklah kalau itu yang tuan putri inginkan."


Berita Canesta yang sudah sadar membuat seluruh kerajaan lega. Pasalnya selama ini Canesta cukup sering membasmi bandit dan orang asing serta mata-mata. Ketika Canesta koma, pada penjahat itu dapat dengan leluasa menguasai kerajaan.


Teman-teman Canesta yang mendengar berita itu langsung berangkat ke istana dan bergegas pergi ke kamar Canesta.


"Tuan putri sudah sadar," kata Arabelle yang langsung memeluk Canesta tanpa ragu.


"Aku tidak akan meninggalkan kerajaan ini begitu saja," Canesta tersenyum.

__ADS_1


"Aku sangat senang saat mendengar berita tuan putri sudah sadar. Selama tuan putri koma, kamilah yang harus membantu mencari dan membasmi para penjahat. Tentu itu sedikit lebih sulit karena kekuatan kami yang tidak sebanding dengan tuan putri," kata Kara.


"Maaf sudah merepotkan kalian," Canesta merasa sedikit bersalah.


"Tidak apa. Yang penting tuan putri sudah sadar," kata Luna.


Canesta memutuskan pergi ke kamar Flo. Dia ingin melihat keadaan adiknya itu. Menurut keterangan dari teman-teman Canesta, Flo belum bangun dan tidak menunjukkan pergerakan apapun.


Sesampainya di kamar Flo, Canesta tidak merasakan aura jahat apapun. Biasanya kalau ada seseorang yang diracun, Canesta akan mampu merasakan aura niat jahat yang terkandung dalam racun tersebut. Tapi kali ini, aura itu sama sekali tidak ada.


"Apa racunnya dibuat oleh orang yang sangat hebat sampai aku sendiri tidak bisa merasakannya?" batin Canesta.


Begitu melihat Canesta datang, Viscountess Aini dan Countess Maria langsung berdiri dan membungkuk hormat. Dayang-dayang lain sedang melakukan tugasnya masing-masing dan tidak berada di kamar.


"Bangunlah. Bagaimana keadaan Flo?"


Viscountess Aini dan Countess Maria menaikkan kepala mereka.


"Putri Flo belum sadar dan tidak menunjukkan pergerakan apapun," jawab Countess Maria. Jawabannya sama persis dengan jawaban yang diberikan teman-teman Canesta.


Canesta mencoba fokus. Dia mencoba merasakan aura jahat dari racun yang diberikan pada adiknya. Namun sebaik dan selama apapun dia mencoba, aura jahat itu tetap tidak ada.


Canesta memfokuskan kekuatannya pada tingkat paling tinggi. Lebih tinggi dari itu, dia bisa pingsan.


Canesta merasakan aura yang sangat kuat. Tapi aura itu jelas bukan aura jahat. Aura itu adalah aura Witchex!


Canesta membuka matanya lalu menatap Viscountess Aini dan Countess Maria, "Apa ada Witchex lain selain aku?"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2